{"id":20847,"date":"2019-11-20T17:48:08","date_gmt":"2019-11-20T10:48:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=20847"},"modified":"2019-11-20T17:49:14","modified_gmt":"2019-11-20T10:49:14","slug":"betapa-nggak-enaknya-ikut-dalam-sirkel-nongkrong-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-nggak-enaknya-ikut-dalam-sirkel-nongkrong-orang-lain\/","title":{"rendered":"Betapa Nggak Enaknya Ikut dalam Sirkel Nongkrong Orang Lain"},"content":{"rendered":"<p>Setiap kali pergi keluar, saya biasanya menghabiskan waktu dengan teman-teman. Saya membagi teman-teman saya ke dalam beberapa kelompok nongkrong. Kelompok tersebut di antaranya, teman satu organisasi, teman jurusan, teman SMA, teman SMP, dan teman SD.<\/p>\n<p>Tiap kali ada agenda berkumpul, saya biasanya diam-diam memperhatikan apa saja topik yang diobrolkan oleh mereka. Ternyata, tiap teman dalam masing-masing tongkrongan memiliki jenis obrolan yang berbeda. Misalnya, tiap berkumpul dan bertemu dengan teman SD, topik obrolan kami hanya seputar dunia <em>parenting<\/em> dan karier. Maklum, hampir semua teman SD saya sudah menikah. Hanya tersisa saya dan beberapa lainnya. Hehehe.<\/p>\n<p>Jika terdapat agenda reuni dengan teman-teman SMA, topik obrolan kami biasanya seputar pencapaian apa saja yang sudah berhasil didapatkan. Khususnya selama masa kuliah. Wajar saja, teman-teman SMA saya sebagian besar adalah para pemimpi yang terobsesi mewujudkannya di tingkat universitas.<\/p>\n<p>Semakin lama membaur, saya menyadari bahwa lingkungan sosialisasi saya dengan teman-teman di berbagai kategori tersebut membentuk sebuah tatanan yang orang-orang zaman sekarang menyebutnya sebagai <em>sirkel <\/em>pertemanan\u2014bahasa jadulnya genk. <em>Sirkel <\/em>nongkrong atau pertemanan tersebut membuat saya memahami apa saja yang menjadi prioritas serta bagaimana cara menempatkan diri dalam suatu obrolan. Intinya adalah tetap menjaga komunikasi antar sesama teman.<\/p>\n<p>Nah, masalahnya, menurut saya, setiap orang dari teman-teman saya pasti memiliki <em>sirkel <\/em>nongkrong atau pertemanannya masing-masing di tempat yang lain\u2014seperti saya. Dan, tentunya sangat nggak enak banget kalau harus digabungkan atau nggak sengaja ikut dalam <em>sirkel <\/em>nongkrong atau pertemanan lainnya dari teman-teman saya.<\/p>\n<p>Saya memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat secara nggak sengaja ikut dalam <em>sirkel <\/em>nongkrong orang lain. Saat itu, saya dengan seorang teman lainnya berniat untuk menghabiskan malam Minggu bersama hanya dengan jalan-jalan di sekitar kampus. Eh, nggak disangka, teman saya justru bertemu dengan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/riwayat-gerakan-mahasiswa-dari-dema-hingga-bem-cEpd\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">teman sesama organisasinya.<\/a> Dia kemudian dicegat dan dipaksa untuk ikut ngumpul, sekadar untuk membahas tentang suatu <em>event <\/em>yang sebentar lagi akan diadakan oleh organisasinya.<\/p>\n<p>Teman saya dengan tampang penuh penyesalan, memohon pada saya untuk mau ikut dengannya sebentar, berkumpul dengan <em>sirkel <\/em>teman organisasinya. Saya tentu saja setuju. Lagi pula, kami berdua memang nggak punya agenda malam itu.<\/p>\n<p>Namun, pendapat tersebut hanya bertahan sebentar saja. Selang beberapa lama, saya sadar bahwa saya telah membuat kesalahan fatal dengan bersedia menemaninya. Dalam kepala, saya mencatat lamat-lamat apa saja hal-hal menyebalkan yang saya dapatkan ketika ikut dalam <em>sirkel <\/em>nongkrong orang lain.