{"id":200108,"date":"2022-12-23T11:49:56","date_gmt":"2022-12-23T04:49:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=200108"},"modified":"2022-12-23T11:49:56","modified_gmt":"2022-12-23T04:49:56","slug":"uin-kampus-rakyat-masihkah-relevan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uin-kampus-rakyat-masihkah-relevan\/","title":{"rendered":"UIN Kampus Rakyat, Masihkah Relevan?"},"content":{"rendered":"<p><em>UIN terkenal sebagai kampus rakyat. Tapi, itu dulu.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu mengikuti dunia lawak Indonesia, terutama standup comedy, pasti tidak asing dengan nama Mukti Entut atau Mukti Metronom. Dia adalah seorang komika ternama asal Jogja, yang baru-baru ini menggelar standup special show-nya di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain lucu, Lord Mukti memiliki suatu ciri khas yang jarang dimiliki oleh komika lain pada dunia stand up comedy di Indonesia. Ciri khas tersebut adalah dia dapat membuat jokes dari nama-nama pemain sepak bola yang unik dan lucu. Saya nyaris selalu terkekeh ketika Lord Mukti mengeluarkan jokes itu, terutama jika nama-nama unik pemain bola yang ia sebutkan, pernah berkiprah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya itu bukanlah satu-satunya jokes yang kerap dia suguhkan. Ada jokes dengan pola yang sama, dan kerap dia ulang-ulang, terutama saat mengisi acara di Jogja. Jokes tersebut tentang kampus dan mahasiswa UIN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Mukti kerap berkelakar tentang mahasiswa UIN yang secara gaya busana, kendaraan dan kemampuan ekonomi, berada di bawah rata-rata mahasiswa pada umumnya. Terlebih, jika dibandingkan dengan kampus ternama macam UGM, UNDIP dan ITB. Jujur, menurut saya sebagai lulusan UIN, kelakar tentang mahasiswa UIN berkemampuan ekonomi di bawah rata-rata, yang kerap dilontarkan oleh Mas Mukti, cukup tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun, saya dan Lord Mukti, berkuliah di kampus UIN yang berbeda. Saya di kampus UIN Walisongo Semarang, sedangkan Lord di <a href=\"https:\/\/uin-suka.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UIN Sunan Kalijaga<\/a>. Walaupun begitu, karakteristik mahasiswa UIN pada umumnya, kurang lebih sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, memang ada sebutan yang cukup populer di beberapa kampus UIN yaitu UIN kampus rakyat. Pemahaman saya terhadap sebutan tersebut adalah UIN merupakan kampus yang dapat memberikan akses pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam urusan biaya kuliah yang murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, saat saya pertama kali kuliah di UIN pada 2013, biaya UKT-nya masih satu jutaan. Bahkan, seingat saya, sampai 2015, UKT-nya maksimal masih di sekitaran 2 jutaan. Biaya UKT saya dulu, hampir sama dengan biaya SPP sekolah saya, sebelum digratiskan oleh pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, hal tersebut sudah nggak berlaku lagi sekarang, khususnya di kampus yang telah bertransformasi lama dari IAIN ke UIN, bukan yang baru-baru ini berubah status. Biaya kuliah di UIN saat ini, sudah membumbung tinggi. Berdasarkan data yang saya dapat, UKT tertinggi di UIN, sekitar lima sampai tujuh jutaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, ketika mahasiswa sekarang membayar UKT sebanyak dua kali, bisa buat saya kuliah dari maba sampai lulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang perbandingan ini sedikit kurang adil. Mengingat fasilitas penunjang kuliah di UIN saat ini, jauh lebih baik ketimbang zaman saya dulu. Kembali lagi ke prinsip, ada harga, ada rupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, apakah Bapak\/Ibu Pimpinan Kementerian Agama dan Bapak\/Ibu Rektor UIN nggak pengin mempertahankan adagium UIN kampus rakyat, yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di zaman saya kuliah dulu, masih banyak senior, teman-teman dan junior saya, yang modal kuliahnya hanya doa orang tua dan semangat, alias dikasih duit yang nggak seberapa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan karena keluarganya nggak sayang, tapi karena kemampuan finansial keluarga mereka, memang hanya sanggup memberikan pendidikan sampai bangku SMA saja. Untungnya, orang-orang yang saya kenal ini, memiliki semangat juang yang tinggi. Guna mengubah status sosial keluarga mereka, melalui pendidikan di perguruan tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya UKT UIN pada zaman dulu sangat terjangkau. Beberapa kenalan saya yang kemampuan ekonominya terbatas, dapat membayar UKT dan memenuhi kebutuhan sehari-hari saat kuliah, dari pekerjaan sampingan mereka. Ada yang jadi pelayan di warung makan, penjaga konter HP, dan masih banyak lagi. Kerja apa saja, yang penting halal dan uangnya cukup buat bayar UKT dan kebutuhan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin orang-orang seperti itu, masih ada di UIN tapi sudah sangat langka sepertinya. Menilik biaya UKT UIN yang sekarang cukup tinggi, sulit sekali terbayarkan melalui hasil kerja sampingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, keberadaan orang-orang seperti itu, dapat memotivasi orang lain untuk mengubah kondisi ekonomi keluarganya melalui pendidikan. Minimal adik dan sepupunya, punya role model, yang bisa ditiru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saya selalu senang melihat para orang tua mereka yang rata-rata dari desa, ketika ada acara wisuda. Raut kebahagian tak henti-hentinya terpancar di wajah orang tua mereka, saat menghadiri acara pemindahan toga anaknya. Bapak\/Ibu Rektor UIN, apa nggak bungah menyaksikan wajah para orang tua tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika iya, tolong carikan solusi untuk memberikan pendidikan dengan harga terjangkau tapi berkualitas. Itu kan, salah satu tujuannya panjenengan dibayar oleh negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara ini, saya pernah bangga dengan sebutan UIN kampus rakyat. Semoga kelak, kampus ini kembali menjadi kampus rakyat. Bukan kampus konglomerat.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Arief Widodo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nama-resmi-uin-memang-terlalu-sulit-untuk-dihapal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nama Resmi UIN Memang Terlalu Sulit untuk Dihapal<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masihkah relevan?<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":181159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[17915,5442,5957],"class_list":["post-200108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kampus-rakyat","tag-uin","tag-ukt"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200108"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200108\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}