{"id":201489,"date":"2023-01-04T15:00:30","date_gmt":"2023-01-04T08:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=201489"},"modified":"2023-01-04T15:30:28","modified_gmt":"2023-01-04T08:30:28","slug":"5-rujak-petis-madura-dengan-cara-penyajian-unik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rujak-petis-madura-dengan-cara-penyajian-unik\/","title":{"rendered":"5 Rujak Petis Madura dengan Cara Penyajian Unik"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa waktu lalu, seorang teman mengomentari status WhatsApp saya yang kerap kali memposting kegiatan saya makan rujak petis Madura, baik saat makan rujak sendirian ataupun makan bersama teman.<\/p>\n<p>\u201cKenapa selalu makan rujak?\u201d begitu kata teman saya.<\/p>\n<p>Komentar tersebut justru membuat saya balik bertanya padanya. &#8220;Kalau bukan rujak, memangnya apa yang cocok dijadikan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/camilan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">camilan<\/a>?&#8221;<\/p>\n<p>Sebagai orang Madura, saya mengakui bahwa rujak merupakan makanan favorit anak-anak nongkrong. Nggak ada rujak petis, tongkrongan nggak ada asin-asinnya. Eh, maksud saya, hambar, nggak ada asyik-asyiknya. Sebab, tiap kali ada momen kumpul-kumpul bersama teman atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/tetangga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tetangga<\/a>, rujak petis menjadi makanan andalan yang hampir selalu ada. Bahkan, sebagian orang Madura lebih memilih menggunakan kalimat ajakan, &#8220;Rujak, yuk!&#8221; daripada, &#8220;Ngumpul, yuk!&#8221; untuk mengajak teman-temannya bertemu. Dengan adanya fenomena tersebut, seharusnya rujak petis sudah cukup layak untuk mendapatkan julukan sebagai camilan kekeluargaan. Setidaknya ini menurut saya sebagai penggemarnya.<\/p>\n<p>Maka sebagai fans garis keras rujak petis Madura, saya ingin turut andil memperkenalkan kepada khalayak tentang keunikan makanan tersebut. Setidaknya ada lima varian rujak petis Madura yang terkenal di sini. Kelima rujak ini memiliki keunikan dalam hal penyajiannya.<\/p>\n<h4><strong>#1 Rujak cobik<\/strong><\/h4>\n<p>Rujak cobik merupakan rujak khas kabupaten paling timur Madura alias Sumenep. Ciri utama dari rujak cobik ini adalah wadah penyajian per porsinya yang langsung menggunakan cobik atau <a href=\"https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/entri\/cobek\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cobek<\/a>, jadi nggak menggunakan piring atau mangkok seperti rujak kebanyakan.<\/p>\n<p>Isian rujak cobik antara lain ada timun, sayur rebus, kerupuk singkong, dan kadang ditambah dengan buah-buahan seperti mangga, pepaya, atau kedondong. Sambal rujak yang menjadi pelengkapnya terdiri dari dua jenis, yakni sambal petis dengan tambahan kacang dan sambal petis tanpa kacang.<\/p>\n<h4><strong>#2 Rujak kelang<\/strong><\/h4>\n<figure id=\"attachment_201933\" aria-describedby=\"caption-attachment-201933\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-201933 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-kelang-Khariratun-Horisah.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-kelang-Khariratun-Horisah.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-kelang-Khariratun-Horisah-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-kelang-Khariratun-Horisah-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-kelang-Khariratun-Horisah-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-201933\" class=\"wp-caption-text\">Rujak kelang (Dokumentasi pribadi Khariratun Horisah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebagian orang mungkin akan menganggap aneh jika ikan dijadikan bahan untuk rujak, tapi itulah yang menjadi ciri dari rujak khas Pamekasan yang biasa disebut rujak kelang. Rujak kelang berisi ikan rebus, bhlungka\u2019 (mirip timun), mangga, siwil, tahu goreng, kue yang mirip ote-ote tapi menggunakan kecambah, keripik tette, pentol tahu, dan terkadang ditambah mi mentah. Sambal petis yang digunakan pada rujak petis Madura satu ini terbuat dari campuran petis, cabai, dan air rebusan ikan.