{"id":202858,"date":"2023-01-13T10:58:58","date_gmt":"2023-01-13T03:58:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=202858"},"modified":"2023-01-13T10:58:58","modified_gmt":"2023-01-13T03:58:58","slug":"manusia-tanpa-kepentingan-itu-nggak-bakal-ada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/manusia-tanpa-kepentingan-itu-nggak-bakal-ada\/","title":{"rendered":"Manusia Tanpa Kepentingan Itu Nggak Bakal Ada!"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya tipikal orang yang nggak pernah ngarep sesuatu dari sebuah pertemanan.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira adakah teman kalian yang pernah berkata demikian? Lalu, apakah perkataannya dapat dibuktikan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak jarang ungkapan klise seperti itu, tiba-tiba keluar dari manusia yang menamai dirinya seekor teman, dengan logat disegar-segarkan penuh kemantapan. Ada juga dengan tindakan yang tak sewajarnya, perhatian sekali melebihi ibu bapak pada anaknya, tanpa adanya alasan yang jelas\u2014biasanya sering berlaku pada senior yang ngincer juniornya. Bukannya saya ingin menafikan kebaikan-kebaikan mereka. Namun, karena kita manusia, dan sejak jaman SD kita sudah akrab dengan larik lagu, <\/span><b><a href=\"https:\/\/id.wikiquote.org\/wiki\/Ada_udang_di_balik_batu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ada udang di balik batu<\/a>!<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berani mengatakannya, karena meyakini cah-cah sekarang yang berlagak menggaungkan istilah khoirunnas anfa&#8217;uhum linnas, sejatinya tak lain bukti nyata dari peribahasa di atas tadi. Pokoknya nggak nemu dah, orang yang berangkat dari hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang tak ada yang salah dari istilah di atas. Tapi di era sekarang, istilah itu sudah ada penambahan yang tak tertulis, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, <\/span><b>wabil khusus bagi saya.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, secara tidak langsung, kita yang menempatkan diri sebagai manusia bermanfaat, ternyata tidak memberlakukannya pada semua manusia. Hanya pada yang mendatangkan manfaat saja. Hidup enak dengan manfaatin orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu sangat tampak dan sangat terasa bagi saya yang kemarin berstatus sebagai mahasiswa baru. Jangan heran jika kalian nanti ada di posisi yang sama. Persiapkan diri aja untuk ditarik sana sini, soalnya <\/span><b>maba<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> cenderung dianggap polos dan akan menjadi target utama untuk melancarkan kepentingan oknum berkedok organisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya agak risi jika ada senior yang dengan penuh kemantapan bicara, ditambah sugesti yang kurang ngena. Bilang kalo kita di sini itu keluarga, tidak ada kesenioritasan dalam keluarga kita. Atau apa aja yang sekiranya masih bisa dimanis-maniskan. Yang beginian emang andalan manusia utopis, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masih belum puas, dan masih ada yang ngotot bilang, \u201cPasti ada orang yang nggak berkepentingan,\u201d izinkan saya memberikan contoh, sosok yang paling dekat dengan kita. Orang tua. Kita nggak bakal kepikiran yang tidak-tidak kalo sudah berkaitan dengan orang tua, atau lebih tepatnya menghindari pemikiran tersebut. Tapi kenyataannya orang tua itu juga mempunyai kepentingan pada diri kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekolah itu beban, men. Soalnya terlampau banyak harapan orang tua yang dipikulkan ke pundak kita. Apalagi orang seperti saya, statusnya anak petani. Wong sugih pun yang kayaknya udah nggak bakal kekurangan, banyak juga kok, yang masih menaruh harap berlebihan sama anaknya. Bedanya, cuma kalo wong sugih itu nggak sesuai espektasi, mungkin masih tenang. Lah duit banyak, kok. Kalo orang tani kayak saya ini, mungkin bisa cepet mati, karena mikirin kekecewaan orang tua. \u201cUdah ngeluarin banyak duit, nggak jadi apa-apa juga!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sadar atau tidak, harapan-harapan seperti itu adalah kepentingan pribadi. Jika anaknya si A sukses, otomatis si A akan sangat membanggakannya, dan pamor sebagai orang tua bakal naik daun. Ini sekadar contoh, tak ada niatan untuk mengkritik orang tua siapa pun. Karena emang sewajarnya kita sebagai anak bisa membanggakan mereka. Dan kalimat ini, contoh menghindari pikiran tidak-tidak ke mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibayangkan, orang terdekat kita pun masih mempunyai kepentingan. Apa lagi cuma seorang teman yang tak jarang nusuk dari belakang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Emang, mana ada makhluk sosial seperti kita yang tak mempunyai kepentingan. Lah, wong sering kita elu-elukan itu tentang simbiosis mutualisme, mengharap, mengharap dan mengkhayal\u2013\u201cnanti kalo saya berteman dengan dia bakal tajir dah, nanti kalo anak saya sukses bakal tenang keluar rumah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita kenal seseorang itu pasti ada penyebabnya. \u201cNggak kok, cuma nambah relasi, tok.\u201d Hei, lagu lama itu. Sekarang udah 2023 loh! Nggak bakal laku. Karena relasi jaman ini, udah penuh makna tersirat, dan itu pasti! Entah relasi biar nantinya kita mudah dapet lowongan kerja, atau karena seseorang yang kita kenal itu memiliki peran strategis dalam hal yang kita incer. Kan, punya orang dalam itu, enak!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya hidup ini penuh dengan kepentingan-kepentingan. Adakah manusia yang tanpa kepentingan? Saya jamin nggak bakal nemu! Atau kalau nemu, paling seribu banding setengah. Saya nggak bilang satu, soalnya setengahnya dari yang satu ini pasti sudah diisi dengan segala kepentingannya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Faris Al Farisi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/sebelum-bacot-mari-pahami-hakikat-konflik-kepentingan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebelum Bacot, Mari Pahami Hakikat Konflik Kepentingan<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mana ada orang kek gitu.<\/p>\n","protected":false},"author":2061,"featured_media":202889,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[18111,199,18112,3645],"class_list":["post-202858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-kepentingan","tag-manusia","tag-pamrih","tag-tulus"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2061"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202858"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202858\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}