{"id":209309,"date":"2023-03-27T15:35:11","date_gmt":"2023-03-27T08:35:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=209309"},"modified":"2023-03-27T15:35:11","modified_gmt":"2023-03-27T08:35:11","slug":"perpustakaan-grhatama-pustaka-tempat-healing-terbaik-mahasiswa-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perpustakaan-grhatama-pustaka-tempat-healing-terbaik-mahasiswa-jogja\/","title":{"rendered":"Perpustakaan Grhatama Pustaka, Tempat Healing Terbaik Mahasiswa Jogja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/tulus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tulus<\/a> pernah berkata, \u201cTak akan ku mengenal cinta, bila bukan karena hati baikmu.\u201d Bagi saya, lirik &#8220;Monokrom&#8221; tersebut akan saya revisi sedikit menjadi, \u201cTak akan ku mengenal Grhatama Pustaka, bila bukan karena mumetnya jadi mahasiswa.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki pertengahan masa kuliah, menjadi mahasiswa sudah bukan lagi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sekadar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> perkara mempertahankan nilai kumulatif, tapi juga soal cara bertahan dari banyak persoalan. Tugas demi tugas itu hal yang lumrah, namun serentetan masalah personal yang membarengi lika-liku menjadi dewasa terkadang membuat perasaan jadi gamang dan kesedihan membuncah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik yang kata orang disebut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lowest point <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">itu, saya menemukan Grhatama Pustaka layaknya oase bagi seorang musafir di padang tandus. Kesannya memang hiperbolis, tapi saya punya lima alasan mengapa Grhatama Pustaka dapat membuat pernyataan tersebut masuk akal.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 Nggak keluar biaya<\/strong><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/healing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Healing <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan hak setiap manusia, tak terkecuali mahasiswa kreatif alias kere dan aktif. Sayangnya, rencana healing mahasiswa itu sering kali terbentur masalah biaya. Namun hal tersebut tak jadi masalah di Grhatama Pustaka. Sebagai perpustakaan yang dikelola pemerintah, nggak ada biaya sepeser pun yang perlu dikeluarkan pengunjung untuk mengakses sebagian besar layanannya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari tempat parkir, biaya bikin kartu anggota (yang kini formatnya digital), hingga akses ke koleksi bukunya\u2014yang saya yakini ada ribuan\u2014nggak ada biaya yang dibebankan. Jadi kalau cuma butuh ruang untuk mengeksplorasi bacaan seorang diri atau sekadar bengong nggak ngapa-ngapain tanpa keluar biaya, Grhatama Pustaka bisa jadi pilihan nomor wahid untuk dikunjungi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#2 Puas melakukan eksplorasi karena gedung luas<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan luas mencapai 2,5 hektare, Grhatama Pustaka merupakan salah satu perpustakaan <a href=\"https:\/\/www.viva.co.id\/blog\/wisata\/894292-grhatama-pustaka-perpustakaan-terbesar-di-asia-tenggara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terbesar di Asia Tenggara<\/a>. Itu artinya, ada banyak ruang yang bisa kita jelajahi dari perpustakaan tiga lantai ini. Ada ruang hijau terhampar dengan beberapa gazebo di atasnya yang membuat diri sejenak lupa dengan hiruk-pikuk Kota Jogja yang sibuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain gazebo, salah satu spot terbaik yang biasa saya tempati ketika berkunjung adalah deretan kursi merah yang menghadap ke jendela. Letaknya di ruang koleksi umum di lantai dua. Dari kursi yang nyaman tersebut, saya bisa melihat ke area hijau sambil mendengar alunan musik lembut yang diperdengarkan operator untuk seluruh pengunjung di ruangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang koleksi umum ini pula yang paling banyak digandrungi mahasiswa. Sebab, di dalamnya ada ragam buku dengan berbagai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">genre <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang bisa diakses mulai dari psikologi, biografi, fiksi, sastra, arsitektur, dan lain sebagainya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Healing <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tipis-tipis ini sekaligus bisa jadi ajang untuk memperbanyak ilmu. Ide yang baik sekali, kan?