{"id":200461,"date":"2022-12-27T09:24:03","date_gmt":"2022-12-27T02:24:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=200461"},"modified":"2022-12-27T09:24:03","modified_gmt":"2022-12-27T02:24:03","slug":"4-hal-yang-harus-dilakukan-di-resepsi-pernikahan-saudara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-harus-dilakukan-di-resepsi-pernikahan-saudara\/","title":{"rendered":"4 Hal yang Harus Dilakukan di Resepsi Pernikahan Saudara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu ajang kumpul keluarga besar selain <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/elegi-sapi-di-hari-raya-idul-adha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hari raya<\/a> adalah ketika ada resepsi pernikahan. Mau di gedung atau di rumah, di acara resepsi pernikahan saudara, hampir semua anggota keluarga besar akan hadir. Mereka semua saling membantu untuk menyukseskan acara. Sebab biar bagaimana, nama baik keluarga besar jadi pertaruhan di depan para tamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, ada banyak rambu yang perlu diperhatikan oleh anggota keluarga. Berikut empat rambu yang harus dilakukan di acara resepsi pernikahan saudara.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Makan dulu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau status kita pengantar pengantin pria yang bawa seserahan seabrek atau kerabat pengantin wanita yang tugasnya &#8220;hanya&#8221; menunggu di lokasi acara, pastikan kita harus makan dulu. Jangan berharap langsung makan di acara resepsi pernikahan. Karena meski memang akan ada sesi prasmanan bagi anggota keluarga, tapi biasanya acara itu baru bisa terlaksana berjam-jam kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa begitu? Sebab, sebelum sampai ke acara makan-makan, biasanya akan ada sambutan dulu dari perwakilan kedua mempelai, lalu ceramah pernikahan, kadang Pak RT ikut kasih sambutan juga. Seolah belum cukup, acara sambutan akan disambung acara adat, lalu prosesi inti akad nikah, acara adat lagi, sungkeman, dan lain-lainnya, baru deh anggota keluarga dipersilahkan menuju ke meja prasmanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan masa tunggu yang relatif lama, kasihan mereka yang belum makan dari pagi. Itulah kenapa di acara-acara nikahan ada saja anggota keluarga yang malah mengantre baso tahu, batagor, atau siomay pada saat prosesi akad berlangsung. Mereka tidak salah-salah banget sih, ya namanya lapar mau gimana lagi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, lebih baik kalau kita makan dulu deh. Jadi saat proses acara, kita bisa ikuti dengan lengkap dan khidmat, tidak terganggu perut keroncongan menunggu resepsi pernikahan. Lebih baik juga kalau tuan rumah menyediakan makanan untuk para anggota keluarga besan, minimal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-resep-kue-tanpa-oven-cocok-buat-suguhan-natal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">boks kue<\/a>, agar mereka bisa menikmati prosesi sambil mengganjal perut.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Jangan Menghalangi tim dokumentasi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal menyebalkan dari anggota keluarga pengantin adalah berebutan ambil foto dan video saat prosesi akad nikah, atau juga momen penting lain, misalnya momen upacara adat. Terus terang saja, itu sangat-sangat-sangat mengganggu petugas dokumentasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, biasanya, ketika mendekati momen-momen penting, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-mau-liburan-murah-di-jogja-jangan-bawa-kamera-mahal-ala-fotografer-pro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fotografer<\/a> dan videografer sudah ambil posisi enak banget, framenya udah cantik, blokingnya sudah pas. Eh tiba-tiba saat momennya tiba semua anggota keluarga berdiri, ngacung-ngacungin ponsel ikut merekam. Mending kalau nggak menghalangi kamera tim dokumentasi. Hingga seringnya kita lihat fotografer dan videografer harus pindah posisi, merelakan golden spot mereka karena nggak enak hati kalau mau menggeser anggota keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pada momen itu, anggota keluarga duduk saja. Santai. Nikmati keharuan dan keseruan dengan mata kepala sendiri. Sudah ada petugas yang dibayar untuk merekam momen acara. Lagian, sepenting apa sih live Instagram atau menyebarkan rekaman prosesi secara update? Memang ada yang nonton? Memang orang lain akan anggap itu penting? You\u2019re not that famous.