{"id":20800,"date":"2019-11-19T15:26:09","date_gmt":"2019-11-19T08:26:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=20800"},"modified":"2021-08-12T14:35:17","modified_gmt":"2021-08-12T07:35:17","slug":"rata-rata-gaji-orang-indonesia-data-yang-perlu-kamu-tahu-biar-nggak-minder-gaji-kamu-segitu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rata-rata-gaji-orang-indonesia-data-yang-perlu-kamu-tahu-biar-nggak-minder-gaji-kamu-segitu\/","title":{"rendered":"Rata-rata Gaji Orang Indonesia: Data yang Perlu Kamu Tahu Biar Nggak Minder Gaji Kamu Segitu"},"content":{"rendered":"<p>Tulisan ini dibuat karena kadang muncul Screenshot mengejutkan dari Big Alpha, Jouska, dst; sebagai <em>counter balance<\/em> dari narasi &#8220;you&#8217;re being left behind lol&#8221;.<\/p>\n<p>Catatan: gaji itu sangat kontekstual\u2015angkanya akan berbeda sesuai dengan kategori. Contoh: tingkat pendidikan, sektor\/industri, pengalaman, asal universitas, jalur karir, tipe kontrak (alih daya\/tetap), tipe kerja (pekerja bebas, karyawan, self-employed). Dan gaji yang dibicarakan di sini adalah gaji pokok bukan THP (Take home pay) atau gaji bersih setelah dapat tambahan-tambahan atau tunjangan lain ya. Keep that in mind.<\/p>\n<p>Data yang gue sajikan di sini berasal dari BPS, survei industri, presentasi pemerintah, report, lembaga riset, dll.<\/p>\n<p>Sebenarnya data ini sudah banyak tersedia di internet, tulisan ini adalah sebuah usaha mengumpulkan data-data itu di satu tempat biar ga repot dan bisa jadi referensi. Kalau salah mohon dikoreksi.<\/p>\n<h4>1. Rata-rata gaji berdasarkan bidang usaha. <a href=\"http:\/\/spkonline.bps.go.id\/spkonline\/help\/klasifikasi\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Klasifikasi berdasarkan KBLI<\/a><\/h4>\n<p>Dari sini bisa dilihat, rata-rata (mean) upah buruh Rp 2,91 juta.\u00a0&#8220;Buruh&#8221; ini mencakup semua tipe pekerjaan, termasuk karyawan.<\/p>\n<h4>2. Kalau berdasarkan umur? Logikanya, semakin tua semakin banyak pula gaji<\/h4>\n<p>Rata-ratanya&#8230;<br \/>\n20-24: Rp 2,24 juta<br \/>\n25-29: Rp 2,62 juta<br \/>\n30-34: Rp 2,88 juta<\/p>\n<p>Tapi ini angkanya kasar banget. Kalau pakai jenis pekerjaan, misalnya kat. Kepempinan 25-29, angka jadi Rp 4,054 juta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalau coba main-main di <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2019\/07\/26\/berapa-gaji-karyawan-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">grafik interaktif yang sudah disediakan oleh databox<\/a>, untuk melihat gaji rata-rata berdasarkan kategori umur dan jenis pekerjaan (Profesional, Tenaga Tata Usaha, Kepemimpinan, dst.) kita bakal mendapatkan data seperti ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari sini aja sudah kelihatan bahwa <em>wheeeyy<\/em> rata-rata gaji masih relatif sangat rendah buat orang Indonesia, sekitar 2-3 jutaan.<\/p>\n<p>Kalau melihat dari <a href=\"https:\/\/tirto.id\/43-tenaga-kerja-lulusan-sd-smp-apa-indonesia-siap-industri-40-djZj\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">infografis yang dibikin tirto.id ini<\/a>, rendahnya rata-rata gaji orang Indonesia ini juga karena 40,69% tenaga kerjanya mempunyai tingkat pendidikan SD ke bawah. Dan belum dibedakan secara provinsi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>3. Kalau rata-rata gaji dari provinsi gimana?<\/h4>\n<p>Well, yang paling tinggi DKI Jakarta; rata-ratanya Rp 4,46 juta (lihat tabel), tapi perlu diingat ini MEAN bukan MEDIAN.\u00a0Angka mean itu suka &#8220;ditarik&#8221; ke kanan gara-gara ada banyak top earners yang gajinya melangit. Hati-hati interpretasinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semakin rendah perbandingan mean dan median, semakin tinggi pula kesenjangan gaji di kategori tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.datawrapper.de\/weekly-chart-income\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lihat tabel Tadjoeddin (2016)<\/a>: pada kategori karyawan biasa, rasio median-ke-mean semakin berkurang dari tahun 2001-2012.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sebentar, ini banyak datanya ribet juga. Buat apa sih sebenernya?&#8221;<\/p>\n<p>Buat punya perspektif sebenarnya orang-orang lain itu punya gaji berapa. Ada skala normal dan tidak normal; agar tidak terlalu stres. Kalau misalnya lulusan kuliah, bandingin dengan data gaji S1.<\/p>\n<h4>4. Gimana kalau dibagi menurut pendidikan?\u00a0Sebagai lulusan S1, D3 atau SMK\/SMA, berapa rata-rata yang mereka dapat?<\/h4>\n<p>Universitas (S1++): Rp 4,58 juta<br \/>\nD3: Rp 3,75 juta<br \/>\nSMK: Rp 2,87 juta<br \/>\nSMA: Rp 2,84 juta<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kesenjangan ini namanya skill premium. Apa itu?