{"id":203602,"date":"2023-01-21T07:30:18","date_gmt":"2023-01-21T00:30:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=203602"},"modified":"2023-01-21T07:49:54","modified_gmt":"2023-01-21T00:49:54","slug":"bedah-rumah-dan-uang-kaget-atraksi-kemiskinan-di-layar-kaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bedah-rumah-dan-uang-kaget-atraksi-kemiskinan-di-layar-kaca\/","title":{"rendered":"Bedah Rumah dan Uang Kaget, Atraksi Kemiskinan di Layar Kaca"},"content":{"rendered":"<p><em>Bedah Rumah dan Uang Kaget seolah hanya memanfaatkan kemiskinan orang lain untuk dijadikan konten di televisi.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan menjadi miskin karena selain tidak enak juga rawan dieksploitasi. Begitulah ungkapan yang tepat karena untuk saat ini, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/orang-miskin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang miskin<\/a> memang rentan dimanfaatkan baik itu oleh para politikus, orang kaya untuk bikin konten, dan juga para pelaku industri TV.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, sampai saat ini acara TV yang menampilkan atraksi kemiskinan masih ada. Setidaknya ada dua dan dua-duanya merupakan acara yang diprakarsai oleh <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Helmy_Yahya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Helmy Yahya<\/a>, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bedah Rumah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Kaget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebuah acara realitas yang menampilkan orang miskin beratraksi dan jadi tontonan yang menyenangkan bagi orang-orang kaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bedah Rumah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Kaget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, keduanya sudah ada sejak sekitar tahun 2004 sampai 2011, lalu dihidupkan lagi pada 2017. Keduanya menjadikan kemiskinan sebagai tontonan yang seru menghibur bagaikan nonton sirkus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mulai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bedah Rumah.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Program ini di awal durasi akan ada kejutan bagi keluarga yang rumahnya akan dibedah dengan sedikit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">settingan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, kemudian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">host<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> akan mencoba dekat dengan keluarga penerima bantuan dan mengekspos kehidupan mereka yang memprihatinkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu rumah lama penerima bantuan akan dibongkar dan semua anggota <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/keluarga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keluarga<\/a> akan menangis. Selalu saja begini tiap episode. Mungkin mereka sudah disuruh menangis sebelum syuting dimulai. Lalu, keluarga penerima bantuan akan dibawa oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">host<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk pergi tempat sementara berupa hotel mewah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah atraksi selanjutnya dimulai. Tim kreatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bedah Rumah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seolah ingin mempertontonkan orang-orang miskin menjadi norak dengan membawa mereka ke tempat-tempat yang belum mereka datangi. Tak sampai di situ, keluarga penerima bantuan juga diajak untuk makan malam yang enak di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/restoran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">restoran<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini juga terjadi atraksi kemiskinan di mana orang-orang miskin lagi-lagi terlihat norak dan kaget ketika disuguhi makanan-makanan yang enak yang mungkin bagi sebagian orang bukanlah hal yang asing. Lanjut ke puncak acara, yaitu penyerahan rumah yang sudah dibedah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span>ita bisa melihat pola yang selalu sama, keluarga penerima bantuan akan menangis haru yang sejadi-jadinya. Sudah jelas kalau mereka disuruh untuk melakukan itu. Jika ekspresinya biasa-biasa saja, tidak akan seru, tidak ada yang bisa dijual kalau ekspresi mereka biasa saja.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita beralih ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Kaget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mempertunjukkan atraksi kemiskinan lebih brutal. Pertama, peserta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Kaget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan di-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">prank<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai kaget dan menangis untuk hiburan pemirsa di rumah. Kemudian Mr Money memberikan sejumlah uang untuk peserta yang harus dihabiskan selama kurang lebih tiga puluh menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah pertunjukan sebenarnya terjadi, kita bisa tebak pasti polanya selalu begitu. Peserta akan sedikit kesulitan menghabiskan uang yang sebenarnya tidak terlalu banyak kalau kita pintar dalam menghabiskannya. Uang Rp12 juta sangat mudah dihabiskan dalam sekejap. Mampir saja ke toko elektronik lalu beli satu unit televisi 4K dan satu mesin cuci <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">front loading<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Selesai perkara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi mungkin acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Kaget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini memiliki aturan bahwa si peserta harus lari-lari ke sana kemari membeli barang-barang recehan, bahkan ada yang barang dengan harga puluhan ribu perak saja. Lagi pula, kalau menghabiskannya dalam waktu sekejap, tidak ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/konten\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konten<\/a> yang dijual, tidak bisa ditayangkan di TV.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bedah Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Kaget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah atraksi kemiskinan yang para talentanya adalah orang-orang miskin yang rela dipertontonkan dan melakukan atraksi bagi para pemirsanya. Terlepas dari itu semua, saya mengerti kalau membantu orang miskin tanpa pamrih itu sangat sulit untuk dilakukan. Membantu orang miskin dengan menyuruh mereka mempertontonkan kemiskinan di layar kaca sambil menghasilkan cuan tentunya adalah hal yang menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Hilman Azis<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagi-rakyat-miskin-pemerintah-memang-tak-pernah-lebih-baik-ketimbang-acara-bedah-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagi Rakyat Miskin, Pemerintah Memang Tak Pernah Lebih Baik Ketimbang Acara Bedah Rumah<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang penting banyak yang nonton.<\/p>\n","protected":false},"author":1160,"featured_media":203637,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[4954,790,7046],"class_list":["post-203602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-bedah-rumah","tag-kemiskinan","tag-uang-kaget"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1160"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203602"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203602\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}