{"id":20203,"date":"2019-11-11T12:38:40","date_gmt":"2019-11-11T05:38:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=20203"},"modified":"2021-09-28T13:15:24","modified_gmt":"2021-09-28T06:15:24","slug":"mengenal-ok-boomer-untuk-generasi-tua-yang-dianggap-sotoy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-ok-boomer-untuk-generasi-tua-yang-dianggap-sotoy\/","title":{"rendered":"Mengenal &#8220;OK Boomer&#8221; untuk Generasi Tua yang Dianggap Sotoy"},"content":{"rendered":"<p>Selain \u201cOK Google\u201d, muncul lagi satu istilah yang pakai kata-kata \u201coke\u201d dan sedang <em>hype <\/em>di media sosial: \u201cOK Boomer\u201d. Menurut <em>Dictionary.com, <\/em>istilah yang satu ini digunakan secara lucu-lucuan untuk <em>call out or dismiss out-of-touch or close-minded opinions associated with the baby boomer generation and older people more generally.<\/em><\/p>\n<p>Dengan kata lain: ia merupakan kata-kata <em>insult <\/em>untuk generasi yang lebih tua. Karena kata yang dipakai adalah <em>boomer, <\/em>otomatis ini mengingatkan kita pada generasi <em>baby boomer.<\/em><\/p>\n<p>Loh, loh, kok bisa sih <em>baby boomer <\/em>dikatain sebagai generasi yang lebih tua? Kan \u201cbaby\u201d???<\/p>\n<p><em><span style=\"text-decoration: line-through;\">Hadeeeeeh, pacarmu yang udah dewasa itu juga masih kamu panggil \u201cbaby\u201d!<\/span><\/em><\/p>\n<p>Dilansir dari <em><a href=\"https:\/\/www.nbcnews.com\/better\/lifestyle\/ok-boomer-diving-generation-what-does-it-mean-ncna1077261\">NBC News<\/a>, <\/em>nama <em>baby boomer <\/em>pertama kali digunakan di sebuah artikel pada tahun 1963. Hal ini merujuk pada satu penjelasan: generasi di mana orang-orang dilahirkan satu dekade setelah Perang Dunia II. Di masa itu, angka kelahiran meningkat pesat di Amerika Serikat\u2014membuat kita semestinya tak heran betapa generasi ini disebut sebagai <em>baby boomer.<\/em><\/p>\n<p>Tapi, meskipun \u201cOK Boomer\u201d dan <em>baby boomer <\/em>sama-sama mengandung kata <em>boomer <\/em>di dalamnya. Ternyata bukan berarti kata hinaan lucu-lucuan ini cuma khusus ditujukan pada orang-orang yang lahir di akhir Perang Dunia II. Ungkapan ini lahir sebagai kata-kata ironi untuk mengkritisi kelakuan orang-orang tua yang\u2014sadar atau tidak sadar\u2014sering kali melakukan apa yang\u2014rasa-rasanya\u2014bisa kita gambarkan sebagai&#8230;<\/p>\n<p>&#8230; \u201caksi-nyalah-nyalahin-milenial\u201d.<\/p>\n<p>Perbandingan yang nggak seimbang antara generasi milenial yang dianggap \u201ckok gitu\u201d, lantas dinilai jauh lebih tidak baik dibandingkan generasi sebelumnya adalah pemicu. Selama beberapa tahun, milenial sering kali disalahkan dan dipermalukan.<\/p>\n<p>Generasi milenial, seperti yang disebutkan oleh Caitlin Fisher\u2014penulis buku <em>The Gaslighting of the Millenial Generation\u2014<\/em>kerap \u201cdipaksa\u201d menghadapi keadaan penuh utang, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/ulasan\/pojokan\/jadi-anak-magang-dan-nggak-dibayar\/\">magang yang nggak dibayar-bayar<\/a>, pekerjaan paruh waktu, dan hal-hal berat lainnya tanpa dukungan yang cukup. Seringnya, generasi yang lebih tua hanya balik berkisah bahwa pada masanya dulu, mereka melakukan hal yang hal yang lebih sama, bahkan lebih berat.<\/p>\n<p>Padahal\u2014ya ampun\u2014siapa sih yang suka dibanding-bandingin? Dikiranya hidup kita sekarang ini mulus terus kayak mukanya mbak-mbak model iklan obat jerawat, ya? Dikiranya kita nggak kelabakan juga ngelihat harga bahan pokok naik, sementara kita belum bayar listrik, ya? Dan\u2014mohon maaf nih\u2014memangnya kita nggak berhak komplain? Hmmm???<\/p>\n<p>Dari semua yang terjadi di atas itulah istilah \u201cOK Boomer\u201d lantas muncul sebagai kata-kata hinaan.<\/p>\n<p>Kalau dibandingkan dengan istilah yang sudah lebih dulu terkenal, kayaknya bisa-bisa aja kita mengingat ungkapan \u201cNgomong sama tangan!\u201d yang kondang melegenda di kalangan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/detektif-conan-dan-cita-cita-anak-90-an-pengin-jadi-detektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">anak-anak 90-an<\/a>. \u201cNgomong sama tangan!\u201d adalah respons untuk menanggapi aksi atau ucapan yang <em>ra mashoook <\/em>dari orang-orang yang sok tahu dan nggak <em>open-minded <\/em>(menurut kita wkwk). Nah, setelah melalui perkembangan zaman, ungkapan ini lantas <em>reborn <\/em>menjadi \u201cOK Boomer\u201d\u2014tapi dengan tujuan yang lebih spesifik: untuk orang-orang tua yang lahirnya bertahun-tahun lebih dulu dibanding generasi milenial dan generasi Z.<\/p>\n<p>Yah, meski ini cuma untuk lucu-lucuan, pastikan kamu menggunakannya dengan bijaksana. Ingat, ini nggak bakal jadi lucu kalau kamu mengirim \u201cOK Boomer\u201d setelah bosmu di kantor memintamu menyelesaikan proposal kantor sesegera mungkin hari ini.<\/p>\n<p>Lagian, ngapain juga ngirim ke bos? Mending ngirim ke mertua.<\/p>\n<p>Eh, itu \u201cbumer\u201d (<a href=\"https:\/\/tirto.id\/membongkar-ketegangan-antara-menantu-mertua-wanita-cxoQ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bu Mertua<\/a>) ding, bukan <em>boomer.<\/em><\/p>\n<p>Auk ah, garing. Dah!<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/baby-boomers-sotoy-bilang-milenial-dan-genz-hidup-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cuma Baby Boomers Sotoy yang Bilang Milenial dan Gen Z Hidup Enak<\/a> <b><\/b>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aprilia-kumala\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aprilia Kumala<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski cuma lucu-lucuan, tapi ini nggak bakal jadi lucu kalau kamu mengirim \u201cOK Boomer\u201d setelah bosmu minta menyelesaikan proposal kantor sesegera mungkin.<\/p>\n","protected":false},"author":416,"featured_media":141987,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[4273,4448,4447],"class_list":["post-20203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-baby-boomers","tag-gen-z","tag-ok-boomer"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/416"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20203\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}