<\/p>\n<h4>Pertama, rasanya betul-betul nggak dianggap<\/h4>\n<p>Hal pertama yang saya rasakan adalah perasaan nggak dianggap. Ya iyalah, teman saya sibuk berdiskusi dengan teman-teman organisasinya. Sedangkan saya? Melihat langit. Bertanya kepada semesta, mengapa di malam minggu ini nggak turun hujan saja? Kasian saya yang jomblo dan terjebak di dalam <em>sirkel <\/em>orang lain ini.<\/p>\n<p>Selama teman saya sibuk membuat konsep acara, saya hanya bisa diam. Kadang pura-pura tersenyum\u2014dengan terpaksa\u2014ketika teman saya menoleh ke arah saya. Selebihnya, saya cuma nunduk-nunduk aja. Saya ada, tapi merasa tiada karena nggak dianggap. Hiks.<\/p>\n<p>Apalagi, saat itu saya lupa nggak membawa gawai. Hish, benar-benar bikin bete, deh!<\/p>\n<h4>Kedua, merasa seperti alien<\/h4>\n<p>Saat itu, saya tahu dan paham bahwa mereka sedang berdiskusi mengenai konsep suatu acara. Tapi, ya sudah. Hanya sebatas itu yang saya pahami, selebihnya saya nggak tahu apa-apa. Ya jelas karena saya bukan bagian dari <em>sirkel <\/em>pertemanan organisasi mereka.<\/p>\n<p>Teman saya juga nggak mungkin berdiskusi dengan saya, soalnya saya nggak tahu apa-apa tentang acara yang akan diadakan organisasinya. Jadi, yang bisa saya lakukan hanya diam seperti patung, meratapi malam minggu saya yang sangat nestapa.<\/p>\n<p>Di saat-saat itu, saya merasa diri ini seolah alien<em>.<\/em> Nggak paham apa topik obrolan yang mereka bahas dan guyonan-guyonan receh yang saling mereka lontarkan. Saya merasa berasal dari planet lain.<\/p>\n<h4>Ketiga, merasa nggak nyaman<\/h4>\n<p>Ini adalah perasaan yang paling mendominasi. Perasaan nggak nyaman. Selain punya masalah di bidang komunikasi, saya juga selalu merasa cemas dan nggak nyaman kalau harus bergabung dengan orang-orang asing\u2014meskipun saat itu ada teman saya di sana.<\/p>\n<p>Perasaan nggak nyaman itu muncul karena saya tahu bahwa sebenarnya saya bukanlah bagian dari <em>sirkel <\/em>mereka. Keberadaan saya pastinya juga membuat mereka nggak nyaman, kan?<\/p>\n<p>Saya menyadari, mereka nggak leluasa dalam berdiskusi dan mengobrol karena keberadaan saya di sana. Mungkin, mereka berniat membuat saya nyaman\u2014meskipun jatuhnya justru membuat saya nggak nyaman.<\/p>\n<p>Mereka sepertinya juga sengaja memilih untuk mengobrol tentang hal-hal yang umum agar saya dapat ikut dalam obrolannya\u2014meskipun itu gagal. Pada akhirnya, mereka tetap saling bercanda dan tertawa mengenai hal-hal yang tentu saja hanya mereka yang tahu\u2014saya tetap nggak akan paham. Hehehe.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mau-nongkrong-takut-kere-tak-ikut-nongkrong-malah-digibahin-tuman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mau Nongkrong Takut Kere, Tak Ikut Nongkrong Malah Dighibahin, Tuman!<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/siti-halwah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Siti Halwah<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sirkel nongkrong atau pertemanan tersebut membuat saya memahami apa saja yang menjadi prioritas serta bagaimana cara menempatkan diri dalam suatu obrolan.<\/p>\n","protected":false},"author":200,"featured_media":20963,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[4409,1385,4557],"class_list":["post-20847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-bergaul","tag-nongkrong","tag-sirkel-pertemanan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/200"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20847\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}