{"id":20969,"date":"2019-11-21T13:10:27","date_gmt":"2019-11-21T06:10:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=20969"},"modified":"2019-11-21T13:16:09","modified_gmt":"2019-11-21T06:16:09","slug":"stop-bikin-konten-prank-ojol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-bikin-konten-prank-ojol\/","title":{"rendered":"Stop, Bikin Konten Prank Ojol!"},"content":{"rendered":"<p>Belakangan ini sangat marak beredar video-video <em>prank<\/em> ojek online atau yang kerap disebut ojol. Para kreator video ini biasanya dari kalangan youtuber, artis, hingga orang biasa. Iseng-iseng kemarin saya menuliskan di laman pencarian Youtube, &#8220;prank ojol&#8221;. Lalu munculah begitu banyak video <em>prank<\/em> ojol.<\/p>\n<p>Dalam video-video tersebut, teknik atau metode <em>prank<\/em> ini sebenarnya hampir serupa. Biasanya mereka memesan makanan dalam jumlah banyak, kisaran harga 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Setelah si abang ojol ini sampai, tiba-tiba saja si pemesan ini tidak bisa dihubungi dan pesanan tersebut mendadak dibatalkan.<\/p>\n<p>Hal semacam ini tuh mungkin kayak sebuah undangan kencan kali ya. Di awal kita udah bahagia banget bakalan ketemu doi, sudah mandi, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menanggapi-lamanya-waktu-yang-dibutuhkan-wanita-saat-berdandan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">dandan<\/a>, dan rela jauh-jauh berkendara di jalanan yang panas dan macet. Tapi setelah sampai tempat janjian, eh mendadak doi telpon dan bilang kalau nggak bisa datang. Gimana perasaanmu coba? <em>Ambyar tho<\/em>? Orang yang tega bikin <em>prank<\/em> ojol kayak gini tuh mungkin dalam hidupnya kayaknya belum pernah ngerasain rasanya dikecewakan kali ya.<\/p>\n<p>Metode lainnya yang sering digunakan selain menggunakan metode <em>cancel<\/em>, biasanya mereka akan menggunakan metode menunggu lama. Kita order ojol lalu membiarkannya menunggu begitu lama hingga mukanya kelihatan kesal dan bete. Oho, padahal kita tahu sendiri, pekerjaan paling menyebalkan di muka bumi ini adalah menunggu. Bisa kita bayangkan gimana dongkolnya si ojol ini suruh menunggu penumpang yang lamanya minta ampun. Lalu setelah drama penuh kedongkolan, kebingungan, dan sampai berderai air mata tersebut, sang kreator muncul dan memberikan sejumlah uang pada abang ojol bak <a href=\"https:\/\/tirto.id\/malaikat-bakrie-yang-tak-malu-malu-lagi-muncul-di-persija-dgBW\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">malaikat<\/a> yang turun dari kahyangan. <em>Hmmm.<\/em><\/p>\n<p>Lagi lihat videonya saja saya sudah emosi tingkat kabupaten, apalagi kalau saya yang jadi abang ojolnya. Bisa-bisa si helm hijau itu melayang ke kepala si kreator ini. Perlu diketahui, sebelum bikin <em>prank<\/em> ojol kayak ini. Nggak semua orang itu bisa sesabar orang-orang di dalam video itu. Nggak semua orang rela dikerjai kayak gitu. Dan nggak semua orang bisa didamaikan dengan uang. Kesabaran orang tentu berbeda-beda dong, ada yang serius dan mungkin ada yang enak diajak bercanda. Sesuatu yang kita anggap remeh atau lucu itu belum tentu lucu bagi orang yang menjalaninya.<\/p>\n<p>Saya tahu, ini hanya bohongan dan mungkin niatnya itu mulia untuk membantu abang ojol ataupun menghibur orang lain yang menonton video tersebut. Tapi, sebelum kita melakukan hal semacam itu, coba pikirkanlah bahwa tak semua ojol itu sedang dalam suasana hati yang baik saat kita <em>prank<\/em>. Bisa jadi mereka sedang punya masalah di rumah, mungkin tengah bertengkar dengan keluarga atau pacar, mungkin mereka \u00a0sedang pusing mencari uang untuk biaya sekolah anak atau biaya orangtua yang sakit. Dengan suasana hati yang kalut dan sedih seperti itu, lantas kita <em>prank<\/em> kira-kira gimana perasaan yang mereka rasakan saat itu? Nggak usah dirasain, cukup bayangin aja deh!