{"id":211840,"date":"2023-03-31T09:45:50","date_gmt":"2023-03-31T02:45:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=211840"},"modified":"2023-03-31T09:45:04","modified_gmt":"2023-03-31T02:45:04","slug":"alasan-bakso-jadi-pahlawan-pangan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-bakso-jadi-pahlawan-pangan-nasional\/","title":{"rendered":"Alasan Kenapa Bakso Harus Dinobatkan sebagai Pahlawan Pangan Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Siapa sih yang nggak tahu bakso? Bola-bola daging yang kenyal itu biasa dimakan bareng kuah kaldu gurih dengan topping bawang goreng dan daun seledri. Saya yakin semua orang pasti suka sama bakso.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendekati momen Lebaran, ibu-ibu biasanya mulai membanjiri penggilingan daging terdekat untuk menyulap <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/daging-sapi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">daging sapi<\/a> atau ayam menjadi adonan bakso siap saji. Adonan tersebut akan disimpan di kulkas, baru kemudian dimasak dan disajikan kepada tamu saat hari Lebaran tiba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budaya makan bakso yang praktis dan mudah ini kini hampir pasti kita jumpai selama Lebaran. Dalam momen penuh silaturahmi Lebaran, hidangan bakso adalah hal lumrah. Sama lumrahnya dengan pertanyaan sanak saudara, &#8220;Kapan nikah?&#8221; yang biasa terdengar saat kumpul keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memandang fenomena menjamurnya bola-bola daging ini selama Lebaran, boleh dibilang kuliner ini ternyata memiliki banyak mafaat lain yang kadang disepelekan atau nggak terpikirkan. Maka melalui tulisan ini, saya pengin mengumpulkan dukungan untuk menobatkan bakso sebagai pahlawan pangan nasional<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi sebelum kita membahas kuliner satu ini lebih lanjut, mari memahami konteks berikut terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Indonesia jadi salah satu negara penyumbang sampah makanan terbesar<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/Lebaran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lebaran<\/a> adalah momen kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia. Untuk merayakannya, para muslim biasanya menyajikan berbagai menu hidangan pada tamu yang datang berkunjung. Namun jika dilakukan berlebihan, makanan yang dihidangkan saat Lebaran justru bisa menciptakan masalah lingkungan. Sejumlah riset menunjukkan bahwa sampah makanan (food waste) telah menjadi isu lingkungan yang nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Organisasi_Pangan_dan_Pertanian\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO)<\/a> menyatakan, sampah makanan turut mengakibatkan gas rumah kaca. Nggak tanggung-tanggung, jejak karbon akibat sampah makanan bisa mencapai 4,4 giga ton setiap tahunnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh gambaran yang lebih realistis? Data rilisan FAO juga menjelaskan, makanan menjadi penyumbang sampah terbesar di Jakarta dan Indonesia secara nasional dengan jumlah mencapai 25,5 juta ton per tahun berdasarkan jumlah penduduk 250 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan angka tersebut, Indonesia bercokol di urutan kedua penyumbang sampah makanan terbesar di bawah Arab Saudi yang menduduki posisi pertama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, peran si bakso ini apa sih untuk memerangi food waste<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0di Indonesia?<\/span><\/p>\n<h2><b>Daya tahan bakso lebih lama daripada daging biasa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bakso yang sudah diolah dapat digolongkan sebagai frozen food. Dalam bentuk frozen food, bakso dapat disimpan dan nggak basi hingga 3 bulan lamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, daging kan juga bisa di-dry aged? Iya, tapi harus menggunakan pendingin khusus dan nggak semua daging sapi lokal punya kualitas luar biasa seperti daging sapi wagyu Jepang misalnya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penyebab munculnya sampah makanan adalah masa penyimpanan bahan pangan yang cenderung singkat. Masa penyimpanan yang singkat ini membuat bahan pangan mudah basi sehingga berakhir menjadi sampah sebelum bisa dikonsumsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menyulap daging sapi menjadi bakso, kita nggak cuma memperpanjang masa penyimpanannya. Secara nggak langsung, kita juga mengurangi munculnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/sampah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampah<\/a> makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak cuma daging yang bisa dijadikan bakso, sayur juga bisa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah dengar bakso sayur? Itu tanda bahwa bola-bola kenyal ini nggak cuma terbuat dari daging. Berbekal inovasi dan kreasi kreatif masyarakat Indonesia, berbagai bahan makanan bisa dijadikan bola-bola kenyal ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang baru bakso sayur yang familier, tapi dalam waktu dekat bukan nggak mungkin segera muncul varian lain mengingat orang Indonesia kreatif dan nggak takut bereksperimen. Ketika sudah menjadi bakso, bahan makanan tersebut jadi lebih awet dan nggak mudah menjadi sampah makanan seperti yang dibahas pada poin pertama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Menggoda bagi semua golongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya melakukan survei kecil-kecilan kepada 10 orang teman. Pertanyaan yang saya ajukan cuma dua: 1) Apakah kalian doyan\/mau makan bakso? Jika jawabannya IYA, lanjut ke pertanyaan kedua. Tapi jika teman saya menjawab TIDAK, saya cari informan lain. Eh, lha kok maksa? Wqwqwq.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari survei kecil-kecilan tersebut, bakso memang terbukti jadi makanan yang disukai hampir semua golongan. Yang membedakan hanya ukuran dan tingkat kemampuannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak biasanya suka bakso berukuran kecil, kadang disebut <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pentol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pentol<\/a>. Orang dewasa seleranya sedikit berbeda, bakso ukuran standar atau jumbo biasanya yang jadi favorit mereka. Sementara orang tua? Ya bakso empuk adalah andalan mereka<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Lantaran diterima dengan mudah oleh semua golongan, artinya bola-bola kenyal ini memiliki peluang lebih besar untuk dikonsumsi daripada sekadar jadi pemanis kulkas rumah tangga<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bakso bisa jadi makanan berat, bisa juga jadi camilan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memperkuat pemikiran saya tentang bakso sebagai pahlawan pangan nasional, khususnya memberantas dan mengurangi food waste, alasan ini saya masukkan juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jadi rahasia umum kalau bakso bisa dijadikan makanan berat, tapi juga biasa dikonsumsi sebagai camilan. Makanya saya menilai bahwa kuliner ini memiliki kriteria yang cukup untuk jadi pahlawan pangan. Bukan karena saya suka makan bakso, lho, tapi karena manfaatnya mengurangi\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penumpukan limbah makanan (food waste) di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut kalian gimana?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Agus Miftahorrahman<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-menyebalkan-dari-tukang-bakso-keliling\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal Menyebalkan dari Tukang Bakso Keliling<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bakso punya beberapa kriteria yang membuatnya pantas menyandang predikat pahlawan pangan nasional.<\/p>\n","protected":false},"author":2155,"featured_media":174834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[936],"class_list":["post-211840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bakso"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2155"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=211840"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211840\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=211840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=211840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=211840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}