{"id":21233,"date":"2019-11-25T12:00:50","date_gmt":"2019-11-25T05:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=21233"},"modified":"2021-08-12T15:07:50","modified_gmt":"2021-08-12T08:07:50","slug":"nadiem-makarim-dan-teks-pidato-untuk-hari-guru-yang-penuh-dengan-harapan-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nadiem-makarim-dan-teks-pidato-untuk-hari-guru-yang-penuh-dengan-harapan-baru\/","title":{"rendered":"Nadiem Makarim dan Teks Pidato untuk Hari Guru yang Penuh dengan Harapan Baru"},"content":{"rendered":"<p>Hari guru dirayakan setiap tanggal 25 November, bertepatan dengan hari jadi PGRI (persatuan Guru Republik Indonesia) sebuah organisasi yang menaungi para guru di Indonesia. Sebagai seseorang yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi penerus bangsa, memberikan ilmu, serta pemahaman budi pekerti yang baik, guru menjadi salah satu garda terdepan yang diberi amanat agar seorang anak murid menjadi cerdas dari sisi emosi juga inteligensi.<\/p>\n<p>Terlebih, sudah menjadi rahasia umum bahwa anak menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah bersama dengan guru dan teman sebayanya\u2014dibandingkan di rumah bersama orang tua. Maka tak heran, banyak wali murid yang berharap anaknya mendapat hasil maksimal dari proses belajar-mengajar di sekolah setiap harinya.<\/p>\n<p>Selain itu, sejak saya sekolah dulu dari SD hingga SMA, beberapa pengajar juga menegaskan bahwa secara sederhana, guru merupakan akronim dari \u201cdigugu\u201d dan \u201cditiru\u201d. Usut punya usut, hal tersebut berasal dari tradisi Jawa bermakna \u201corang yang dipercaya\u201d dan \u201corang yang diikuti\u201d. Maka dari itu, selain mengajar mata pelajaran di kelas, seorang guru diberi tanggung jawab untuk mampu dalam mendidik moral, etika, juga karakter dari anak didiknya. Setidaknya, itu menjadi harapan bersama yang paling mendasar.<\/p>\n<p>Namun, sejalan dengan hal tersebut, apa yang diterima dari sisi benefit dan tunjangan untuk para guru tidak sebanding dengan beban tanggung jawab yang dilakukan. Tentu hal ini bukan soal matre atau tidak ikhlas. Guru hanyalah manusia biasa yang mencintai profesinya\u2014mengajar para murid\u2014dan dalam menjalani hidup sehari-hari, pastinya membutuhkan pendapatan yang sesuai untuk dapat bertahan hidup.<\/p>\n<p>Maka dari itu, tidak heran jika pada akhirnya banyak para guru\u2014khususnya yang masih berstatus honorer\u2014mulai beralih profesi. Tentu saja dengan benefit yang sesuai dan lebih menjamin mereka untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya. Beberapa hal yang dijelaskan sebelumnya hanya sebagian kecil gambaran tentang guru pada saat ini.<\/p>\n<p>Pada periode 2019-2024, masyarakat Indonesia memiliki harapan baru dalam hal pendidikan. Adalah Nadiem Makarim (sebelumnya lebih dikenal banyak orang sebagai CEO Gojek) yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam lima tahun ke depan. Dalam menyambut hari guru, Nadiem Makarim sudah menyiapkan pidato untuk dibacakan saat upacara bendera yang di-<em>posting<\/em> di akun Twitter Kemendikbud (@Kemdikbud_RI).<\/p>\n<p>Berikut isi pidatonya:<\/p>\n<p>Pidato yang betul-betul singkat, padat, tapi <em>to the<\/em> <em>point<\/em>. Menceritakan gambaran umum pendidikan di Indonesia saat ini. Ada pula beberapa keresahan yang disampaikan dan diimbangi dengan pemberian harapan bagi para pengajar. Tidak heran jika setelahnya \u201cPak Nadiem\u201d sempat menjadi trending dan mendapat respons juga dukungan yang baik di dunia maya, khususnya Twitter.<\/p>\n<p>Kita semua sadar bahwa dari SD sampai lulus SMA\u2014banyak di antaranya juga mungkin hingga kuliah\u2014<a href=\"https:\/\/tirto.id\/tips-menciptakan-suasana-belajar-yang-tenang-di-dalam-kelas-ejkh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">metode belajar<\/a> yang didapat sering kali berupa hafalan. Murid yang bisa hafal teks juga cerita dalam buku tebal dianggap pintar. Sedangkan lainnya dianggap malas belajar tanpa menggali potensi pada diri setiap murid. Tidak heran jika sasaran utama hanyalah nilai tinggi dan berprinsip \u201cyang penting lulus\u201d. Paham atau tidak, dapat diaplikasikan dalam kehidupan bersosialisasi atau tidak, urusan nanti.<\/p>\n<p>Salah satu poin yang disampaikan Nadiem Makarim dalam pidatonya dan membuat saya terkesima adalah, \u201ctemukan suatu bakat dalam murid yang kurang percaya diri\u201d. Pernyataan tersebut mengingatkan saya kepada surat yang dibuat oleh Suwarsana, kepala sekolah di SD Mutiara Persada, kawasan Bantul, Jogjakarta, pada tahun 2017.<\/p>\n<p>Sumber gambar: @_yanskii<\/p>\n<p>Baik Pak Nadiem maupun Pak Suwasarna, memiliki pendapat serupa. Bahwa setiap anak memiliki bakat atau potensinya masing-masing, juga tidak bisa disamaratakan dalam pemberian <em>treatmen<\/em>t-nya. Sebab, tidak dapat dimungkiri stigma anak yang masuk kelas IPA dan menguasai ilmu eksakta dianggap lebih pintar dibanding anak IPS yang terkesan urakan, masih melekat pada beberapa orang\u2014khususnya para orang tua.<\/p>\n<p>Padahal, pembagian jurusan di sekolah hanya berdasarkan nilai rapor tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kecerdasan\u2014apalagi kesuksesan\u2014seorang anak. Semoga dalam beberapa waktu ke depan, stigma seperti itu dapat segera dihilangkan. Dan besar harapan saya, Pak Nadiem betul-betul dapat mengubah dunia pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik\u2014dengan tetap memerhatikan kualitas pendidikan di setiap daerah, bukan hanya di pulau Jawa.<\/p>\n<p>Sebelum menutup tulisan ini, saya mohon izin bertanya kepada Pak Nadiem mengenai sedikit isi pidato yang sudah dibuat. Begini, Pak, cara baca tagar #merdekabelajar dan #gurupenggerak pada saat pidato, nantinya bagaimana, ya? <em>Eh<\/em>?<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nunggu-bisikan-najwa-ke-nadiem-jadikan-kampus-cerdikiawan-jangan-cendikiawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nunggu Bisikan Najwa ke Nadiem: \u201cJadikan Kampus Cerdikiawan, Jangan Cendikiawan\u201d<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seto Wicaksono<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu poin yang disampaikan Nadiem Makarim dalam pidatonya dan membuat saya terkesima adalah, \u201ctemukan suatu bakat dalam murid yang kurang percaya diri\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":21314,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[4613,4259,4152],"class_list":["post-21233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-hari-guru","tag-mendikbud","tag-nadiem-makarim"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21233"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21233\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}