{"id":207727,"date":"2023-03-07T12:43:03","date_gmt":"2023-03-07T05:43:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=207727"},"modified":"2023-03-07T12:43:03","modified_gmt":"2023-03-07T05:43:03","slug":"pak-erick-thohir-pemain-naturalisasi-juga-wni-jangan-diskriminatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pak-erick-thohir-pemain-naturalisasi-juga-wni-jangan-diskriminatif\/","title":{"rendered":"Pak Erick Thohir, Pemain Naturalisasi Juga WNI, Jangan Diskriminatif!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sarasehan Sepak Bola Indonesia yang diadakan oleh PSSI di Surabaya, 4-5 Maret 2023 memantik keributan di dunia sepak bola nasional. Kenapa? PSSI, dalam hal ini Erick Thohir, mengatakan kalau tiap klub Liga 1 cuma bisa menggunakan 1 pemain naturalisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasannya pembatasan kuota pemain naturalisasi ini adalah biar pemain Indonesia punya kesempatan untuk bermain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang namanya saja kebijakan, nggak ada yang sempurna, tapi kali ini ketidaksempurnaannya keterlaluan. Pemain naturalisasi pun banyak yang protes, bahkan ada yang jauh lebih pedas dari oseng-oseng mercon. Ezra Walian bahkan sampai berkata, dikutip dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.bolasport.com\/read\/313718197\/curhat-para-pemain-naturalisasi-soal-wacana-pembatasan-untuk-liga-1-musim-depan-kebangsaan-indonesia-tetapi-di-liga-disebut-naturalisasi?page=2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bola Sport<\/a>, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kebangsaan Indonesia, keluarga Indonesia, tinggal Indonesia, kenapa main di klub jadi naturalisasi?&#8221;<\/span><\/p>\n<h2><b>Diskriminatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebenarnya tak ingin bilang ini, tapi, tanpa mengurangi rasa hormat, Pak Erick Thohir, tindakan ini sudah tergolong diskriminatif. Pemain naturalisasi, jika sudah mengantongi status kewarganegaraannya, tak ada bedanya dengan pemain lokal. Perlakuannya tak bisa dibedakan, entah di klub entah di Timnas. Bukannya mereka yang memutuskan untuk bersumpah setia pada NKRI sudah bisa dianggap sebagai WNI?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikira pemain asing mau jadi WNI itu apa? Gabut? Nggak lah! Mereka bukan cuma ingin jadi WNI, tapi karena panggilan hati mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda tahu, bahkan di UUD 1945 Amandemen Keempat saja sudah nggak ada lagi bunyi &#8220;Presiden ialah orang Indonesia asli&#8221;. Itu aturan tentang presiden loh, apalagi cuma pesepak bola, malah lebih boleh untuk punya pemain dari naturalisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo statement dan aturan kayak begini masih dipertahankan, yang ada lama-lama pemain naturalisasi hengkang atau orang asing membatalkan niatnya untuk naturalisasi. Ingat, Pak Erick Thohir, nggak sembarang pemain bisa dinaturalisasi. Aturannya panjang, dan melalui proses berbelit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh ini, pemain naturalisasi lumayan punya sumbangsih untuk permainan timnas, Pak Erick Thohir. Kalau Anda beri perlakuan beda, bukannya ini aneh?<\/span><\/p>\n<h2><b>Genjot pemain lokal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo membatasi pemain naturalisasi dengan alasan pemain lokal bakal nggak bisa main, ini malah mengikis daya saing. Justru malah Pak Erick Thohir bikin pemain lokal rugi. Yang namanya klub, butuh persaingan agar kualitas pemain meningkat. Bapak pernah denger kata-kata kedalaman skuat nggak? Harusnya udah pernah lah ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal kayak gini nggak cuman berlaku di sepak bola, di bisnis pun begitu. Contohnya begini, selama jadi Menteri BUMN, Anda nggak pernah menuntut perusahaan swasta untuk hengkang dari Indonesia karena takut kalo BUMN bangkrut kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang ada, Anda mengeluarkan kebijakan agar BUMN melakukan usaha semaksimal mungkin agar bisa bersaing. Terus kenapa pemain bola malah diperlakuin kek gini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya, adanya pemain naturalisasi selain membantu prestasi sepak bola Indonesia bisa kolaborasi atau malah bersaing secara sehat. Nantinya, pemain lokal bakal termotivasi untuk bisa punya kemampuan yang setara dengan pemain naturalisasi, begitu pola pikirnya. Minimal loh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, kenapa nggak mengeluarkan program untuk menggenjot kemampuan pesepak bola lokal? Itu lebih bijak daripada membatasi pemain naturalisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo mau ekstrem, harusnya nggak usah ada kuota pemain asing kalo pola pikirnya biar pemain Indonesia asli bisa bermain, bukannya membatasi pemain naturalisasi. Tapi jangan diambil, Pak. Serius, Anda nanti bisa dianggap ketua paling lucu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sangat disayangkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saya menyayangkan ada kebijakan seperti ini keluar dari jenengan, Pak Erick Thohir, terlebih ketika umur kepemimpinan Anda di PSSI baru seumur jagung. Sudah banyak pencinta sepak bola dan orang-orang peduli kondisi sepak bola yang berharap Anda jadi Ketua Umum PSSI untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Juga mayoritas voters memilih Anda agar memimpin federasi sepak bola negara ini dan berharap ada perubahan ke arah yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maaf beribu maaf, jangan sampai keputusan ini bikin seluruh insan sepak bola nasional jadi merasa menyesal mendukung Anda. Jangan sampai juga banyak yang menuntut Anda untuk mundur, karena kecewanya orang yang setia dan peduli jauh lebih menyakitkan dari kebencian dari seorang pembenci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran aja nih, Pak, jangan terlihat kayak alergi sama pemain asing. Jangan kayak Prancis, yang maunya juara, tapi nggak menghargai pemain berdarah asing. Sebutannya apa ya yang kayak gitu ya\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, rasis.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Faiz Attoriq<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pak-erick-thohir-nu-itu-bukan-voters-klb-pssi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pak Erick Thohir, NU Itu Bukan Voters KLB PSSI, Salah Sasaran, Bung!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau main buat Timnas Indonesia, dianggap WNI. Kalau main buat klub, dianggap naturalisasi. Pak Erick Thohir, maksudnya gimana?<\/p>\n","protected":false},"author":1661,"featured_media":181965,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[4154,8843,3261,3416,9035],"class_list":["post-207727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-erick-thohir","tag-klub","tag-naturalisasi","tag-pssi","tag-wni"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1661"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}