{"id":204030,"date":"2023-01-26T14:35:10","date_gmt":"2023-01-26T07:35:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=204030"},"modified":"2023-01-26T14:35:30","modified_gmt":"2023-01-26T07:35:30","slug":"informasi-bayar-ukt-yang-mepet-adalah-bukti-betapa-jeniusnya-birokrat-kampus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/informasi-bayar-ukt-yang-mepet-adalah-bukti-betapa-jeniusnya-birokrat-kampus\/","title":{"rendered":"Informasi Bayar UKT yang Mepet Adalah Bukti Betapa Jeniusnya Birokrat Kampus"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini, sebuah akun instagram dari salah satu kampus negeri ternama di Surabaya memposting sebuah informasi pembayaran UKT untuk semester genap yang akan berlangsung Maret nanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang mempertanyakan\u2014untuk tidak menyebutnya naik darah\u2014terkait kebijakan tersebut. Pasalnya, waktu yang diberikan dianggap sangat cepat. Yaitu mulai dari 23 Januari-3 Februari 2023.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, itu bukan waktu yang cepat-cepat amat, tapi hanya untuk yang keluarganya punya banyak uang. Kalau buat mahasiswa yang kere-kere seperti kita, ya lain cerita. Namun sepertinya para pemegang kebijakan di kampus tersebut sangat paham akan hal ini. Buktinya, di postingan tersebut ditulis begini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagi yang terlambat melakukan pembayaran, silahkan pilih cuti akademik. Batas pengurusan cuti paling lambat tanggal 28 Februari 2023 pada fakultas masing-masing.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, silahkan pilih cuti akademik. Bukan menginformasikan alternatif lain seperti keringanan UKT atau beasiswa. Sebuah saran yang sangat realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu juga alasan dari kenapa banyak yang bertanya-tanya sambil marah-marah di komentar postingan tersebut. Tapi kita sebagai mahasiswa yang terdidik tidak perlu marah-marah. Kenapa? Karena hal ini sebenarnya menunjukkan tingginya tingkat kepakaran para birokrat kampus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian bakal menyauti, \u201cKepakaran ndasmu.\u201d Eitss\u2026 tunggu dulu, ada alasan logisnya kok. Lewat informasi UKT telat tersebutm, mereka itu sebenarnya sedang mengajari kita tentang pentingnya menjadi manusia yang realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka sangat paham kalau mahasiswa kere seperti kita jangan sampai mengharapkan untuk bisa menikmati pendidikan tinggi. Karena akhirnya ya bakalan sulit sendiri. Kaum muda harus realistis dan hal tersebut lah yang mau diajarkan kepada kita. Sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk menjalani kehidupan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka pasti sudah khatam mengkaji <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tan_Malaka\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tan Malaka<\/a>. Bapak bangsa kita yang satu ini pernah berkata bahwa, \u201cIdealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari ini pun, masih banyak yang mempertanyakan apakah kita harus idealis apapun keadaannya. Tidak sedikit akhirnya para pemuda yang memilih menjadi realistis saja seiring dengan kenyataan hidup yang amat pahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Termasuk untuk mahasiswa juga, fenomena itu juga sangat relate. Dan, para birokrat kampus sangat paham hal tersebut. Sepertinya mereka sudah mengalami sendiri bagaimana kerasnya hidup ini. Karena itu mereka ingin kita menjadi realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mereka mengajarkan semua ini, juga adalah bukti bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung sebatas di dalam ruang kelas saja. Ada banyak cara dan ini adalah salah satunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengajarkan kita untuk realistis, mereka merekayasa semua ini dengan tujuan juga utnuk mengajarkan kita agar mahasiswa yang kritis. Buktinya adalah terkait dengan penginformasian soal UKT ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, pengumuman soal membayar UKT itu sebenarnya sudah diumumkan jauh-jauh hari melalui Surat Keputusan Rektor di bulan Juli 2022. Tapi kenapa kok baru ramainya sekarang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin saat pengumuman itu dikeluarkan jauh-jauh hari yang lalu, para birokrat kampus bertanya-tanya, \u201cLoh kok nggak ada yang protes? Ini kayaknya adek-adek mahasiswa kurang kritis.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mungkin membayangkan kita sudah kritis dan mempertanyakan sejak saat itu. Tapi, kok kelihatannya sepi-sepi bae.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka harus ada aksi lanjutan yang dilakukan demi membuat kita menjadi kritis. Itulah kenapa mereka pun sengaja telat satu hari mengunggah postingan tadi. Pembayaran UKT mulai tanggal 23 Februari, tapi postingannya diunggah tanggal 24 Februari. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka menggiring kita untuk mempertanyakan semua ini. Sungguh sebuah ide yang brilian untuk membuat mahasiswanya menjadi kritis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, mereka juga melakukan semua ini agar kita membuka kembali Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Betul, pendidikan merupakan hak segala bangsa, namun kok masih banyak yang mengeluh UKT mahal? Udah mahal, waktu tenggat pembayarannya cepet pula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana nasib orang tua dari mahasiswa yang tidak kaya? Bagaimana nasib mahasiswa yang harus bekerja sendiri untuk membayar UKT secara mandiri? Mereka sangat ingin kita berpikir kritis tentang ketimpangan pendidikan hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi, ini semua untuk memberikan pelajaran bahwa mahasiswa harus peka dengan apa yang ada di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa juga, mereka ingin kita melakukan aksi unjuk rasa lagi. Pasalnya, akhir-akhir ini udah sepi nih demo mahasiswa. Mereka kangen sepertinya dengan suasana mahasiswa demo sambil berteriak soal keadilan. Mereka juga kangen dengan suasana kampus pada malam hari yang digunakan untuk mengkaji isu-isu terkini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, ini waktunya untuk melakukan aksi. Tapi kalau memang semua suara mahasiswa itu nantinya tidak didengarkan oleh kampus, sudah saatnya kita buat konten mandi lumpur untuk membayar UKT.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Habib Muzaki<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-turunnya-ukt-adalah-misi-membuat-kampus-kaya-mahasiswa-sengsara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenius!<\/p>\n","protected":false},"author":2072,"featured_media":204100,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[18261,209,175,5957],"class_list":["post-204030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-informasi","tag-keuangan","tag-pendidikan","tag-ukt"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2072"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204030\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}