{"id":212363,"date":"2023-04-08T12:01:15","date_gmt":"2023-04-08T05:01:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=212363"},"modified":"2023-04-08T12:01:15","modified_gmt":"2023-04-08T05:01:15","slug":"tua-tua-keladi-inilah-5-motor-lawas-yang-harganya-melejit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tua-tua-keladi-inilah-5-motor-lawas-yang-harganya-melejit\/","title":{"rendered":"Tua-tua Keladi, Inilah 5 Motor Lawas yang Harganya Melejit!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan motor yang mulai menemui stagnasi tak membikin industri roda dua jadi lesu. Malah justru sebaliknya, motor lawas kembali dilirik. Seakan mengacungkan jari tengah ke modernisasi, motor lawas yang dulu terlihat biasa justru kini jadi barang mewah di masa kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak pertama kali masuk di Indonesia pada 1893 dengan merk Hildebrand &amp; Wolfm\u00fcller, sepeda motor sudah jadi barang esensial untuk orang Indonesia. Bahkan pada titik tertentu, jadi penanda strata sosial. Ya nggak kaget sih, beberapa motor harganya bisa 50 kali lipat UMR Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan seiring waktu, perkembangan motor melejit. Namun, kini menemui stagnasi. Ganti striping, keyless, jadi template. Akhirnya, orang melirik motor-motor jadul yang sebenarnya nggak jadul amat, tapi malah jadi makin mahal. Apa saja motor tersebut?<\/span><\/p>\n<h2><b>Yamaha F1ZR<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor antik dengan suaranya yang khas ini dipasarkan pertama kali pada tahun 1997. Produksi berikutnya dipasarkan di tahun 2000-an. Motor ini memiliki harga jual yang sangat tinggi walaupun sudah bekas pakai. Harga motor ini dilihat dari umur tahun dan keaslian mesinnya. Semakin tua umurnya motor ini semakin mahal, harganya pun bisa menyentuh kurang lebih 19 jutaan loh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal sebenarnya ya F1ZR ini kalau kita lihat ya, biasa banget. Cuman sisi nostalgia dan desain motor yang sudah nggak lazim di zaman ini jadi nilai plus. Juga tenaga motor ini tak bisa dianggap sepele. Sekali puntir gas, ngeeeeng\u2026<\/span><\/p>\n<h2><b>Honda C70<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor keluaran pabrik Honda ini merupakan motor klasik yang banyak dicari. Bentuk yang unik menjadi keunggulan utama dalam menilai motor ini. Motor C70 pada umumnya banyak dipasarkan setelah dilakukan restorasi ulang. Semakin bagus dan semakin mendetail konsep restorasinya maka akan mempengaruhi nilai penjualan pada motor ini. Di pasaran motor ini berkisar mulai dari harga termurah 9 juta hingga 18 juta loh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Honda Super Cub C800<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor lawas produksi 1982 ini memiliki banyak keunikan. Dari bentuk motor, mesin hingga spare partnya. Selain itu motor ini terbilang unik karena memiliki kapasitas mesin hanya 80 cc. Kunikan lain motor ini cuma memiliki 3 persneling saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor klasik satu ini memiliki harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan motor motor keluaran berikutnya. Harga motor ini berkisar dari 10 jutaan hingga 15 jutaan loh. Mayan kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Honda Win<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor dengan aura pembangunan ini tentu tak lagi asing. Sudah ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-win-motor-paling-berjasa-dalam-pembangunan-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">naskah<\/a> tentang motor lawas ini di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jadi tak perlu pembahasan yang panjang. Intinya, motor ini harganya lumayan mencekik. Termurah yang bisa saya temui sih di kisaran angka 10 jutaan. Kalau kondisinya bagus banget, motor lawas ini dibanderol 20 juta. Alig!<\/span><\/p>\n<h2><b>Yamaha RX King<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.kapanlagi.com\/foto\/berita-foto\/indonesia\/foto-apa-kabar-bemby-pemeran-bang-baron-di-sinetron-si-yoyo.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Motor Bang Baron<\/a> ini tentu saja tak asing lagi buat kita. Suaranya berisik, sruntal-sruntul di jalan, dan kenceng lah yang bikin kita kenal betul sama motor ini. Meski menyebalkan bagi banyak orang, bukan berarti motor ini nggak punya fans. Justru motor ini jadi banyak incaran banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, Yamaha RX King jadi motor lawas paling dicari. Harganya bisa mencapai 35 juta. Aerox-mu yang kamu banggain itu tentu saja kalah gagah dan premium ketimbang \u201cmotor preman\u201d ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 5 motor lawas yang makin lama justru makin mahal harganya. Tertarik? Ketimbang pamer mobil waktu Lebaran dan dikira hasil korupsi, mending pamer motor ini nggak sih.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Vincentius Ryan Dwi Prasetyo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-rx-king-awalnya-benci-lama-lama-cinta-mati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yamaha RX King: Awalnya Benci, Lama-lama Cinta Mati<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0ini\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan motor yang stagnan bikin motor lawas kembali dilirik. Nah, ini dia motor lawas yang harganya makin meroket.<\/p>\n","protected":false},"author":2169,"featured_media":173062,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[18830,18904,17245,18905],"class_list":["post-212363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-honda-win","tag-motor-lawas","tag-rx-king","tag-yamaha-f1zr"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2169"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=212363"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212363\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=212363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=212363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=212363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}