{"id":207326,"date":"2023-03-03T13:56:11","date_gmt":"2023-03-03T06:56:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=207326"},"modified":"2023-03-03T13:56:11","modified_gmt":"2023-03-03T06:56:11","slug":"sapa-mantan-beri-tahu-aku-cara-melupakan-rasa-sakit-yang-kau-beri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sapa-mantan-beri-tahu-aku-cara-melupakan-rasa-sakit-yang-kau-beri\/","title":{"rendered":"Sapa Mantan: Beri Tahu Aku Cara Melupakan Rasa Sakit yang Kau Beri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dear Mbak V, mantan yang nggak tahu nasibmu detik ini seperti apa. Bahkan aku nggak tahu apakah kamu kamu masih hidup atau sudah dikebumikan. Dalam surat ini, aku ingin menyampaikan banyak hal yang selama ini terpendam, yang berdiam di kerak-kerak hati yang terdalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah 9 tahun lebih kita berpisah dan beralih jadi mantan. Semua diawali dengan ego kita satu sama lain yang nggak bisa diredam menjelang malam pergantian tahun. Dan pada akhirnya, 4 Januari 2014, kita benar-benar berjarak, media sosial dan nomor teleponmu aku blokir semua, bahkan nomorku untuk menghubungimu sudah mati juga.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Egoku egomu<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenangan 1 tahun 9 bulan pun musnah, berakhir dengan keegoisan kita yang tidak bisa diredakan dengan berdamai. Bukan berarti kekanak-kanakan, tapi jalan bahagia untuk melupakan mantan memang beda, ada yang mengikhlaskan kepergian dengan tetap berteman, ada yang bermusuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku? Aku yang bermusuhan denganmu dengan harapan agar aku bisa melupakanmu dengan segenap masa lalu kita yang berpisah menjadi aku dan kamu. Memang, aku sekarang bisa lebih baik tanpamu, justru waktuku lebih menyenangkan apabila tidak terkekang olehmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu ingat, waktu cerita kalo aku mau menonton pertandingan sepak bola, kamu selalu marah dan cemburu sampai aku sengaja nggak cerita kalo aku ke sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang lebih konyol bin tolol. Kamu justru jalan-jalan sama mantan saat hubungan kita retak pada awalnya, juga masih menyimpan nomor teleponnya. Bodohnya, seharusnya aku yang minta putus dari awal karena aku nggak mau kamu jalan-jalan sama mantanmu yang dulu kamu anggap menyakitkan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, kebodohan itu sudah tidak terasa menyesakkan lagi, kan kita nggak pernah bersama lagi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Trauma yang kau beri<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak berpisah darimu, aku nggak bisa untuk mencari pengganti setelah kamu karena kita jadian sebelum aku diterima menjadi siswa SMA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak ada satu pun perempuan di sekolahku, bahkan sampai lulus kuliah yang bisa membuatku jatuh hati. Bahkan untuk membuatku tertarik saja tidak, pernah aku terpana pada seseorang, tapi tiba-tiba teringat rasa perih akan kegagalan kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan berarti aku nggak bisa move on dari kamu, melainkan nggak ada yang cocok sebagai tambatan hati yang terombang-ambing saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu tahu, ini yang nggak pernah kamu dengar tentangku setelah perpisahan kita, yaitu luka hati yang masih menganga sampai detik ini, sampai aku selesai menulis pesan ini. Setelah putus, aku nggak bisa membuka hati untuk siapa pun lagi bukan karena terlalu selektif, tapi aku terlalu lelah untuk mencintai seseorang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak waktu yang terbuang selama kita dulu menjalin kasih. Mulai dari habisnya waktu bersenang-senang karena membalas pesanmu yang sebenarnya nggak terlalu penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin aku kesal adalah setiap 10 menit nggak balas pesan, kamu marah-marah dan menuduhku macam-macam, kesannya lebih ketat dari wajib lapor dari kepolisian. Pun dengan waktu belajarku tersita karena waktuku habis untuk berpacaran lewat pesan, sampai nilai akademik selama menempuh SMA nggak bisa maksimal. Ini yang dinamakan mabuk cinta. Hampir 2 tahun kemudian kembali siuman dan nggak mau menenggaknya lagi meski setetes.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Trust issue<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai aku selesai menulis pesan ini, aku sangat sulit untuk jatuh cinta lagi, bahkan luka karena sayatan kejahatanmu nggak kunjung mengering, menutup saja nggak. Ini yang bikin aku sampai detik ini trauma berat untuk menjalin hubungan cinta lagi, kamu tahu trust issue kan? Ya, aku mengalaminya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain yakin karena nggak ada yang mau, aku takut kalo jatuh cinta lagi bakal tersakiti lagi karena nggak ada yang abadi, termasuk jatuh cinta. Aku takut kalo gagal lagi seperti kisah kita nanti, aku nggak bisa bikin kamu betah, buktinya saja kita akhirnya kandas sebelum mimpi kita langgeng itu terwujud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, aku sampai nggak bisa akrab dengan teman perempuan, kenapa? Aku takut kalo semakin akrab, semakin sering melibatkan perasaan yang berujung pada jatuh cinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya diskriminatif, aku sengaja mengambil jarak yang lumayan jauh dengan teman perempuan karena trauma yang berkepanjangan. Cuma Ibu, Budhe, Tante Nenek, dan anggota keluarga perempuan lain maupun kerabat uang pernah kukenal yang nggak bikin aku trauma. Merekalah yang mendukungku selama ini dan menjadi penguatku di berbagai kondisi, ya, cuma mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu yang dinamakan cinta? Kenapa justru selalu dibumbui konflik dan diakhiri dengan perpisahan yang menyakitkan kalo cinta itu kamu bilang indah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku seketika ingat dengan kata-kata Pat Kay (<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Zhu_Bajie\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zhu Bajie)<\/a> dalam serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kera Sakti<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti ini:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir. Walau deritanya hilang, ingatan hal yang menyakitkan dan mengerikan tidak akan hilang.&#8221;<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terima kasih, mantan, karena kamu, aku nggak pernah bisa atau berani untuk jatuh cinta lagi, bahkan enggan berteman akrab dengan perempuan. Bukannya mendoakan yang jelek, tapi semoga kamu bisa merasakan apa yang kurasakan saat kita berpisah 9 tahun silam.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Faiz Attoriq<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tutorial-balikan-dengan-mantan-buat-kalian-yang-gagal-move-on\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tutorial Balikan dengan Mantan buat Kalian yang Gagal Move On<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya<\/em><\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gara-gara kamu, aku tak bisa lagi percaya pada cinta. Rhemox.<\/p>\n","protected":false},"author":1661,"featured_media":180039,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[16,224,3479,18431,18589],"class_list":["post-207326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-hubungan","tag-mantan","tag-posesif","tag-sapa-mantan","tag-trust-issue"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1661"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207326"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207326\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/180039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}