{"id":200220,"date":"2022-12-24T07:59:43","date_gmt":"2022-12-24T00:59:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=200220"},"modified":"2022-12-24T07:59:43","modified_gmt":"2022-12-24T00:59:43","slug":"3-alasan-universitas-terbuka-punya-ospek-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-universitas-terbuka-punya-ospek-terbaik\/","title":{"rendered":"3 Alasan Universitas Terbuka Punya Ospek Terbaik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ospek, atau yang kini lebih dikenal sebagai OSMB (<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencari-motif-senior-goblok-membentak-junior-saat-ospek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Orientasi Studi Mahasiswa Baru<\/a>) merupakan salah satu tahapan yang harus diikuti oleh calon mahasiswa baru. Baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Adapun tujuan diadakannya OSMB adalah supaya mahasiswa jadi tahu lebih dalam tentang kampusnya. Dan, menurut saya, ospek Universitas Terbuka adalah yang terbaik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kampus memiliki aturan masing-masing seputar ospek. Namun, kegiatan tersebut tetap harus berpedoman pada Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sayangnya, masih terjadi banyak penyimpangan. Mulai dari penyiksaan, intimidasi, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai mahasiswa Universitas Terbuka, saya sangat suka dengan kegiatan ospek di kampus ini. Dan, saya rasa bisa menjadi kiblat bagi kampus lain. Berikut tiga alasan yang menjadi dasarnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Tidak membiarkan senior menjadi pengendali ospek<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini, lumrah kalau senior atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bem-itu-problematik-dan-saya-menyesal-telah-bergabung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BEM<\/a> memegang ospek. Saya tidak bilang kalau senior atau pengurus BEM itu pasti jahat. Namun, sampai sekarang, jamak muncul berita kalau ada senior kampus yang menjadikan ospek sebagai ajang balas dendam ke juniornya. Untungya, Universitas Terbuka sudah tidak seperti ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat dari para senior yang tidak lagi lagu di kampus saya, antara lain\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKakak dulu lebih parah dari ini, dek!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni masih mending, dulu kakak 1000 kali lebih daripada ini!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, ospek itu bukan ajang untuk meruntuhkan mental mahasiswa baru (maba). Kegiatan ini, sejatinya, untuk memperkenalkan kampus dan dunia perkuliahan kepada maba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagusnya Universitas Terbuka adalah mahasiswa senior sama sekali tidak ada urusannya ospek. Semua panitia adalah dosen dan pengurus kampus di masing-masing daerah. Ospek benar-benar dikendalikan oleh pihak kampus, bahkan dosen-dosen tersebut langsung turun ke lapangan memberikan materi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, dosen yang mengisi panitia akan mengurangi penyimpangan. Alasannya, semua ketentuan kegiatan pasti sesuai kaidah. Akhirnya, maba tidak merasa takut untuk ikut kegiatan ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Tidak memakai seragam aneh dan mempermalukan maba<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan ketika kita sudah di ujung 2022, masih saja ada ospek yang menuntut maba untuk mengenakan seragam aneh dan ujungnya mempermalukan mereka. Masih ada yang ospek yang meminta maba memakai topi kerucut dari kardus, kaos dari <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/find\/karung-goni-bekas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karung goni<\/a>, kalau mahasiswi mengenakan bando yang norak, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya untuk apa, sih? Nggak jelas sekali. Malah membuat malu saja. Maba yang ikut ospek tidak terlihat seperti mau orientasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenakan seragam memang hal wajar. Misalnya ketika maba mengenakan atasan putih dan bawahan hitam. Mereka juga masih wajar jika diminta mengenakan jas almamater.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal seperti itu yang terjadi di Universitas Terbuka. Kampus nggak pernah memaksa maba mengenakan pakaian yang akhirnya membuat malu. Cukup kemeja dan celana panjang yang sopan, plus memakai almamater. Akhirnya, maba lebih bersemangat ikut ospek. Mereka tahu kampus akan menghargai, bukan mempermalukan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Tidak memberikan tugas yang aneh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain seragam yang menyebalkan, masih banyak panitia ospek yang memberikan tugas yang aneh dan nggak masuk akal. Misalnya, suka menyuruh mencari benda yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan dunia perkuliahan atau dengan materi ospek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas nggak masuk akal itu saya yakin hanya untuk menindas maba saja. Semacam \u201cbalas dendam\u201d karena senior dulu juga mendapat perlakuan yang sama. Kalau maba gagal melaksanakan tugas, langsung dibentak. Seakan-akan dunia perkuliahan itu menyeramkan. Padahal, kalau nggak ngerjain tugas saja dosen nggak akan marah. Paling nggak ngasih nilai saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sementara itu, Universitas Terbuka sudah tidak mempunyai budaya seperti itu. Maba hanya mengerjakan tugas sesuai dengan materi ospek. Jadi, manfaat yang didapatkan akan jauh lebih terasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda boleh saja tidak setuju. Namun, cara-cara di atas setidaknya dapat mengurangi pelanggaran dan penyimpangan selama ospek. Oleh sebab itu, konsep dari Universitas Terbuka ini bisa menjadi contoh untuk kampus lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, maba itu sudah membayar mahal untuk bisa kuliah. Menurut saya, akan jauh lebih bijak kalau mental mereka tidak dibuat ambruk sebelum <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nyesel-kuliah-jurnalistik-karena-gaji-wartawan-kecil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliah<\/a>. Apakah panitia mau tanggung jawab kalau itu terjadi? Akhir kata, semoga ke depannya tidak ada lagi cerita korban meninggal karena ospek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Firdaus Deni Febriansyah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kebohongan-tentang-universitas-terbuka-ut-yang-perlu-diluruskan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Kebohongan tentang Universitas Terbuka (UT) yang Perlu Diluruskan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ospek terbaik ada di Universitas Terbuka.<\/p>\n","protected":false},"author":1080,"featured_media":200241,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[1821,6120,6119],"class_list":["post-200220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-ospek","tag-universitas-terbuka","tag-ut"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200220"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200220\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}