{"id":205821,"date":"2023-02-17T10:20:20","date_gmt":"2023-02-17T03:20:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=205821"},"modified":"2023-02-20T08:03:19","modified_gmt":"2023-02-20T01:03:19","slug":"superhero-fatigue-ketika-film-superhero-mulai-bikin-enek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/superhero-fatigue-ketika-film-superhero-mulai-bikin-enek\/","title":{"rendered":"Superhero Fatigue: Ketika Film Superhero Mulai Bikin Enek"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari yang lalu, saya baru menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ant-Man and the Wasp: Quantumania<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bioskop. Biasanya, hati saya selalu berbunga-bunga setelah nonton film superhero di bioskop, baik itu Marvel atau DC. Tapi entah kenapa, setelah nonton film tersebut, saya merasa biasa-biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Googling sana-sini, yang saya rasakan tersebut juga dirasakan oleh jutaan orang lain di seluruh dunia. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah superhero fatigue. Dapat disimpulkan, superhero fatigue terjadi ketika penggemar film merasa bosan dengan film-film superhero, sebagus apa pun film tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ingat, sekitar 25 tahun yang lalu, saya sangat excited menonton film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Batman and Robin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, padahal film tersebut adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semua-fans-dc-pasti-sepakat-bahwa-batman-and-robin-adalah-film-batman-terburuk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">film superhero terburuk<\/a> sepanjang masa. Saya juga nggak henti-hentinya mengagumi peran epik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tobey-maguire-berperan-epik-di-film-spider-man-terbaik-no-debat-no-kecot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tobey Maguire<\/a> di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Spider-Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> garapan Sam Raimi. Gimana nggak senang coba, fantasi saya tentang cerita superhero yang biasa saya lihat di komik jadi kenyataan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan saya kian berbunga-bunga ketika saya menyaksikan Trilogy Batman garapan Christopher Nolan, ketika Marvel Studios mempersatukan banyak superhero dan villain dalam satu semesta film yang sama, maupun ketika Zack Snyder mengadaptasi Trinitas DC, Superman, Batman dan Wonder Woman ke layar lebar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hampir selalu menonton film-film superhero tersebut di bioskop. Beberapa di antaranya bahkan sengaja saksikan pada hari pertama penayangannya biar nggak kena spoiler. Tapi sekarang? Hanya beberapa film superhero yang saya tonton secara langsung di bioskop. Saya cuma nonton sisanya di rumah saja ketika sudah tersedia di layanan streaming.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa yang menyebabkan kita semua mengalami superhero fatigue?<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Terlalu banyak film dan series superhero<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerasa nggak sih sekarang terlalu banyak film dan series superhero yang dirilis dalam waktu berdekatan? Di awal kemunculannya, Marvel Studios hanya merilis dua atau tiga film superhero saja setiap tahunnya. Penonton dibikin penasaran dengan berbagai easter egg yang disisipkan baik pada tengah-tengah film maupun pada post-credit scene tiap film Marvel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang? Selain merilis dua atau tiga film superhero setiap tahunnya, mereka merilis series yang melengkapi film-film yang mereka tayangkan di bioskop. Kalau nggak nonton seriesnya ya bakalan bingung ngikutin filmnya. Mau nggak mau jadi harus nonton juga. Euforianya jadi nggak terjaga sebab ya, terlalu banyak.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/superhero-fatigue-ketika-film-superhero-mulai-bikin-enek\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>#2 Kualitas cerita yang menurun<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#2 Kualitas cerita yang menurun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya film dan series superhero yang dirilis belakangan ini tidak berbanding lurus dengan kualitas penulisan storylinenya. Kita bisa lihat bagaimana perubahan karakter-karakter superhero, villain, maupun karakter pendukung lainnya yang tiba-tiba jadi aneh dan nggak sesuai pakem aslinya dalam komiknya kan? Ada yang tiba-tiba mati, ada yang tiba-tiba jadi baik, ada yang tiba-tiba jadi jahat, dan ada juga yang tiba-tiba ngilang aja gitu. Hal tersebut lumrah banget. Susah banget untuk istiqamah meneruskan semesta yang sudah dibangun sejak belasan tahun yang lalu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Film superhero yang nggak lagi istimewa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 25 tahun yang lalu, jutaan orang di seluruh dunia dibuat kagum dengan aksi Spider-Man yang mampu berayun dari satu gedung ke gedung lainnya di New York City maupun ketika melihat Superman sanggup terbang dari satu benua ke benua lainnya dengan waktu yang sangat singkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di tahun 2023, adegan-adegan tersebut bisa kita sebut \u201cbiasa saja\u201d karena kita sudah menyaksikan puluhan film superhero yang menyajikan adegan audio visual seperti itu. Belum ditambah dengan film action lainnya yang turut menyajikan adegan serupa kayak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Avatar: The Way of Water<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau sejenisnya, jadinya udah nggak begitu spesial. Beda dengan puluhan tahun yang lalu ketika kualitas audio visual kayak gitu masih jadi barang langka..<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan itulah semua yang bikin kita mengalami superhero fatigue. Asupannya terlalu banyak, kualitasnya ya gitu-gitu saja. Seenak apa pun makanan, kalau kamu makan tiga kali sehari selama seminggu berturut-turut ya bakal bosan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau gitu tinggal adaptasi aja dari komiknya atuh?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, tidak semudah itu mengadaptasi cerita komik ke layar lebar. Andai semudah itu, kita udah melihat banyak film live action adaptasi manga terkenal macam, misal, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Monster_(manga)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Monster<\/a> <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karya Urasawa Naoki. Padahal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Monster<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya punya satu universe, bayangkan misal DC yang punya timeline yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau nggak mau, para produser kudu berpikir keras untuk menciptakan sesuatu yang baru. Kalau nggak, ya makin lama makin menurun minat orang datang ke bioskop. Apalagi untuk Marvel, ngapain coba rilis film di bioskop kalau nggak sampe tiga bulan kemudian, dirilis ke Disney+?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Raden Muhammad Wisnu<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/the-batman-film-superhero-kok-begini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The Batman: Film Superhero kok Begini?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gimana nggak bosen&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":180558,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[271,10770,17751,18485],"class_list":["post-205821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-bosan","tag-dc","tag-film-marvel","tag-superhero-fatigue"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205821\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/180558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}