{"id":205713,"date":"2023-02-16T08:00:24","date_gmt":"2023-02-16T01:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=205713"},"modified":"2023-02-15T23:24:27","modified_gmt":"2023-02-15T16:24:27","slug":"mempertanyakan-logika-wacana-bongkar-bangku-ijen-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mempertanyakan-logika-wacana-bongkar-bangku-ijen-malang\/","title":{"rendered":"Mempertanyakan Logika Wacana Bongkar Bangku Ijen Malang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bangku Jalan Besar Ijen, Kota Malang jadi viral belakangan ini. Bukan karena keunikan atau jadi destinasi wisata, tapi, bangku Jalan Besar Ijen malah jadi tempat mesum oleh pasangan muda-mudi yang nggak mampu mengerem syahwat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus asusila di bangku Jalan Besar Ijen sudah beberapa kali muncul, awalnya malam hari sehingga banyak yang minta lampu jalannya ditambah. Masyarakat menilai nekatnya pelaku asusila di malam hari ditengarai karena lampunya yang kurang banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Besar Ijen ini relatif remang-remang. Sudah daya lampunya nggak terlalu besar, jaraknya terlalu jauh pula. Eh, begitu dikeluhkan Jalan Besar Ijen saat malam jadi ajang mesum, tahu-tahu<\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jatim\/berita\/d-6538460\/muda-mudi-viral-terekam-bermesraan-di-bangku-jalan-ijen-kota-malang\"> <span style=\"font-weight: 400;\">siang harinya ada yang mesum juga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Padahal siang bolong, tapi nekat untuk berbuat asusila, pas ramai pula kondisi jalannya, kayak kucing kawin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma adegan cabul, Jalan Besar Ijen juga dipakai anak muda labil penikmat knalpot brong gathering. Suaranya knalpot nggak sesuai standar yang sangat toksik ini bikin masyarakat yang tinggal di sana resah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buntutnya dua insiden itu, awalnya bangku Jalan Besar Ijen diblokade dengan kayu sehingga nggak ada yang duduk di sana. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, pihaknya bakal bongkar semua bangku di Jalan Besar Ijen. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pembongkarannya akan dipertimbangkan kepastiannya dalam 2 pekan lagi, katanya siap menerima konsekuensi kritik.<\/span><\/p>\n<h4><b>Blunder parah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan untuk pembongkaran semua bangku di Jalan Besar Ijen Malang adalah blunder yang parah. Kenapa? Sebab, tindakan ini sebenarnya bukan solusi yang tepat untuk menghindari kasus asusila dan gangguan ketertiban masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak semua yang menggunakan bangku di jalan tersebut adalah orang yang kebelet bermesraan. Ada orang yang butuh istirahat sebentar di ruas Jalan Besar Ijen, misal habis bekerja dari tempat jauh atau mau healing sebentar. Bangku pedestrian ini juga dipakai keluarga kecil untuk momong anak atau berjalan-jalan menikmati jalanan besar itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, ada yang cukup penting, yaitu sepanjang jalan mulai Jalan Besar Ijen sampai Jalan Ijen adalah objek wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalanan besar ini adalah kompleks perumahan era kolonial Belanda yang antik dan pemandangannya menarik. Kalo bangkunya saja dicabut gara-gara dipakai mesum dan anak komunitas knalpot brong, apa solutif? Sama saja kayak begini, Anda punya lumbung padi tapi malas pakai jebakan buat tangkap tikus. Lalu, langkah yang Anda ambil adalah membakar lumbung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tikusnya sih tewas, tapi padinya langsung jadi abu. Buat apaaa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelaku mesum dan anak labil penikmat knalpot brong bakal lenyap, tapi wisatawan nggak mau datang juga. Habis jalan-jalan menyusuri Jalan Ijen, capek, terus istirahat, mau duduk di mana? Lesehan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena nggak ada fasilitas tersebut, otomatis Ijen nggak bakal dikunjungi wisatawan. Lha selain CFD saja pedestrian Ijen nggak lebih dari jalur pejalan kaki yang sepi, apalagi nggak ada kursinya, yang ada malah jadi lapak Mixue *eh*.<\/span><\/p>\n<h4><b>Salah konsep<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan seperti ini: petani dan peternak dilarang pakai celurit dan arit karena dua barang tersebut dipakai untuk klitih. Aneh kan? Begitu pula bangku Taman Ijen. Meski ada yang menyalahgunakan, bukan berarti lantas dicabut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bangku Taman Ijen nggak berdosa, peruntukannya memang bukan buat ena-ena. Kalau cabut bangku itu solusi yang masuk akal, kayaknya di Amerika sana semua bangku taman dicabut hanya karena dijadikan arena main skateboard. Nyatanya ya nggak kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa nggak menggencarkan razia atau sosialisasi penggunaan fasilitas umum yang bijak? Kan orang Indonesia kreatif, kalo bangkunya dicabut, yang berulah punya trik sendiri, misal mesum di balik pohon besar.<\/span><\/p>\n<h4><b>Sendiko dawuh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo ini mau Anda semua, silakan, Anda yang punya kebijakan, masyarakat cuma \u201csendiko dawuh\u201d. Protes pun terlambat, wong sudah direncanakan. Teruskan saja bongkar bangku Jalan Besar Ijen. Nggak apa-apa kok, kan Anda semua yang punya solusi yang bijak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri cuma bisa berdoa, semoga nggak menyesal jika ternyata pembongkaran bangku justru berdampak negatif bagi pariwisata Kota Malang.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Faiz Attoriq<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-tempat-yang-sebaiknya-nggak-dikunjungi-saat-ke-malang-raya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Tempat yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Saat ke Malang Raya<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Logikanya di mana coba?<\/p>\n","protected":false},"author":1661,"featured_media":205728,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[18472,985,5944,18473],"class_list":["post-205713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bangku-ijen","tag-malang","tag-mesum","tag-pembongkaran"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1661"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205713\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}