{"id":201772,"date":"2023-01-03T10:00:06","date_gmt":"2023-01-03T03:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=201772"},"modified":"2023-01-03T11:31:52","modified_gmt":"2023-01-03T04:31:52","slug":"orang-indonesia-sering-pilih-lagu-yang-nggak-nyambung-sama-konsep-pernikahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-indonesia-sering-pilih-lagu-yang-nggak-nyambung-sama-konsep-pernikahan\/","title":{"rendered":"Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari &#8220;November Rain&#8221; sampai &#8220;Ojo Dibandingke&#8221; pernah saya dengar jadi lagu pernikahan. Kenapa sih masyarakat kita kalau pilih lagu pernikahan cenderung nggak nyambung sama konsepnya?<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, memutuskan bekerja di sebuah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedding venue <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">setelah dinyatakan lulus dari fakultas hukum cukup membuat saya mengalami <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/culture-shock\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">culture shock<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering dibuat takjub oleh beragam kejadian yang saya alami selama bekerja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan jenaka, dan sebagian lainnya juga sering bikin sakit kepala. Namun kali ini kita mulai dari kasus sederhana dulu, yakni soal lagu pernikahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><b>Serba-serbi memilih lagu pernikahan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan lagu untuk mengiringi berlangsungnya acara pernikahan memang sering dianggap tak penting. Berdasarkan pengalaman saya, lagu pernikahan tak jarang baru dipikirkan hanya tiga hari sebelum acara dimulai. Tak sedikit pula calon pengantin yang menyerahkan langsung tugas ini pada pihak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/wedding-organizer\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wedding organizer (WO)<\/a>. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Wis, Mas\/Mbak, tulung pilihno sisan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d kurang lebih begitu kalimat andalan para calon pengantin yang sering saya dengar. Meski begitu, dalam beberapa kasus, ada juga calon pengantin yang saking fokusnya memilih lagu pernikahan sampai lupa harus mengurus konsep dekorasi hingga pilihan menu katering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya lagu pernikahan memang tak jarang bikin sepasang calon pengantin kerepotan sampai akhirnya tak sedikit yang pasrah dan let it go saja asal semua tamu senang, kenyang, dan acara berjalan lancar. Masalahnya, orang-orang yang pasrah ini kadang tak menyadari bahwa alih-alih bermakna cinta sejati, kesetiaan, dan kesan romantis, lagu yang diputar di acara pernikahan mereka justru bersifat sebaliknya. Belum lagi fenomena teman atau saudara yang naik ke atas panggung untuk ikutan nyumbang lagu di acara pernikahan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sak-sake, sing penting nyanyi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya saja beberapa lagu berikut yang sebenarnya nggak cocok-cocok amat untuk mengiringi pernikahan, tapi malah pernah dan bahkan sering saya dengar mengiringi acara pernikahan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 &#8220;November Rain&#8221;<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;November Rain&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sering masuk dalam list <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">request <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau sumbangan lagu untuk pernikahan yang berlangsung di bulan November. Ditulis oleh Axl Rose dan dirilis dalam album <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Use Your Illusion<\/em>,<\/span> &#8220;<span style=\"font-weight: 400;\">November Rain&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan sebuah lagu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ballad<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat terkenal di tahun 1990-an. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sih video klipnya menayangkan beberapa adegan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">pernikahan, namun dalam sebuah wawancara, Axl Rose jelas menegaskan bahwa lagu ini tentang, \u201c&#8230; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">a failing love affair,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d alias tentang kisah cinta yang gagal atau bertepuk sebelah tangan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adegan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pernikahan dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/video-klip\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">video klip<\/a> itu sendiri merupakan versi fiksi dari kisah cinta Axl Rose yang sempat gagal menikah dengan seorang model bernama Erin Everly. Serius, lagu ini sebenarnya sangat nggak layak diputar di tengah acara pernikahan, jadi silakan dipertimbangkan kalau kalian mau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyumbang atau request <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lagu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 &#8220;Ojo Dibandingke&#8221; dan &#8220;Mendung Tanpo Udan&#8221;<\/b><\/h4>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sopo wonge sing ra loro ati wes ngancani tekan semene<\/span><\/em><br \/>\n<em><span style=\"font-weight: 400;\">Nanging kabeh ora ono artine, raono ajine<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas saya mengernyitkan dahi ketika pertama kali mendengar lirik tersebut pada hari pertama saya bekerja di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedding venue<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Siapa yang menyangka lagu patah hati karya <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Abah_Lala\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Abah Lala<\/a>, seniman asal Boyolali, lulus kurasi lagu pernikahan yang biasanya identik dengan lagu romantis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ojo Dibandingke&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">memang jadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">greatest hits <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk mengiringi sesi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">flash-mob <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di akhir acara pernikahan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini ternyata nggak hanya terjadi di tempat saya bekerja, tapi juga di gedung pernikahan lain hingga acara nikahan di rumah, bersaing dengan lagu berjudul &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mendung Tanpo Udan&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang dinyanyikan oleh Ndarboy Genk. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara personal sih kedua lagu tersebut memang cukup nyambung dengan kisah cinta saya yang boleh dibilang agak miris. Tapi, kalau untuk jadi lagu yang mengiringi acara pernikahan kayaknya harus dipertimbangkan lebih jauh, deh.