{"id":204678,"date":"2023-02-02T09:45:23","date_gmt":"2023-02-02T02:45:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=204678"},"modified":"2023-02-02T09:45:23","modified_gmt":"2023-02-02T02:45:23","slug":"5-alasan-perempuan-suka-bakso","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-perempuan-suka-bakso\/","title":{"rendered":"5 Alasan Perempuan Suka Makan Bakso: Berdasarkan Wawancara dan Pengamatan dari Dekat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lima alasan perempuan suka makan bakso. Ah, kamu pasti agak gimana setelah membaca judul di atas. Tapi, ini adalah hasil riset dan pengamatan yang saya lakukan. Jadi, menurut saya sebagai penulisnya sendiri, pernyataan ini benar adanya. Nggak percaya? Izinkan saya menjelaskan alasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa waktu melakukan pengamatan, saya menemukan sebuah \u201ckebiasaan\u201d. Coba deh, sesekali, kalian para pembaca yang baik, perhatikan dengan baik warung bakso di sekitar tempat tinggal kalian. Amati betul-betul itu para pelanggan yang datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan amatan saya, pelanggan warung bakso itu rata-rata <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-kebiasaan-ibu-ibu-saat-belanja-yang-bikin-geleng-geleng-kepala\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ibu-ibu<\/a> dan remaja putri. Tentu saja ada pembeli laki-laki. Namun, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Nah, lucunya, kebanyakan penjual dan pramusaji di warung bakso itu laki-laki. Kebalikannya, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa saya bisa tahu sedetail itu? Ya karena rumah saya adalah warung bakso. HAHAHAHA\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah melakukan wawancara kepada para pelanggan perempuan, saya bisa menyimpulkan lima alasan mereka suka banget makan bakso. Inilah dia.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Soal rasa<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua teman saya, yang menjadi pengunjung warung bakso sepakat satu hal, yaitu soal rasa. Menurut mereka, kuliner ini paling enak. Rasa kuah yang gurih dan kenyal baksonya itu cocok di lidah mereka. Bagi para perempuan ini, perpaduan mi, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahaya-laten-harga-telur-naik-untuk-mahasiswa-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">telur<\/a>, dan sayuran membuat sajian seporsi bakso jadi makin lengkap. Mereka suka kuliner yang komplet dalam satu mangkuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan lainnya adalah rasa bakso itu bisa dimodifikasi. Misalnya dengan menambahkan kecap, saos, dan cuka. Sensasi menemukan racikan paling pas ini memberi sensasi tersendiri.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Cocok dimakan kapan saja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi ibu-ibu, terkadang mereka nggak punya waktu untuk menyediakan makanan di rumah. Bisa juga karena sudah lelah bekerja dan memilih membungkus saja. Nah, bakso ini salah satu kuliner yang cocok dimakan kapan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, katanya, waktu paling cocok untuk menikmati semangkuk bakso itu ketika hujan. Namun, yang lebih syahdu adalah kuliner yang bisa dimakan kapan saja dan nggak bikin ribet. Cocok sebagai kuliner keluarga.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Harganya masih terjangkau<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga seporsi bakso itu memang beda-beda. Namun, umumnya, ada di rentang 10 sampai 15 ribu rupiah. Sebagai kuliner yang bisa dimakan kapan saja, harga satu porsinya ini termasuk ringan untuk dompet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, istilah \u201ckapan saja\u201d ini nggak cuma merujuk jam atau cuaca. Yang saya maksud juga soal tanggal. Iya, semangkuk bakso itu sangat bersahabat dengan \u201c<a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/lifestyle\/read\/5017160\/tips-agar-tidak-ada-istilah-tanggal-tua-dalam-hidupmu-oshopers\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tanggal tua<\/a>\u201d di mana hilal gajian masih agak jauh di depan sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Variasinya banyak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal kuliner, manusia itu kadang cepat bosan. Mau laki-laki atau perempuan, pasti akan merasakan kondisi ini. Nah, ada alasannya perempuan suka sekali dengan bakso. Salah satu alasannya karena mereka bisa menemukan banyak variasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada bakso yang berbentuk tumpeng, yang datar, mini kayak kerikil, super jumbo, dan lain sebagainya. Soal jenis bahan dan isiannya, ada lobster, jamur, keju, sampai mercon. Variasi ini membuat ibu-ibu nggak perlu repot membuat semacam \u201cjadwal kuliner\u201d untuk keluarganya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Mudah ditemukan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, kuliner yang nikmat itu yang lokasinya tersembunyi. Sampai ada yang menamakannya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kuliner-hidden-gem-di-semarang-yang-wajib-dicoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hidden gem<\/a>. Namun, tahukah kamu, bagi banyak perempuan, khususnya ibu-ibu, unsur \u201cnggak ribet\u201d itu lebih menyenangkan. Iya, salah satunya bakso, di mana kamu bisa menemukannya dengan mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warungnya itu bertebaran dan masih banyak juga mamang-mamang yang keliling kompleks. Kondisi ini membuat ibu-ibu nggak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untu menyiapkan makanan untuk keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah lima alasan perempuan suka banget kuliner ini. Ini berdasarkan pengamatan di rumah sendiri yang menjadi warung bakso. Kalian punya teori lain, ayo bagikan di kolom komentar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ardi Ficri Harahap<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-intel-kalau-menyamar-seringnya-jadi-tukang-bakso\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa sih Intel kalau Menyamar Seringnya Jadi Tukang Bakso? Kan Bisa Jadi yang Lain Gitu<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Enak, murah, dan nggak ribet. Itulah mie ayam&#8230; eh salah, maksudnya bakso.<\/p>\n","protected":false},"author":1079,"featured_media":204723,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[936,18312,18313,18310,18311,438,15507],"class_list":["post-204678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bakso","tag-bakso-daging-sapi","tag-bakso-jamur","tag-bakso-jumbo","tag-bakso-mercon","tag-kuliner","tag-warung-bakso"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1079"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}