{"id":205187,"date":"2023-02-09T09:00:45","date_gmt":"2023-02-09T02:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=205187"},"modified":"2023-02-08T20:53:40","modified_gmt":"2023-02-08T13:53:40","slug":"oversharing-tentang-enaknya-kerja-di-jepang-nggak-masalah-tapi-tolong-cerita-juga-bagian-nggak-enaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/oversharing-tentang-enaknya-kerja-di-jepang-nggak-masalah-tapi-tolong-cerita-juga-bagian-nggak-enaknya\/","title":{"rendered":"Oversharing tentang Enaknya Kerja di Jepang Nggak Masalah, tapi Tolong Cerita Juga Bagian Nggak Enaknya"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">Akhir-akhir ini di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/media-sosial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">media sosial<\/a> gencar postingan tentang enaknya kerja di Jepang. Katanya, nggak perlu jago berbahasa Jepang, cukup dengan bahasa Inggris. Selain itu, katanya hidup di Jepang juga serba praktis. Yah, faktanya kerja di Jepang memang demikian.<\/p>\n<p class=\"p1\">Sayangnya, hal-hal tadi belum tentu bisa dirasakan semua orang. Ada juga sisi nggak enaknya kerja di Jepang yang seharusnya juga diungkapkan di media sosial.<\/p>\n<h4 class=\"p1\"><strong><span class=\"s2\">Nggak semua perusahan Jepang open-minded<\/span><\/strong><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kebetulan ada satu orang Indonesia yang saya follow di media sosial dan blio bekerja di bidang IT dari sebuah perusahan Jepang yang sudah go international. Blio akhir-akhir ini senang posting soal enaknya kerja di Jepang. Tentu saja postingannya terlihat enak-enak saja sebab perusahaan tempatnya bekerja mengadaptasi sistem kerja luar negeri yang mementingkan kualitas pekerjaan, bukan gaya kerja Jepang kuno. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Minum-minum setelah kerja, lembur yang berlebihan, hingga hubungan senior-junior yang ketat merupakan sederet sisi gelap dunia kerja di Jepang. Selain itu, biasanya perusahaan Jepang akan merotasi karyawan ke cabang lainnya sehingga kadang seorang karyawan nggak hanya menguasai satu jenis pekerjaan, tapi jenis pekerjaan lainnya juga wajib dikuasai. Belum lagi soal berisiknya atasan kalau pekerjaan belum selesai sampai harus konfirmasi berulang kali.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><span class=\"Apple-converted-space\">Lha, kalau yang diposting soal kerja di Jepang adalah sistem kerja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/wfh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WFH<\/a>, ya jelas nggak bisa dibandingkan. Kalau WFH sih memang senikmat-nikmatnya pekerjaan. Kita nggak perlu berangkat ke kantor, hemat makan siang plus biaya lainnya pula. Padahal kan nggak semua kerjaan &#8220;enak&#8221; di Jepang seperti itu.<\/span><\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><strong><span class=\"s2\">Sosialisasi dengan manusia lainnya<\/span><\/strong><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><span class=\"Apple-converted-space\">Hal lain yang nggak dibagikan orang-orang soal kerja di Jepang adalah hubungan antarpekerja. Sebenarnya nggak cuma di Jepang sih, di Indonesia juga mungkin bisa kita jumpai hal serupa. Tapi, kalau di Jepang, selain hubungan yang kaku, kadang para karyawan terlalu memaksakan diri untuk bersosialisasi satu sama lain. <\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><span class=\"Apple-converted-space\">Misalnya nih beberapa karyawan ada yang mengadakan jamuan makan malam di tempat kerja sambil membawa pasangannya, mengundang teman kantor ke rumah, main golf bareng, dll. Penginnya sih biar akrab, tapi biasanya malah jadi kaku kayak kanebo kering<\/span>.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><strong><span class=\"s2\">Diskriminasi orang asing<\/span><\/strong><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Salah satu yang jarang sekali dibagikan soal dunia kerja di Jepang adalah diskriminasi terhadap orang asing. Sebenarnya kalau masih dalam batas bisa ditoleransi, urusan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Diskriminasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diskriminasi<\/a> ini biasanya nggak usah terlalu dipikirkan, sih. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Diskriminasi yang terjadi biasanya dianggap &#8220;rendah&#8221; ketimbang karyawan lokal sana. Biasanya sih pekerja kasar seperti di konstruksi bangunan yang menerima perlakuan nggak menyenangkan.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\"><strong>Upah lembur yang nggak dibayar<\/strong><\/span><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Bicara soal upah memang agak sensitif, ya, apalagi upah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/lembur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lembur<\/a> yang nggak dibayar. Sekali dua kali nggak dibayar dan jumlahnya sedikit mungkin nggak masalah, tapi lama-lama kalau diperlakukan nggak adil dan semena-mena ya siapa juga yang tahan. Kalau terjadi kasus seperti ini biasanya kita bisa melaporkan ke pihak berwenang sambil menunggu dan berdoa semoga ada solusinya.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Rentan kesepian<\/span><\/strong><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sudah bukan rahasia lagi kalau kerja di Jepang bisa bikin siapa pun stres lantaran tekanan dan ritme pekerjaan yang sangat tinggi. Jam tidur jadi terbatas dan waktu untuk diri sendiri tak jarang harus dikorbankan demi kerjaan. Kalau sudah begini, biasanya seseorang bakal merasa kesepian dan muncul perasaan hampa.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Eh, tapi kalau ini tergantung individu masing-masing juga. Ada orang yang bisa menghadapi situasi ini dengan baik, tapi ada juga yang merasa stres. Yah, hati orang siapa yang tahu, kan?<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><span class=\"Apple-converted-space\">Namanya juga media sosial, apa pun yang dishare ya kalau bisa yang bagus-bagusnya saja. Kalau banyak mengeluh nantinya takut dibilang alay dan nggak bersyukur.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p>Penulis: Primasari N Dewi<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengin-kerja-di-jepang-nih-rincian-biaya-yang-harus-dikeluarkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengin Kerja di Jepang? Nih, Rincian Biaya yang Harus Dikeluarkan<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h6><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada nga enaknya juga.<\/p>\n","protected":false},"author":1543,"featured_media":205326,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13086],"tags":[4642,1213,838,15115],"class_list":["post-205187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri","tag-bekerja","tag-jepang","tag-karyawan","tag-kerja-di-jepang"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1543"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205187"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205187\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}