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 &#8220;Ibu Pertiwi&#8221;<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serius, deh. Orang yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyumbang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lagu di pernikahan itu banyak macamnya, mulai dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyumbang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lagu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/dangdut\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dangdut<\/a> sampai pop, dari karya top Celine Dion sampai Happy Asmara. Jadi jangan heran kalau ada yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyumbang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lagu bertema patriotik, salah satunya &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu Pertiwi&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditulis Ismail Marzuki. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih heran atau kaget, saya sendiri justru mengapresiasi sikap nasionalis yang bahkan dibawa sampai ke pelaminan ini. Sungguh, apa pun menu kateringnya, kita tak boleh lupa terhadap rasa cinta tanah air. Walau tetap <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ra mashok <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">juga, sih&#8230;<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 &#8220;Hotaru No Hikari&#8221;<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho, kok kaget begitu? Beneran, kalian nggak salah membaca judul tersebut. &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hotaru No Hikari&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau dalam bahasa Inggris &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Light of The Fireflies&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk dalam daftar ini. Dinyanyikan oleh grup band asal Jepang, Ikimonogakari, lagu ini menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">opening soundtrack<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> serial <em>Naruto: Shippuden<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bertanya pada teman saya yang memang suka nonton Naruto dan dengan senang hati menjelaskan maksud liriknya pada saya, sebenarnya lagu ini nggak aneh-aneh amat untuk mengiringi sebuah pernikahan. Saya saja yang kurang referensi. Rasa takjub dalam diri saya sebenarnya muncul ketika pada suatu waktu, lagu ini pernah dipakai untuk mengiringi sesi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedding entrance <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan konsep Jawa klasik di tempat saya bekerja.<\/span><\/p>\n<h4><b>Fenomena lagu pernikahan yang nggak nyambung dari sudut pandang WO<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Didorong rasa penasaran, saya mencoba bertanya kepada beberapa staff <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">WO <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">terkait fenomena ini. Kok bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lagu-lagu sedih atau bahkan nggak nyambung dengan konsep pernikahan, bisa lolos kurasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedding songs<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau saya sih asal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">manten <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">senang, saya ikut senang,\u201d jawab Hani (bukan nama sesungguhnya), ketika sedang jam santai menunggu pengantin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">retouch <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/riasan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">riasan<\/a> sebelum memasuki sesi resepsi. Jawaban Hani mendominasi berbagai pendapat yang saya dengar ketika pertanyaan ini diajukan kepada beberapa staff <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">WO <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang berbeda. Walau ada juga di antara mereka yang mengatakan, \u201cKadang saya sendiri juga nggak paham, kenapa ya memilih lagu kayak sembarangan gitu? Padahal kan acara sakral.\u201d Atau, ada juga yang menjawab, \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lha wong mbayar, yo kene ming manut, Mbak.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya yang pada akhirnya memahami kultur bidang pekerjaan ini, pemilihan lagu pernikahan memang sebaiknya jadi urusan personal klien. Kadang, saya juga masih kerap mengernyitkan dahi kalau dengar lagu-lagu tertentu diputar di pernikahan, sih. Padahal t<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ak jarang, lagu pernikahan jadi bahan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rasan-rasan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tamu yang sibuk ngambil <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-menu-prasmanan-favorit-tamu-undangan-saat-acara-pernikahan-di-gedung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sop matahari<\/a>, \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Wong lagu sedih kok dinggo ngiringi manten!<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d Tetapi, kalau mengingat betapa ruwetnya mengurus pernikahan, saya jadi paham posisi para calon pengantin, persoalan daftar lagu pernikahan sebaiknya nggak usah tambah bikin pusing. Pengantin jelas hanya mengharapkan doa dan restu dari tamu undangan, bukan komentar ina-inu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi, saya punya satu saran bijak untuk kalian yang paling nggak tahan lihat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mic <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan mas-mas organ tunggal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nganggur di acara pernikahan\u2013termasuk saya sendiri, yaitu\u2014tak lain dan tak bukan\u2014jadilah bijak, terutama soal memilih lagu. Taruhan sama saya, para pengantin di pelaminan bakal senyum lebar kalau kalian nyanyi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-lagu-sheila-on-7-dan-momen-yang-pas-untuk-menyanyikannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">&#8220;Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki&#8221;<\/a> di hari bahagia mereka.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Maria Lalita<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-lagu-bahasa-inggris-yang-cocok-untuk-pernikahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Lagu Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pernikahan<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah denger lagu &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; dinyanyiin di kondangan?<\/p>\n","protected":false},"author":2048,"featured_media":201794,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[2682,17992,365,3839],"class_list":["post-201772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-lagu","tag-lagu-pernikahan","tag-pernikahan","tag-wedding-organizer"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2048"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201772"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201772\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}