<\/p>\n<p>Tanpa segudang masalah itu pun, jika kita sudah antre begitu lama lalu harus panas-panasan dan kena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/geliat-ojek-online-di-tengah-kemacetan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">macet di jalanan<\/a>, kemudian pesanan yang begitu banyak itu mendadak di-<em>cancel<\/em>. Sebel banget kan ya pastinya? Belum lagi kalau yang di-<em>prank<\/em> itu punya riwayat sakit jantung. Setelah kita <em>prank<\/em>, lalu dia mendadak mati. Gimana coba?<\/p>\n<p>\u201cYaelah, kayak gitu aja didramatisir banget! Selera humormu rendah banget!\u201d<\/p>\n<p>Bercanda sih boleh saja, tapi nggak harus dengan cara kayak gini jugalah ya. Cobalah bayangkan kalau yang kita <em>prank<\/em> itu adalah diri kita sendiri atau angota keluarga kita. Apakah masih menganggap hal semacam ini merupakan hiburan yang lucu dan wajib ditertawakan? Saya tahu si kreator ini mungkin orang kaya yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/awkarin-berbuat-baik-kok-banyak-yang-terusik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">punya uang banyak.<\/a> Tapi rasanya tidak etis juga menukar kesedihan orang lain dengan sejumlah uang lalu diunggah untuk mendapatkan uang lagi.<\/p>\n<p>Saya sendiri juga bukan orang kaya, tapi kalau dikasih uang dengan cara seperti itu kayaknya mendingan nggak usah. Lagi melihat video itu saja sudah ikutan <em>nyesek,<\/em> apalagi kalau sampai mengalaminya. Apanya yang lucu sih melihat orang lain kebingungan, sedih, bahkan sampai menangis kayak gitu?<\/p>\n<p>Dalam video tersebut pun ada banyak para abang ojol yang sampai menangis. Setahu saya nih ya, lelaki itu jarang menangis kalau tidak serius-serius banget sedihnya. Jadi, kalau mereka itu sampai menangis, tentu hal itu tuh menyakitkan banget buat mereka. Apakah sebegitu berharganya sebuah <em>viewer<\/em> dibanding kesedihan orang lain?<\/p>\n<p>Kalau memang niatnya mau ngasih duit sama orang susah yah, gunakan cara-cara yang bijaklah. Masih banyak kok metode-metode lain untuk membuat konten yang inspiratif tentang ojol. Ingat, tak ada manusia yang suka di-<em>prank<\/em> kayak gitu. Dan tak semua hal bisa ditukar dengan uang.<\/p>\n<p>Stop, bikin konten<em> prank<\/em> ojol! Jadilah manusia yang memanusiakan manusia lain, jangan sampai jadi manusia yang tidak berperikemanusian. Sudah menyakiti hati orang lain, masih riya lagi ngasih duitnya. Ampun deh!<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rasanya-pesan-ojol-yang-drivernya-mantan-pacar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rasanya Pesan Ojol yang Drivernya Mantan Pacar<\/a> <b><\/b>atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/renisoengkunie\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Reni Soengkunie<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang yang tega bikin prank ojol kayak gini tuh mungkin dalam hidupnya kayaknya belum pernah ngerasain rasanya dikecewakan kali ya.<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":21015,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[1610,1965,514],"class_list":["post-20969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-ojek-online","tag-prank","tag-youtuber"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20969"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20969\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}