<\/p>\n<p>Skill (and degree) premium adalah kesenjangan gaji yang terkait dengan tingkat pendidikan dan tingkat skill\/kemampuan. Lihat tabel pertama dari Lee &amp; Wie (2015) di laporan ADB-nya yang menunjukkan seberapa besar rasio gaji antara pekerja lulus kuliah, skilled dan unskilled.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang jadi masalah adalah, kan universitas beda-beda. Kalau ingin membandingkan gaji seorang lulusan S1, paling oke ya pakai tracer study universitas masing-masing, yaitu studi dengan tujuan tracking alumni gajinya berapa dan kerja di mana saja.\u00a0Contoh case tracer study: UI.<\/p>\n<p>UI yang notabene salah satu universitas top Indonesia lho. Coba tebak, setelah dua tahun lulus, berapa gaji alumninya? Menurut TSUI (tracer study UI) 2017-2018 itu 53% respondennya lulusan S1 dan 36% lulusan S2.\u00a0Ternyata &#8220;hanya&#8221; 5,7% saja yg mencapai gaji Rp 15 juta ke atas. Whew.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari sini bisa kelihatan sih skala\/spektrum normal itu seberapa sebenarnya.<\/p>\n<p>Akun financial planner yang suka share gaji orang yang nominalnya gede banget sampe 2-3 digit itu, biasanya beralasan &#8220;biar orang ga rela dibayar rendah oleh korporasi&#8221;.\u00a0Bullshit. Kayak gituan mah biar viral + kontroversi.<\/p>\n<p>Jadi kalau mau nggak underpaid\/dibayar rendah gimana dong?<\/p>\n<p>Yang paling gue percaya secara pribadi dan secara anekdot paling betul datanya ya dari web <a href=\"http:\/\/qerja.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">qerja.com<\/a> lihat skala gaji buat job yang di-apply itu berapa di situ. Atau pakai tadi, tracer study.\u00a0Atau konsultasi.<\/p>\n<p>Jika cari kerja, maka dari sisi gaji bisa cari tahu:<\/p>\n<p>1. Berapa kali dibayar dalam setahun, karena ada perusahaan-perusahaan yang bayar sampai 20 kali lebih.<\/p>\n<p>2. Apa saja fasilitas\/asuransi\/akomodasi\/bonus yang didapat.<\/p>\n<p>3. Jalur karir apa saja yg ada di situ.<\/p>\n<p>4. Program-program khusus (MT, dll).<\/p>\n<div id=\"tweet-text\" class=\"css-901oao r-hkyrab r-1qd0xha r-a023e6 r-16dba41 r-ad9z0x r-bcqeeo r-bnwqim r-qvutc0\" dir=\"auto\" lang=\"in\"><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Tambahan dari teman:<\/span><\/div>\n<div dir=\"auto\" lang=\"in\">\n<p><a href=\"https:\/\/twitter.com\/nicuntine\/status\/1195344684656152577\">https:\/\/twitter.com\/nicuntine\/status\/1195344684656152577<\/a><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"tweet-rich-content-label\" class=\"css-1dbjc4n r-156q2ks\" aria-labelledby=\"quote-tweet-label\">\n<div class=\"css-1dbjc4n\">\n<div id=\"quote-tweet-label\" class=\"css-1dbjc4n r-9x6qib r-t23y2h r-rs99b7 r-jw8lkh r-dap0kf r-1udh08x\">\n<div dir=\"auto\">\n<h4>5. Balik lagi ke tema utama; gimana kalau Jakarta? Gimana distribusi gaji\/pengeluarannya?<\/h4>\n<p>&#8220;Kok rasanya di Sudirman temen-temen gue udah 15-30 jutaan jir.&#8221;<\/p>\n<p>Jawabannya&#8230;ummm, ga ada data lengkap. Sudah coba SAKERNAS, SUSENAS, report-repot&#8230; sulit.<\/p>\n<p>Paling ada dari Fitrawati et al. (2018).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alias, tolong dong kalau ada yang tahu sebenarnya berapa sih distribusi pengeluaran\/pendapatan di DKI Jakarta, kasih tahu hehe.<\/p>\n<p>Kayaknya ini hal yang mesti diteliti pemerintah juga, soalnya data yg dari SUSENAS terlalu kasar atau ga bisa diakses orang biasa.<\/p>\n<p>Sepertinya cukup gitu saja data rata-rata gaji orang Indonesia yang bisa gue bagikan. Intinya ini bukan menghalangi orang untuk improve keadaan gaji\/laju karir-nya&#8230; Tapi like&#8230; if you&#8217;ve worked 10 hour in a day for 5 days a week dan merasa gaji tetap lebih kecil dibandingkan yang ditampilkan di sosmed&#8230; coba be kinder to yourself?<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/curhatan-saya-yang-punya-gaji-umr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Curhatan Saya yang Punya Gaji UMR Mendengar Cerita Orang yang Gajinya 2 dan 3 Digit<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/cara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara<\/a>\u00a0lainnya. Follow twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/caramelcarbs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara<\/a>.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berapa gaji rata-rata di Indonesia? Apakah gaji di kota besar dan di area rural berbeda? Kalau freshgraduate gimana? SMK?<\/p>\n","protected":false},"author":442,"featured_media":20872,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4540,4539,3362],"class_list":["post-20800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-gaji-umur","tag-rata-rata-gaji-orang-indonesia","tag-sobat-misqueen"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/442"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}