<\/p>\n<h4><strong>#3 Rujak rok-erok<\/strong><\/h4>\n<p>Mari berpindah ke kabupaten sebelah barat Pamekasan, yakni Kabupaten Sampang. Di sana ada varian rujak petis Madura lainnya yang mirip dengan rujak kelang. Perbedaan antara rujak rok-erok dengan rujak kelang terletak pada ikan dan kekentalan sambal petisnya. Rujak rok-erok disajikan tanpa ikan rebus dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/petis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sambal petis<\/a> yang lebih kental tanpa air rebusan ikan. Isian rujaknya kurang lebih sama dengan rujak kelang.<\/p>\n<h4><strong>#4 Rujak tal-ontal<\/strong><\/h4>\n<figure id=\"attachment_201932\" aria-describedby=\"caption-attachment-201932\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-201932 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-tal-ontal-Khariratun-Horisah.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-tal-ontal-Khariratun-Horisah.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-tal-ontal-Khariratun-Horisah-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-tal-ontal-Khariratun-Horisah-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-tal-ontal-Khariratun-Horisah-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-201932\" class=\"wp-caption-text\">Rujak tal-ontal (Dokumentasi pribadi Khariratun Horisah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kabupaten Bangkalan juga memiliki rujak yang khas dan unik. Bagian terunik dari rujak daerah ini adalah porsinya yang berukuran jumbo dan memang untuk dikonsumsi secara berkelompok. Selain itu, cara mengonsumsi rujak ini adalah dengan mencelupkan isian rujak ke dalam dua jenis sambal petis berbeda secara bergantian, makanya rujak ini disebut <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rujak-tal-ontal-kuliner-dari-madura-tapi-nggak-semua-orang-madura-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rujak tal-ontal<\/a>. Dalam bahasa Madura, ontal memiliki arti lempar, karena rujak ini dimakan dengan cara dicelup ke dalam dua jenis sambal berbeda bergantian layaknya dilempar.<\/p>\n<p>Sambal petis untuk rujak ini adalah sambal petis kental dan sambal petis encer yang disajikan dalam keadaan hangat. Isian rujak petis Madura satu ini beragam, biasanya buah-buahan seperti timun, pepaya, nanas, bengkoang, serta ada pula sosis dan pentol.<\/p>\n<h4><strong>#5 Rujak corek<\/strong><\/h4>\n<figure id=\"attachment_201931\" aria-describedby=\"caption-attachment-201931\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-201931 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-Corek-Khariratun-Horisah.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-Corek-Khariratun-Horisah.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-Corek-Khariratun-Horisah-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-Corek-Khariratun-Horisah-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Rujak-Corek-Khariratun-Horisah-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-201931\" class=\"wp-caption-text\">Rujak corek (Dokumentasi pribadi Khariratun Horisah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Salah satu varian rujak petis Madura yang tak kalah unik adalah rujak corek. Rujak corek adalah rujak timun yang disajikan dengan cara memasukkan sambal petis ke dalam timun yang bijinya sudah dikeluarkan. Biji timun yang sudah dikeluarkan ini dicampurkan ke dalam sambal petis, sehingga saat memakannya seperti makan timun utuh. Bedanya, timun satu ini bisa membuat mulut kita dower karena rasa pedasnya yang menyengat.<\/p>\n<p>Dari kelima varian rujak petis Madura di atas, mana yang pernah kalian cicipi atau tertarik untuk dicicipi? Yuk, main ke Madura.<\/p>\n<p>Penulis: Khariratun Horisah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kuliner-madura-yang-cocok-dijadikan-oleh-oleh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Kuliner Madura yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan rujak biasa.<\/p>\n","protected":false},"author":2031,"featured_media":201936,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[16843,5020,18008,18007,6081,13482],"class_list":["post-201489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kuliner-madura","tag-madura","tag-rujak-madura","tag-rujak-petis","tag-rujak-tal-ontal","tag-varian-rujak"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2031"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}