{"id":203291,"date":"2023-01-18T11:16:48","date_gmt":"2023-01-18T04:16:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=203291"},"modified":"2023-01-18T13:28:58","modified_gmt":"2023-01-18T06:28:58","slug":"malin-kundang-nggak-bakalan-minta-ibunya-live-tiktok-mandi-lumpur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malin-kundang-nggak-bakalan-minta-ibunya-live-tiktok-mandi-lumpur\/","title":{"rendered":"Sejahat-jahatnya Malin Kundang, Dia Nggak Bakalan Minta Ibunya Live TikTok Mandi Lumpur"},"content":{"rendered":"<p><em>Malin Kundang bakal jiper sama orang yang nyuruh orang tuanya mandi lumpur<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita tentang Malin Kundang tampaknya akan sangat melekat di pikiran dan lubuk terdalam hati kita. Karena sering kali diceritakan sebagai teladan kepada seorang anak untuk tidak durhaka kepada orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malin, saudagar kaya raya yang dihukum ibunya menjadi batu, karena Malin sudah dibutakan oleh harta dari perantauan, sampai dia tidak sudi mengakui wanita lusuh dan kotor yang menghampirinya suatu waktu adalah ibunya sendiri. Bagaimanapun, Malin Kundang layak dihukum menjadi sebongkah batu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, apa hukuman yang pantas untuk anak yang malah sengaja membuat orang tuanya tampak kotor, lusuh, dipublikasikan pula?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan viral konten live dari salah satu akun TikTok yang merekam orang tuanya untuk mandi dikubangan air yang bercampur dengan lumpur. Tidak hanya melibatkan ibunya, tapi juga melibatkan kakek dan neneknya. Untuk duduk di tengah kubangan air yang keruh dengan durasi waktu yang cukup panjang. Orang tua itu tampak tersiksa, mereka menggigil kedinginan, namun pemilik akun tiktok tersebut menyebutnya \u201cmenghibur pengguna TikTok\u201d seperti yang ditulis di thumbnail videonya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOrang-orang ini berupaya untuk menarik perhatian dengan berbagai macam strategi, salah satunya live mandi lumpur di TikTok itu. Tujuannya tentu untuk mendapat popularitas dan bersaing dengan penghasil konten lain. Di mana popularitas ini bisa menghasilkan uang. Mau tidak mau praktik eksploitasi kemiskinan semacam ini diakui bisa menarik perhatian orang banyak,\u201d seperti <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/news\/indonesia\/dini-suciatiningrum\/fenomena-mandi-lumpur-viral-dosen-unair-demi-dapat-popularitas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pendapat<\/a> Angga Prawadika Aji Dosen Departemen Komunikasi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak membenarkan apa yang Malin Kundang lakukan, tapi, melihat orang tua mandi lumpur tersebut, saya jadi berpikir kalau Malin ternyata masih mendingan. Bahkan, Malin saja nggak kepikiran segitunya kepada orang tuanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maling Kundang yang durhaka saja perlu merantau jauh dan berdagang dahulu untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Malin Kundang tidak pernah mengeksploitasi ibunya sebagai jalan cepat menumpuk harta, meraih popularitas, dan pengakuan orang lain. Ia malah yang sengaja bekerja keras, rela jauh dari pulau tempatnya tinggal untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit harta, menata kehidupan yang lebih layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malin Kundang tidak mau ibunya terlihat kotor, lusuh, dan dekil. Sehingga saat pertemuan sebelum ibunya mengutuk dia sebagai batu, dia tidak sampai hati mengakui bahwa wanita itu adalah ibunya. Hatinya menolak keadaan demikian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha ini, ada orang yang malah dengan sadar dan sengaja, bahkan niat yang sungguh-sungguh mempertontonkan ke khalayak ramai penampilan ibunya yang lusuh, kotor, dan dekil. Bahkan tidak hanya ibunya, tapi juga ayahnya dan kakek-neneknya. Ini sangat berbanding terbalik dengan Malin Kundang. Malah lebih parah dari Malin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sangat percaya, jika Malin Kundang hidup di zaman sekarang, dia tidak akan sampai hati untuk menyuruh ibunya mandi lumpur, kedinginan, dan menjadi tontonan. Melihat ibunya tampak dekil dan kotor saja Malin tidak mau. Bahkan aku juga sangat yakin jika Malin Kundang hidup zaman sekarang dia termasuk salah satu warganet yang akan buka suara menanggapi fenomena ini .<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya betul-betul nggak paham sama fenomena tersebut. Mungkin benar kata orang kalau zaman ini zaman yang edan, dan sepertinya keedanan ini akan terus berlanjut.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Alief Irfan Choiri<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cukup-malin-kundang-saja-yang-dikutuk-pemerintah-jangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cukup Malin Kundang Saja yang Dikutuk, Pemerintah Jangan!<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ampus, Bon!<\/p>\n","protected":false},"author":2067,"featured_media":177815,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[4006,17044,5201],"class_list":["post-203291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-malin-kundang","tag-mandi-lumpur","tag-tiktok"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2067"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}