<\/span><\/p>\n<h2><strong>#3 Letak strategis, mudah dijangkau<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksesibilitas merupakan salah satu komponen penting yang harus dilihat untuk memutuskan apakah suatu tempat itu healing-worthy atau malah makin bikin keki. Kebetulan sekali Grhatama Pustaka terletak di pinggir Jalan Janti yang menurut saya pas dan mudah diakses dari segala penjuru. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat yang nggak punya motor pun Grahatama Pustaka tetap mudah diakses menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/trans-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trans Jogja<\/a>. Dengan naik Trans Jogja rute 1B, kita bisa berhenti di halte yang terletak di depan perpustakaan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#4 Bisa nonton film gratis<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bosen baca buku? Kita bisa kok nonton film historis-kultural di Grhatama Pustaka. Lagi-lagi layanan ini bisa kita akses tanpa perlu mengeluarkan biaya, setidaknya sampai saat ini. Dari informasi terbaru yang saya dapat, jadwal pemutaran film tersedia dua kali, yakni pukul 10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Judul-judul film yang ditawarkan sudah terjadwal, di antaranya <em>Kirana<\/em>, <em>Wang Sinawang<\/em>, dan <em>Amarta (Gadis dan Air)<\/em>. Pemutaran film ini dilakukan di ruang audiovisual lantai 2 tanpa perlu melakukan reservasi. Kapan lagi coba bisa nonton film ala <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bioskop\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bioskop<\/a> dengan gratis? Tentu bermanfaat bagi proses penyembuhan luka batin, kan?<\/span><\/p>\n<h2><strong>#5 Kebersihan Grhatama Pustaka patut diacungi jempol<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila kebersihan merupakan sebagian dari iman, faktor kebersihan tentu harus jadi pertimbangan utama kala menilai bagus atau tidaknya sebuah tempat. Apalagi bila diasosiasikan dengan kemampuannya menyembuhkan suasana hati seseorang. Bagi saya, kebersihan di Grhatama Pustaka patut diacungi jempol. Namanya saja perpustakaan bertaraf internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk ukuran perpustakaan besar yang dikunjungi puluhan atau bahkan ratusan orang per hari, kebersihan tempat yang saya nilai dari kebersihan lantai dan kamar mandi ini mendapat nilai 4 dari 5. Terlebih setiap pengunjung yang masuk ke ruang koleksi dipastikan harus mengantongi alas kakinya terlebih dahulu dengan kantong yang telah disediakan. Hal ini dimaksudkan untuk membuat lantai di luar maupun di dalam perpustakaan jadi kotor dan terkesan berantakan. Intinya teratur dan bagus lah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh ya, beberapa waktu lalu Balai Layanan Pustaka DPAD DIY yang menaungi perpustakaan ini berhasil menyabet beberapa penghargaan akreditasi dalam Rakornas Bidang Perpustakaan tahun 2023. Salah satunya adalah DIY berhasil menduduki peringkat 1 sebagai provinsi dengan indeks pembangunan literasi masyarakat tertinggi di tahun 2022. Selamat!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Salma Fauziah Khairunnisa<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-perpustakaan-sekolah-katanya-gudang-ilmu-tapi-nyaris-tak-tersentuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ironi Perpustakaan Sekolah, (Katanya) Gudang Ilmu tapi Nyaris Tak Tersentuh<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Jogja yang pengin healing tipis-tipis, bisa nih mampir sebentar ke Grhatama Pustaka.<\/p>\n","protected":false},"author":1843,"featured_media":209941,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[18816,115,34,6402],"class_list":["post-209309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-grhatama-pustaka","tag-jogja","tag-mahasiswa","tag-perpustakaan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/209309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1843"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=209309"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/209309\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/209941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=209309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=209309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=209309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}