{"id":205375,"date":"2023-02-10T10:24:41","date_gmt":"2023-02-10T03:24:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=205375"},"modified":"2023-02-15T10:24:03","modified_gmt":"2023-02-15T03:24:03","slug":"tren-sigma-male-niatnya-bergaya-jatuhnya-maksa-total","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tren-sigma-male-niatnya-bergaya-jatuhnya-maksa-total\/","title":{"rendered":"Tren Sigma Male: Niatnya Bergaya, Jatuhnya Maksa Total"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thomas Shelby, Peaky Blinders, om-om ganteng berjenggot, Christian Bale nyengir-nyengir. Belakangan ini beberapa hal (cringe) di atas telah ditonton berjuta-juta orang di banyak platform sosial media dan di bawah satu hastag yang sama, #SigmaMale. Entahlah sejak kapan dan dari siapa tren sigma male ini bisa menjadi viral di sosial media. Saking viralnya, tren sigma male ini bahkan sudah menjadi culture yang menyetir mindset dan tingkah laku bagi para pengikutnya, pria-pria muda delusional yang kebelet disebut cool.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah awalnya sih saya biasa-biasa aja melihat narasi-narasi sigma male ini berseliweran. Dulunya saya menganggap narasi ini sebagai media self-improvement bagi kaum \u201cjantan\u201d untuk memaksimalkan potensi maskulinitasnya. Tapi kok saya lihat-lihat, tren ini kok lama-lama makin keluar jalur dan semakin meresahkan bagi nusa, bangsa, dan stabilitas dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membahas masalahnya lebih dalam, mari kita memahami konsep asli dari sigma male terlebih dahulu. Pada dasarnya, istilah ini pertama kali muncul dari klasifikasi <\/span><a href=\"https:\/\/theadultman.com\/love-and-lust\/socio-sexual-hierarchy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Socio Sexual Hierarchy<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dipopulerkan oleh Vox Day. Klasifikasi ini membagi kepribadian manusia secara hierarkis dalam berbagai tingkatan Alpha, Beta, Delta, Gamma, dan Omega. Dalam hierarki tersebut, tipe Alpha menjadi tipe yang menempati posisi paling tinggi dan tipe Omega menjadi tipe yang paling \u201cnrimo ing pandum\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas bagaimana dengan tipe Sigma? Menurut klasifikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Socio Sexual Hierarchy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tipe Sigma adalah tipe unggulan yang berada di luar hierarki tadi. Dengan kata lain, tipe Sigma adalah versi lain dari tipe Alpha sebagai tipe unggulan tapi dalam versi yang bebas dan \u201cfuck off\u201d dengan sistem hierarki sosial mainstream.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, ciri-ciri dari tipe kepribadian sigma bagi kaum pria sendiri antara lain: introvert, mandiri, rebel, eksentrik, misterius, bisa debus, kebal tembak peluru gotri, serta sifat-sifat keren nan menggatelkan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ulasan konsep kepribadian sigma male tadi, dapat kita lihat bahwa tipe kepribadian ini sukses mengangkat kesan maskulinitas dan sesuai dengan penggambaran \u201ccowok jantan\u201d yang selama ini dipropagandakan. Dan oleh karena itu lah, banyak cowok-cowok\u2014biasanya yang kurang hoki di percintaan\u2014yang tertarik dan akhirnya mencoba peruntungan mereka dengan mengadopsi secara prematur sifat-sifat sigma male tadi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tren-sigma-male-niatnya-bergaya-jatuhnya-maksa-total\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Dari sinilah permasalahannya bermula&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dari sinilah permasalahannya bermula. Banyak orang-orang awam tersebut berusaha terlalu keras (jatuhnya maksa) untuk menjadi seorang sigma secara tidak natural. Atas ketidaknaturalan inilah kepribadian sigma yang terbentuk menjadi melenceng jauh dari konsep awal sigma male itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penyelewengan besar yang kerap muncul dari tren sigma male gadungan ini adalah munculnya fenomena misoginis yang diartikulasikan sebagai bentuk maskulinitas pria-pria sigma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah misoginis sendiri berasal dari bahasa Yunani \u201cmisein\u201d, yang berarti \u201cmembenci\u201d, dan \u201cgyne\u201d, yang berarti \u201cwanita\u201d. Dari terminologis tersebut, misogini dapat didefinisikan sebagai sikap kebencian berlebih seseorang kepada kaum perempuan. Belakangan ini, sikap misoginis ini mencuat secara masif di sosial media dalam wujud tren sigma male. Tren sigma male tersebut tak ubahnya malah menjadikan kejantanan (palsu) para \u201clelaki sigma\u201d sebagai alat justifikasi untuk menindas harkat martabat kaum perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti fenomena misoginis dari tren sigma male ini dapat dilihat dari video-video ber-hashtag #SigmaMale yang seringkali memframing kejantanan \u201clelaki sigma\u201d ketika melakukan gerak-gerik penghinaan terhadap perempuan dan ditutup dengan cuplikan Christian Bale nyengir-nyengir sembari diiringi musik latar rusia. Sungguh karya paling cringe yang dapat dibuat oleh seonggok homo sapiens.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena misoginis ini jelas bukanlah hal yang patut disepelekan. Fenomena kebencian ini punya potensi besar untuk semakin tersebar dan merasuk ke mindset masyarakat, yang tentunya akan semakin memperkokoh mazhab toxic masculinity di otak masyarakat kita. Jika hal tersebut nantinya benar-benar terjadi, hancurlah semuanya. Tatanan kesetaraan gender yang diperjuangkan R.A Kartini, dkk akan musnah dikalahkan oleh cuplikan 15 detik Thomas Shelby dengan rambut palkonnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah susah memang kalo ngomongin tentang tren yang berbau gender di Indonesia. Sering sekali kalcer-kalcer tersebut ditunggangi untuk menebar arogansi gender masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka sudah saatnya kita berubah. Mau sampe kapan kita termakan oleh arus-arus tren unfaedah macam sigma male yang justru malah merusak pola pikir masyarakat kita. Sudah saatnya juga kita menyingkirkan tren-tren destruktif tersebut dan beralih pada tren-tren yang bersifat positif membangun bangsa. Demi Indonesia yang tronjal-tronjol maha asyik.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Farrel Ahmad Syakur<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perselingkuhan-karyawan-di-kantor-itu-terlalu-nekat-dan-bikin-repot-hrd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perselingkuhan Karyawan di Kantor Itu Terlalu Nekat dan Bikin Repot HRD<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dasar Thomas Shelby Kabupaten.<\/p>\n","protected":false},"author":2071,"featured_media":196725,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[11217,18428,18429],"class_list":["post-205375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-misoginis","tag-sigma-male","tag-thomas-shelby-wannabe"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2071"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205375"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205375\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}