{"id":208985,"date":"2023-03-18T08:35:30","date_gmt":"2023-03-18T01:35:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=208985"},"modified":"2023-03-18T08:35:30","modified_gmt":"2023-03-18T01:35:30","slug":"5-lagu-underrated-arctic-monkeys-yang-harus-didengar-sebelum-nonton-konsernya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-lagu-underrated-arctic-monkeys-yang-harus-didengar-sebelum-nonton-konsernya\/","title":{"rendered":"5 Lagu Underrated Arctic Monkeys yang Harus Didengar sebelum Nonton Konsernya"},"content":{"rendered":"<p>Band yang banyak dielu-elukan para anak muda di Indonesia akhir-akhir ini akhirnya melakukan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/konser\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konser<\/a> pertamanya di Jakarta pada 18 Maret nanti. Dari pengamatan saya, gelombang anak muda Indonesia suka Arctic Monkeys ini baru benar-benar terasa tahun 2013-an, ketika Arctic Monkeys mengeluarkan album berjudul <em>AM<\/em> dengan lagu paling populernya \u201cDo I wanna Know?\u201d dan \u201cR U Mine?\u201d<\/p>\n<p>Sekilas kalau dilihat dari keseluruhan lagu di album <em>AM<\/em>, album itu memang dibilang album yang paling Pop-Rock. Hal ini juga dikonfirmasi sama <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Alex_Turner\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alex Turner<\/a>, vokalis Arctic Monkeys yang mengatakan kalau <em>AM <\/em>memang menggunakan pendekatan berbeda, ada twist R&amp;B kontemporer.<\/p>\n<p>Perbedaan ini juga semakin terasa karena pada beberapa tahun sebelum album itu rilis, Arctic Monkeys pindah ke Amerika dan mengubah kultur musik mereka jadi lebih bernuansa Amerika. Faktor-faktor itulah yang menjadi penyebab kenapa Arctic Monkeys kemudian jadi populer dan\u00a0<em>AM\u00a0<\/em>jadi album yang paling banyak mereka jual.<\/p>\n<p>Kalau kamu termasuk fans yang masuk di gelombang tahun 2013 dan tertarik untuk mendengarkan lagu-lagu lainnya dari Arctic Monkeys, nih saya kasih tahu beberapa lagu underrated milik mereka yang enak untuk didengarkan. Ukuran underrated ini saya kalkulasikan dari angka pendengar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/spotify\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Spotify<\/a> yang nggak lebih dari 15-20 juta kali didengar setiap lagunya, mengingat rata-rata pendengar band asal Inggris ini mencapai 40 juta per bulan.<\/p>\n<h2><strong>#1 The Bakery<\/strong><\/h2>\n<p>&#8220;The Bakery&#8221; jadi salah satu lagu underrated Arctic Monkeys yang sering saya dengarkan. Saya membayangkan &#8220;The Bakery&#8221; diciptakan Alex Turner saat dia berada di toko roti dan sedang memperhatikan pelayan perempuan yang ramah pada pelanggannya.<\/p>\n<p>Mengutip laman Genius, &#8220;The Bakery&#8221; jadi semacam representasi anak-anak muda yang ada di Sheffield, Inggris, pada masanya. Saat itu banyak anak muda yang magang kemudian jatuh cinta dan berkencan di sebuah arena arkade\u2014semacam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/timezone\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Timezone<\/a> date gitu\u2014yang dulu begitu marak dan populer kayak kedai Mixue.<\/p>\n<p>&#8220;The Bakery&#8221; merupakan bagian dari album <em>Fluorescent Adolescent <\/em>semacam Side-B dari album <em>Favorite Worst Nightmare<\/em>. Karena berada di Side-B, lagu-lagu dari album tersebut jadi kurang banyak didengar orang. Padahal lagunya kebanyakan enak untuk didengarkan, lho.<\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"The Bakery\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/HOw2kuHOixM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#2 Despair In The Departure<\/strong><\/h2>\n<p>&#8220;Despair In The Departure&#8221; masuk dalam mini album <em>Who The Fuck Are Arctic Monkeys.<\/em> Lagu ini didengar sedikit orang, sekitar 32 juta kali jika dilihat dari rata-rata lagu lain di album ini yang didengarkan sebanyak 40 juta kali.<\/p>\n<p>Dengan petikan gitar akustik, &#8220;Despair In The Departure&#8221; berhasil membuat pendengar merasa mellow sekaligus membayangkan kalau mantan kita sudah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/move-on\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">move on<\/a> dan kita masih &#8220;menunggu&#8221; untuk ikut pergi atau tetap bertahan beberapa menit lagi.<\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Despair In The Departure Lounge\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/cUNmEBOHxz8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#3 Fireside<\/strong><\/h2>\n<p>Meskipun albumnya populer, ada satu lagu di album <em>AM<\/em> yang paling sedikit didengar orang di Spotify, yaitu &#8220;Fireside&#8221;. Padahal menurut saya, &#8220;Fireside&#8221; ini paling enak didengar, lho. Entah karena ke-edgy-an saya atau gimana, makna lagu beserta dentuman drum dan bass dalam lagu ini terasa semakin aduhai didengarkan.