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu mungkin lantas ada yang protes: \u201cLah, kamera-kamera gue! Resepsi pernikahan juga kawinan sepupu gue! Kenapa jadi ngelarang-larang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh, ya memang boleh sih tapi kalau malah mengganggu petugas resmi, bukannya malah bikin dokumentasi acara \u201ckawinan sepupu gue\u201d itu berantakan? Jadi, kalau misalnya tetap gatel ingin punya rekaman pribadi atau buat diposting di Instastory, lebih baik titipin ponselnya ke tim dokumentasi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Jangan obrak-abrik alat make up tim perias<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang <a href=\"https:\/\/id.wikihow.com\/Melakukan-Tata-Rias-Pengantin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penata rias<\/a> yang tidak mau disebutkan namanya pernah mengeluh ketika serombongan anggota keluarga tiba-tiba masuk kamar dan nyoba-nyoba deretan lipstik berbagai warna yang ngejajar di kotak rias. &#8220;Gue aja pake lipstik itu hemat-hemat, pakai kuas, hati-hati banget. Ini mereka enak aja main comot dan pake langsung!&#8221; Keluhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sih, salah satu privilege anggota keluarga adalah bisa masuk-masuk ke ruang pribadi pengantin sebelum resepsi pernikahan. Misalnya kamar rias. Masalahnya, selalu ada saja anggota keluarga yang bukan cuma masuk tapi juga &#8220;ngeratak&#8221;. Dan keluhan salah satu penata rias adalah yang sering &#8220;dikeratak&#8221; adalah koper alat-alat make up. Definisi ngeratak tentunya tanpa izin, karena merasa diri sebagai kerabat yang punya acara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini sering menimbulkan tekanan batin sendiri bagi para perias. Mau melarang susah, karena yang melakukan itu anggota keluarga. Mereka yang punya acara, dan yang nanti bayar honornya. Mau dibiarin juga gimana, karena peralatan make up yang diobrak abrik dan dicobain itu harganya tidak main-main. Bahkan penata riasnya sendiri juga pakenya hemat-hemat dan dengan cara yang benar biar tidak cepat habis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi please, kalau memang ada riasan yang mau diperbaiki atau ditambah sebelum resepsi pernikahan, kalau perlu alat rias tertentu, minta izin dulu. Mungkin penata rias tidak ada waktu untuk merias orang lain, apalagi kalau acaranya hectic, tapi paling tidak tanya dulu caranya, alat mana yang bisa dipakai, kosmetik mana yang bisa dicoba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paling tidak, ingatlah bahwa para penata rias sudah membeli kosmetik-kosmetik itu untuk usaha dia, untuk bisnis dia. Jadi bukan barang tester yang bisa dicoba semaunya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Perhatikan kesejahteraan panitia acara<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Resepsi pernikahan tidak akan berjalan dengan baik tanpa kinerja yang baik juga dari panitia. Selain <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berkarier-jadi-videografer-adalah-proses-panjang-dan-ini-tipsnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">videografer<\/a>, fotografer, atau penata rias, ada juga MC, pemusik, tukang angkut-angkut piring, keamanan, penjaga booth makanan, dan lain-lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik semua berstatus karyawan event organizer, tetangga yang bantu-bantu sukarela, hansip desa, atau saudara sendiri, janganlah pernah alpa memperhatikan kondisi mereka. Apakah mereka lelah? Sakit? Atau minimal sempatkan tanya sesekali, &#8220;Sudah makan belum? Ada kendala yang perlu dibereskan segera?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melakukan itu, paling tidak akan membuat mereka merasa dihargai dan mudah-mudahan itu akan membuat mereka makin semangat bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, itu empat hal yang harus diperhatikan ketika kita hadir di resepsi pernikahan saudara. Semoga dengan memperhatikan keempat hal ini, bukan hanya acara resepsi makin lancar, tapi kita juga bisa mengikutinya dengan lebih bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Hendra Purnama<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tips-sukses-menyelenggarakan-resepsi-pernikahan-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Tips Sukses Menyelenggarakan Resepsi Pernikahan di Rumah<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biar resepsi pernikahan saudara kita berjalan lancar.<\/p>\n","protected":false},"author":1964,"featured_media":200469,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[17945,16165,2758,17946],"class_list":["post-200461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-nikahan-saudara","tag-resepsi","tag-resepsi-pernikahan","tag-resepsi-saudara"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1964"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}