{"id":203211,"date":"2023-01-17T10:03:23","date_gmt":"2023-01-17T03:03:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=203211"},"modified":"2023-01-17T10:03:23","modified_gmt":"2023-01-17T03:03:23","slug":"membongkar-rahasia-sinetron-jelek-bisa-punya-ribuan-episode","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membongkar-rahasia-sinetron-jelek-bisa-punya-ribuan-episode\/","title":{"rendered":"Membongkar Rahasia Sinetron Jelek Bisa Punya Ribuan Episode"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, kebanyakan dari kita sudah semakin malas menonton <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-acara-televisi-yang-sebaiknya-ditayangkan-kembali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">televisi<\/a>. Apalagi para anak muda yang semakin lekat dengan dunia digital. Namun, perlu diakui juga bahwa penonton televisi masih sangat banyak. Khususnya mereka yang mencari hiburan \u201cgratis\u201d, salah satunya sinetron. Meski berstatus sinetron jelek, tetap saja ditonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, dari sekian banyak program televisi, nampaknya sinetron masih menjadi yang nomor satu dari segi rating. Sinetron tetap disukai masyarakat walaupun ceritanya ngawur bukan main dan episodenya bisa mencapai ribuan. Pertanyaannya, kenapa sinetron jelek bisa punya ribuan episode?\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Mengeruk uang sebanyak mungkin<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan pertama adalah karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-film-yang-cocok-ditonton-saat-hujan-bikin-hangat-acara-nonton-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumah produksi<\/a> ingin uang sebanyak-banyaknya. Semakin banyak episode yang tayang, uang yang akan diterima juga semakin menggiurkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hanya 10 episode saja, uang yang dihasilkan juga akan sedikit. Para aktor dan aktrisnya pun serta kru sinetron akan kebagian sedikit honor. Jika hanya mengejar idealisme, dapur para pelaku industri sinetron tidak akan ngebul. Oleh sebab itu, sinetron jelek, asal diterima masyarakat, akan terus dilanjutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kalau kita lihat drama Korea, jumlah episodenya paling banyak adalah 25 saja. Apalagi drama Jepang yang maksimal hanya 12 episode sehingga kualitas yang dihasilkan jauh lebih baik karena ceritanya terarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Masyarakat yang semakin tidak sabaran<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kedua adalah karena masyarakat penggemar sinetron saat ini itu semakin tak sabaran menunggu episode selanjutnya. Mereka pengin setiap hari ada episode baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika menggunakan sistem musim dengan jumlah episode sedikit, masyarakat pecinta sinetron tidak akan sabaran dan akhirnya melupakannya. Meski demikian, ada satu sinetron yang kini menggunakan sistem musim yaitu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menghitung-pendapatan-kang-bahar-kepala-preman-di-preman-pensiun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Preman Pensiun<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya semua sinetron jelek itu memakai sistem penayangan seperti Preman Pensiun, mungkin kualitasnya akan meningkat. Sayangnya, sistem stripping masih menghasilkan keuntungan yang besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Yang bagus di platform berbayar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ketiga adalah sekarang pihak rumah produksi mulai memproduksi serial yang lebih berkualitas di platform streaming berlangganan dengan segmen pasar yang berbeda. Rumah produksi sadar kalau sinetron jelek di televisi itu memang ampas, tapi bisa menghasilkan keuntungan. Nah, keuntungan inilah yang digunakan untuk membuat web series dengan kualitas cerita yang lebih baik dan jumlah episode yang sedikit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas web series lebih baik karena tidak mengandalkan iklan dan mengambil keuntungan dari platform berlangganan alias uang dari pelanggan itu sendiri. Sedangkan sinetron jelek itu gratis dan mengandalkan sponsor, makanya kualitasnya jelek karena para penontonnya tidak membayar sepeser pun selain nonton iklannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Selera pasar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan keempat adalah karena meski jelek, sinetron tetap ditonton. Intinya sih soal <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/berita-terkini\/tips-agar-produk-disukai-oleh-pasar-atau-masyarakat-bagi-produsen-1yfKX505WIY\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">selera pasar<\/a>. Meski kualitasnya bagus, kalau nggak ada yang menonton, ya nggak bakal lanjut. Sementara itu, pasar menghendaki sinetron yang \u201cgitu-gitu aja\u201d. Kalau ramai, ya lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, itulah kira-kira alasan kenapa sinetron jelek bisa mencapai ribuan episode dengan jalan cerita ngawur dan juga kualitas produksi asal-asalan. Singkatnya karena masyarakat penggemar sinetron itu sendiri yang menginginkan, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Hilman Azis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/preman-pensiun-peaky-blinders-versi-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Preman Pensiun: Sinetron yang Berpotensi Jadi Peaky Blinders versi Indonesia<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa yang jelek malah disukai?<\/p>\n","protected":false},"author":1160,"featured_media":203216,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[1134,5634,18146,6328,9219],"class_list":["post-203211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-sinetron","tag-sinetron-indonesia","tag-sinetron-jelek","tag-televisi","tag-web-series"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1160"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203211"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203211\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}