<\/p>\n<p>Kalau lagu-lagu Arctic Monkeys sebelumnya banyak menceritakan orang-orang yang gagal move on dan terjebak masa lalu, &#8220;Fireside&#8221; justru menggambarkan sebaliknya. Pokoknya pas didengarkan orang-orang yang sudah bisa menjalani kehidupan tanpa mantan meski sesekali masih kepikiran. Wqwqwq.<\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Fireside\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8-LewaeKejM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#4 Science Fiction<\/strong><\/h2>\n<p>Album <em>Tranquility Base Hotel &amp; Casino (TBHC)<\/em> yang dirilis pada 2018 bisa dibilang jadi album yang mungkin banyak mengecewakan beberapa penggemar yang memang kebanyakan dikenalin sama gaya musikalitas Arctic Monkeys saat mengeluarkan album <em>AM. <\/em>Bagi para penggemar senior, album TBHC ini justru jadi terobosan baru.<\/p>\n<p>Sekilas, lagu-lagu dalam <em>TBHC <\/em>memang ada kesan eksplorasi Alex yang terpengaruh The Last Shadow Puppets, proyek sampingannya bersama Miles Kane. Dari sekian banyak lagu aneh yang pakai istilah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bahasa-inggris\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Inggris<\/a> njlimet dan kurang easy listening, ada satu yang menurut saya unik. Lagu ini sekaligus jarang didengar orang, judulnya &#8220;Science Fiction&#8221;.<\/p>\n<p>\u201cScience Fiction\u201d ini menarik secara lirik dan musikalitas. Secara lirik, Alex bermetafora bahwa hubungan percintaan yang ia alami seperti &#8220;science fiction&#8221; dengan logika-logika yang ada di genre sci-fi dan bisa kekal seperti yang selalu terjadi pada film atau komik. Selain itu secara musikalitas, &#8220;Science Fiction&#8221; memperdengarkan suara-suara khas yang mistis. Perpaduan lirik dan musik itu bikin saya sebagai pendengar cukup terkesan.<\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Arctic Monkeys - Science Fiction (Official Audio)\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/qMI9GXTLZyI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#5 Perfect Sense<\/strong><\/h2>\n<p>Semacam hasil proses pendewasaan dari <em>TBHC<\/em>, <em>The Car<\/em> yang rilis pada 2022 jadi album yang pas untuk membayangkan malam-malam tahun 70-an. Banyak penggemar yang telanjur kecewa pada album <em>TBHC\u00a0<\/em>yang kemudian nggak kaget kalau lagu-lagu dalam\u00a0<em>The Car\u00a0<\/em>bakal bernada mirip. Tapi menurut saya, album\u00a0<em>The Car\u00a0<\/em>sudah lebih sempurna dibanding\u00a0<em>TBHC<\/em>. Apalagi banyak lagu yang diiringi biola dan memberi kesan nostalgic sekaligus classy.<\/p>\n<p>Salah satu lagu underrated yang menurut saya wajib didengarkan dan mewakili lagu lain dalam album <em>The Car<\/em> adalah &#8220;Perfect Sense&#8221;. Sayangnya, pendengar &#8220;Perfect Sense&#8221; sedikit. Dengan tabuhan drum dan nada biola yang ritmis di belakang suara Alex yang nge-bass, &#8220;Perfect Sense&#8221; jadi terasa personal.<\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Arctic Monkeys - Perfect Sense (Official Audio)\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/tCr7RNuX68A?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p>Sebenernya masih banyak lagu Arctic Monkeys yang underrated padahal enak didengarkan, terutama lagu-lagu &#8220;Arab&#8221; yang ada di album <em>Humbug<\/em>. Tapi, cukup lima lagu di atas dulu deh yang jadi awalan untuk mengeksplorasi karya-karya Arctic Monkeys lainnya. Gasss, siap-siap nonton konsernya nanti, ya!<\/p>\n<p>Penulis: Ananda Bintang<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-yang-sebaiknya-nggak-didengarkan-kalau-nggak-mau-gagal-move-on\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Lagu yang Sebaiknya Nggak Didengarkan kalau Nggak Mau Gagal Move On<\/a>.\u00a0<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum berangkat nonton konser Arctic Monkeys hari ini, coba dengerin dulu lagu-lagu mereka yang ini, Gaes.<\/p>\n","protected":false},"author":604,"featured_media":209057,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[18745,3619,2682],"class_list":["post-208985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-arctic-monkeys","tag-konser","tag-lagu"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/208985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/604"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=208985"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/208985\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/209057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=208985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=208985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=208985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}