{"id":205974,"date":"2023-02-27T12:27:16","date_gmt":"2023-02-27T05:27:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=205974"},"modified":"2023-02-27T12:27:16","modified_gmt":"2023-02-27T05:27:16","slug":"alun-alun-kidul-surga-kuliner-di-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-kidul-surga-kuliner-di-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Alun-alun Kidul, Surga Kuliner di Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yogyakarta adalah salah satu kota yang terkenal dengan kekayaan budayanya, termasuk dalam hal kuliner. Salah satu kuliner yang terkenal dan menjadi primadona di Yogyakarta adalah kuliner Alun-alun Kidul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum tahu, Alun-alun Kidul merupakan sebuah lapangan yang terletak di tengah-tengah kota Yogyakarta. Lapangan ini terkenal dengan keindahannya, terutama di malam hari ketika lampu-lampu warna-warni menyala dan menciptakan suasana yang romantis. Selain itu, di sekitar lapangan ini terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman, termasuk kuliner Alun-alun Kidul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai jujugan para wisatawan, tentunya kuliner di tempat ini nggak lagi diragukan rasanya. Selain rasa, ragamnya pun banyak. Jadi bagi yang misalnya nggak cocok dengan ayam geprek, bisa milih yang lain. Bagi kalian yang berminat untuk berkunjung, saya berani jamin, di tempat ini, kalian nggak akan kelaparan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecuali kalau nggak punya duit, beda cerita itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis kuliner Alun-alun Kidul Yogyakarta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner Alun-alun Kidul terdiri dari berbagai jenis makanan dan minuman tradisional, seperti gudeg, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bakmi_jawa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bakmi jawa<\/a>, nasi goreng, sate kambing, wedang ronde, es cendol, dan masih banyak lagi. Semua jenis makanan dan minuman ini dijual dengan harga yang terjangkau, sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner khas Yogyakarta tanpa perlu merogoh kocek yang dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu jenis makanan yang wajib dicoba ketika berkunjung adalah gudeg. Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan bumbu rempah yang khas. Gudeg biasanya disajikan dengan ayam atau telur, serta kerupuk dan sambal khas Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, sate kambing juga merupakan salah satu kuliner yang terkenal di Alun-alun Kidul. Sate kambing yang dijual di sini sangat lezat dan empuk, dengan bumbu yang meresap sempurna ke dalam daging.<\/span><\/p>\n<h2><b>Minuman tradisional yang endeus mantulita<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman tradisional yang juga menjadi favorit pengunjung Alun-alun Kidul adalah wedang ronde. Wedang ronde adalah minuman hangat yang terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan kacang hijau, jahe, dan gula merah. Minuman ini sangat cocok untuk dinikmati di malam hari ketika udara mulai dingin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, es cendol juga menjadi minuman yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Alun-alun Kidul. Es cendol yang dijual di sini sangat segar dan nikmat, dengan santan kelapa dan gula merah yang pas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner Alun-alun Kidul adalah kuliner yang sangat direkomendasikan bagi para wisatawan yang ingin merasakan kekayaan kuliner khas Yogyakarta. Selain makanan dan minuman yang lezat, pengunjung juga dapat menikmati keindahan Alun-alun\u00a0 yang romantis di malam hari. Jadi, jika kamu berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa mencicipi kuliner Alun-alun Kidul yang lezat dan mengenyangkan!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mei Devi Riskianda<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/geliatwarga\/alun-alun-utara-keraton-jogja-yang-kembali-sakral-dan-supardi-yang-tak-lagi-bisa-jualan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alun-alun Utara Keraton Jogja yang Kembali Sakral dan Supardi yang Tak Lagi Bisa Jualan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GAS, LUR!<\/p>\n","protected":false},"author":2106,"featured_media":207005,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[18550,2374,438],"class_list":["post-205974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-alun-alun-kidul","tag-gudeg","tag-kuliner"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2106"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205974"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205974\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}