{"id":208416,"date":"2023-03-14T11:24:50","date_gmt":"2023-03-14T04:24:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=208416"},"modified":"2023-03-15T07:52:46","modified_gmt":"2023-03-15T00:52:46","slug":"sidoarjo-ramah-untuk-pebisnis-tapi-tidak-ramah-untuk-perantau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sidoarjo-ramah-untuk-pebisnis-tapi-tidak-ramah-untuk-perantau\/","title":{"rendered":"Sidoarjo Ramah untuk Pebisnis, tapi Tidak Ramah untuk Perantau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usai menyeruput kopi hangat, saya membaca tulisan dari Ade Vika Nanda Yuniwan tentang Sidoarjo sebagai tempat menggiurkan untuk membangun bisnis. Ya, saya setuju dengan argumen dari Ade bahwa Sidoarjo memang tempat strategis bagi orang yang ingin membangun bisnis. Mengingat, daerah ini adalah salah satu daerah penyanggah Surabaya. Ditambah lagi dengan banyaknya tempat industri, sehingga banyak orang luar akan merantau ke Sidoarjo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kondisi sebagai daerah penyangga Surabaya dan banyaknya perantau, bukan hal mustahil bisnis-bisnis akan berkembang pesat. Dan saya sebagai orang yang berkuliah di Surabaya, kerap kali mengunjungi Sidoarjo. Ketika mengunjungi Sidoarjo, saya dibuat terperangah melihat berbagai tempat bisnis kuliner, kafe, dan tempat perbelanjaan tidak pernah sepi pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hati, saya sering kagum sembari berkata, ini sungguh jauh berbeda dengan di Madura. Bisnis kuliner, kafe, dan tempat perbelanjaan, tidak pernah seramai ini. Cenderung banyak yang sepi pengunjung. Hanya tempat-tempat tersohor yang akan ramai pengunjung.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kekaguman terhadap Sidoarjo yang menguap<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, kekaguman saya pada Sidoarjo sebagai tempat menggiurkan untuk pebisnis, tidak bertahan lama. Kekaguman saya jika tidak salah hanya bertahan enam bulan. Selebihnya, saya menyadari bahwa Sidoarjo juga memiliki sisi gelap, terutama bagi orang perantau. Sidoarjo, bagi saya, bukan tempat yang menyenangkan untuk perantau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya hidup Sidoarjo ini tinggi. Dari aspek tempat tinggal, kos dan kontrakan di kota ini tergolong mahal. Saya akan ambil contoh kos dan kontrakan daerah Gedangan. Kebetulan, saya sering pergi ke daerah Gedangan karena memiliki kerabat. Saat sering mengunjungi Gedangan, saya menyadari kalau Gedangan memiliki banyak tempat industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu pula saya langsung bertanya pada kerabat saya, kalau biaya kos dan kontrakan di Gedangan mainnya berapa. Menurut pengakuan kerabat saya, harga kos di daerah sana bisa menyentuh tujuh ratus ribu sampai satu juta per bulannya. Ada juga di bawah tujuh ratus ribu, tetapi kondisinya kurang nyaman. Sedangkan kalau kontrakan mainnya bisa sepuluh sampai belasan juta setiap tahunnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sidoarjo-ramah-untuk-pebisnis-tapi-tidak-ramah-untuk-perantau\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Sebuah harga yang cukup mahal&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah harga yang cukup mahal dengan tidak seimbangnya jumlah pemasukan dan pengeluaran. Mengingat, pengeluaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari di Sidoarjo juga terbilang mahal. Sedangkan, jumlah pemasukan pekerja di sana paling mentok empat juta, sejauh pengetahuan saya ketika riset sederhana terkait pendapatan pekerja di daerah Sidoarjo.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kualitas lingkungan yang buruk<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi secara lingkungan, Sidoarjo memiliki kualitas lingkungan yang buruk. Laporan dari Forum Wartawan Sidoarjo menyatakan kalau pencemaran udara dan air di kota ini perlu jadi perhatian penting. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan Sidoarjo melaporkan kalau tujuh puluh persen air di kota ini sudah <a href=\"https:\/\/sekilasmedia.com\/2022\/04\/23\/diskusi-hari-bumi-70-persen-air-sumur-sidoarjo-tak-layak-minum\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tidak layak konsumsi<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sebuah fakta jika Sidoarjo mempunya kualitas lingkungan buruk. Saya sendiri menyaksikan air kali di kota ini banyak yang tercemar. Sampah plastik bertumpukan, belum lagi limbah-limbah pabrik juga mencemari air kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga merasakan kualitas udara di Sidoarjo sudah tidak layak. Saat mengendarai sepeda motor di tengah jalan, kemudian saya menghirup udara, justru saya merasakan sesak. Sebab, udara yang saya rasakan berbau asap kendaraan, asap pabrik, dan debu-debu jalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buruknya kualitas lingkungan tentu saja dirasakan banyak pihak, salah satunya perantau. Kebetulan ada dua teman saya baru-baru ini merantau ke Sidoarjo. Langsung saja saya tanyakan, \u201cBagaimana rasanya kerja di Sidoarjo?\u201d Mereka menjawab sambil ketawa kecut, \u201cTak kuat-kuatin buat betah. Lah, mau betah bagaimana kalau udaranya panas, air di kamar mandinya cokelat, belum lagi sering banjir saat hujan.\u201d<\/span><\/p>\n<p>Hal-hal yang dirasakan tersebut memperlihatkan bahwa kota ini tak ideal untuk perantau, bahkan untuk orang lokalnya. Biaya hidup tinggi, lingkungan yang rusak tentu bikin siapa pun tak nyaman. Rasanya keindahan-keindahan yang ada, tercoreng begitu saja atas hal-hal yang tak seharusnya.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sidoarjo serupa dengan gemerlap bintang di langit malam. Gemerlap lampu gedung tinggi dan lapak-lapak yang menjalankan bisnisnya, di sudutnya ada gelap-gelap yang penuh getir. Kenikmatan dan pilu, beriringan, saling melukai.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Akbar Mawlana<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-perlu-malu-mengakui-tinggal-di-sidoarjo-yang-sering-disebut-pinggiran-kota-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tidak Perlu Malu Mengakui Tinggal di Sidoarjo yang Sering Disebut Pinggiran Kota Surabaya<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sidoarjo memang ramah untuk pebisnis. Tapi untuk perantau, yang terjadi justru sebaliknya.<\/p>\n","protected":false},"author":891,"featured_media":208598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[18708,2574,9712,5807,944],"class_list":["post-208416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-biaya-hidup-tinggi","tag-kerusakan-lingkungan","tag-pebisnis","tag-perantau","tag-sidoarjo"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/208416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/891"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=208416"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/208416\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/208598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=208416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=208416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=208416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}