{"id":200386,"date":"2022-12-26T14:31:42","date_gmt":"2022-12-26T07:31:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=200386"},"modified":"2022-12-26T14:31:56","modified_gmt":"2022-12-26T07:31:56","slug":"6-cemilan-unik-khas-bekasi-wajib-dicicipi-ketika-mampir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-cemilan-unik-khas-bekasi-wajib-dicicipi-ketika-mampir\/","title":{"rendered":"6 Cemilan Unik Khas Bekasi, Wajib Dicicipi Ketika Mampir!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau main ke Bekasi, pulangnya bawa apaan ya? Jangan bingung, Bekasi juga punya berbagai makanan khas yang nggak kalah menarik dengan daerah lain. Apa aja sih? Simak nih, 6 cemilan unik yang cocok jadi oleh-oleh pas mampir ke Bekasi!<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Kue duit<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya bagi-bagi amplop, orang Bekasi juga nyediain kue duit pas lebaran. Meski namanya kue, kue duit ini beda dari yang lain. Menurut saya sih lebih mirip kerupuk ya. Soalnya sekilas bentuknya mirip kemplang pas belum digoreng. Rasanya yang gurih ini bikin kue duit jadi bestie-nya nasi dan makanan berkuah. Misalnya, sayur lodeh, asinan, atau opor ayam. Kalau untuk oleh-oleh biasanya kue duit dijual mentah. Kamu tinggal goreng sendiri di rumah. Ya kan, mirip kerupuk banget.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Kue jalabia<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu jajanan khas Bekasi adalah kue jalabia. Kayak apa sih kuenya? Kue ini dibuat dari adonan tepung beras, tepung ketan, kelapa, gula merah, dan santan. Setelah adonan jadi, dibentuk bulat dengan bagian tengah yang dibolongi seperti kue cincin. Pas selesai digoreng, kue jalabia dilumuri cairan gula merah. Nah, rasanya manis banget kayak kue cincin. Tapi tekstur kue ini agak lengket seperti dodol. Unik banget kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penasaran nggak selumer apa kue ini pas digigit? Coba beli deh, harganya 1.500 hingga 2000 rupiah per satuannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Kue dongkal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan khas Bekasi ini yang rasanya seperti kue putu, tapi bentuknya mirip tumpeng. Kalau kue putu dimasak pakai bambu, kue dongkal dikukus di dandang yang ada daun pandannya. Ini bertujuan supaya warna kuenya tetap putih bersih setelah matang. Perpaduan gula aren, garam, dan tepung beras yang digiling kasar, menghasilkan rasa manis dan asin yang pas. Kalau ketemu yang jual kue dongkal, kamu mesti coba!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan porsi yang mengenyangkan harganya murah, kisaran 10 ribu hingga 15 ribu. Kalau ini sih nggak cocok jadi oleh-oleh, tapi temen ngopi di tongkrongan. Sayangnya kue dongkal sudah agak sulit ditemui di Bekasi, Gaes.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Wajik ketan hitam<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan bertekstur lengket ini punya filosofi istimewa di Bekasi. Yup, wajik dianggap sebagai makanan perekat silaturahmi. Nggak cuma pas lebaran, cemilan ini wajib banget ada di acara hajatan atau besanannya orang Bekasi. Rasanya yang manis cocok buat nemenin ngobrol sambil ngeteh. Seperti wajik pada umumnya, wajik ketan hitam terbuat dari beras ketan, kelapa, pandan, garam dan gula merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya tahan lama, adonan wajik biasanya dicampur agar-agar. Jadi bisa awet sampai dua mingguan. Makin cocok kan dijadiin oleh-oleh, apalagi harganya cuma 30 ribuan aja.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Akar kelapa<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya nggak akar kelapa termasuk makanan khas Bekasi? Harus dong. Pas lebaran akar kelapa di Bekasi sama wajibnya kayak kacang goreng bawang. Secara umum nggak ada bedanya sih sama akar kelapa lainnya. Rasanya manis, sedikit gurih, dan teksturnya renyah tapi nggak bikin sakit gigi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus ngapain jauh-jauh ke Bekasi kalau bisa bikin sendiri di rumah? Ya beda dong rasanya. Apalagi kalau yang buatnya ibu gebetan kamu. Soalnya kue kering ini jarang ada pabrik yang bikinnya. Jadi menjelang lebaran, mayoritas ibu-ibu di Bekasi bakalan seneng bikin akar kelapa.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Telur gabus<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain gabus pucung, Bekasi juga punya cemilan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/find\/kue-telur-gabus\/c\/bekasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">telur gabus<\/a>. Ini bukan telur ikan betulan loh, bahkan dalam adonannya nggak ada campuran ikan gabus sama sekali. Dinamakan demikian karena bentuk cemilan ini memanjang, mirip telur ikan gabus. Cemilan dengan nama unik ini berwarna putih dan memiliki cita rasa yang gurih. Ketika dimakan tekstur cemilan ini mungkin akan mengingatkan kamu dengan styrofoam atau gabus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berkembangnya zaman, kini variasi telur gabus semakin bermacam-macam. Nggak cuma rasa keju, tapi juga rasa manis, balado, atau dengan tambahan wijen di atasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 6 cemilan khas Bekasi yang wajib kamu bawa pulang ketika main ke Bekasi. Mana nih yang bikin kamu penasaran pengen cicipi?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Masriah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/goyanglidah\/warteg-pertama-di-jogja-merekam-kebiasaan-makan-mahasiswa\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warteg Pertama di Jogja Merekam Kebiasaan Makan Mahasiswa<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bekasi FTW!<\/p>\n","protected":false},"author":1994,"featured_media":177942,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[2840,12952,479],"class_list":["post-200386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bekasi","tag-khas","tag-oleh-oleh"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1994"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200386"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200386\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}