{"id":200006,"date":"2022-12-22T13:55:36","date_gmt":"2022-12-22T06:55:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=200006"},"modified":"2022-12-29T12:00:31","modified_gmt":"2022-12-29T05:00:31","slug":"mandi-wajib-itu-nggak-asal-gebyur-pahami-caranya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mandi-wajib-itu-nggak-asal-gebyur-pahami-caranya\/","title":{"rendered":"Mandi Wajib Itu Nggak Asal Gebyur, Pahami Caranya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi umat Islam, tentu tidak asing lagi dengan istilah mandi wajib. Mandi dengan cara menuangkan air ke seluruh tubuh ini bertujuan untuk menghilangkan hadas besar. Hayo, masih ingat nggak apa saja yang termasuk hadas besar? Atau jangan-jangan, apa itu hadas pun lupa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah. Kita kupas satu per satu. Mulai dari pengertian hadas. Menurut KBBI, hadas adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh sholat, tawaf, dll. Nah, berdasarkan cara menyucikannya, hadas dibagi menjadi dua yaitu hadas kecil dan hadas besar. Yang termasuk dalam hadas kecil yaitu buang air besar, air kecil dan kentut. Cara mensucikan hadas ini cukup mudah yaitu dengan berwudu atau tayamum saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan yang termasuk dalam hadas besar adalah keluar darah berupa haid maupun nifas (begi perempuan), keluar air mani yang disebabkan karena mimpi basah atau sebab lain, serta hubungan suami-istri. Cara mensucikan hadas ini tidak cukup hanya dengan berwudu, melainkan harus mandi wajib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, secara sederhana mandi wajib itu memang mandi besar. Namun, pada praktiknya, mandi wajib ini tidak sekadar keramas apalagi gebyar-gebyur doang. Ada rukun yang harus diperhatikan agar mandi wajib kita benar-benar sah. Biar apa? Biar tidak mengganggu kesempurnaan ibadah kita selanjutnya. Bagaimanapun juga, Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian dalam beribadah. Jadi, nggak ada salahnya untuk kita sama-sama belajar kembali tentang tuntunan mandi wajib yang benar.<\/span><\/p>\n<h4><b>Rukun mandi wajib<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang tuntunan mandi wajib yang benar, maka tak bisa lepas dari rukunnya. Rukun, adalah hal yang harus kita kerjakan saat melakukan sesuatu. Jika dikaitkan dengan mandi wajib, maka rukunnya ada dua, yaitu niat dan mengguyur seluruh bagian tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mazhab_Syafi%27i\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">madzhab Syafi&#8217;i<\/a>, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Kalau kebetulan siraman air pertama ke tubuh tidak dibarengi dengan niat (karena faktor lupa), maka aktivitas mengguyur anggota badan tadi tidak termasuk dalam mandi besar. Dengan kata lain, harus diulangi lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, ketika awal mandi wajib, kamu pertama kali menyiram bagian muka. Elah jebul kamu kelupaan nggak baca niat mandi wajib. Kemudian, kamu menyiram bagian dada. Nah, siraman kedua ke arah dada ini, sudah dibarengi dengan niat. Maka, siraman pertama di muka dianggap tidak termasuk dalam rangkaian mandi. Lha wong nggak diawali dengan niat, kok. Sehingga, setelah menyiram bagian dada, kamu harus menyiram kembali bagian muka. Gitu maksudnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mandi-wajib-itu-nggak-asal-gebyur-pahami-caranya\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Niat yang dibaca saat mandi wajib&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Untuk niat yang dibaca, tergantung keadaan, ya, Akhi. Jika mandi wajibnya dilakukan karena mimpi basah, keluar mani atau setelah hubungan suami istri, maka niat yang dibaca saat mandi wajib, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u063a\u064f\u0633\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e\u0629\u0650\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nawaitul ghusla li raf\u2019il jan\u00e2bati. Artinya: \u201cSaya berniat mandi untuk menghilangkan junub.\u201d\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan niat mandi wajib bagi bagi perempuan yang haid atau nifas adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0652\u0644\u063a\u064f\u0633\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0636\u0650\\ \u0644\u0650\u0631\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nawaitul ghusla li raf\u2019il haidli\u201d atau \u201cli raf\u2019in nif\u00e2si. Artinya: \u201cSaya berniat mandi untuk menghilangkan haid\u201d atau \u201cuntuk menghilangkan nifas\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, baik yang junub maupun haid dan nifas bisa juga menggunakan niat berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0652\u0644\u063a\u064f\u0633\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0652\u0644\u062d\u064e\u062f\u064e\u062b\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0650\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nawaitul ghusla li raf\u2019il hadatsil akbari. Artinya: \u00a0 \u201cSaya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klir, ya, soal niat. Sekarang tentang rukun mandi wajib berikutnya, yaitu mengguyur seluruh bagian tubuh. Namanya juga \u201cseluruh bagian tubuh\u201d, ya, berarti tiap detail lekuk tubuh kita harus terkena guyuran air, termasuk lipatan-lipatan kulit, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya. Bahkan, area tersembunyi seperti kulit di balik kuku, kulit yang pecah pada luka, dan permukaan di balik kulup laki-laki juga tidak boleh luput dari guyuran air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khusus untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, pastikan air harus bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut\/bulu. Selengkapnya tentang tata cara bisa dibaca di bagian selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Tata cara<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut tata cara mandi wajib biar nggak asal gebyar-gebyur:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil air lalu basuh tangan terlebih dahulu hingga tiga kali.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berwudu seperti saat hendak berwudu sebelum shalat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Akhiri dengan menyiram kedua kaki.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mulailah mandi wajib dengan mengguyur kepala sampai tiga kali sambil melafalkan niat mandi wajib.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Guyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian bagian badan sebelah kiri juga hingga tiga kali.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan. Kalaupun tidak sengaja tersentuh, sebaiknya berwudu lagi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Keluar kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hayo ngaku, setelah membaca tulisan ini, kamu termasuk tipe orang yang mandi wajibnya sekadar gebyar-gebyur atau sudah sesuai tuntunan, nih?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/apa-hukum-mengganti-mandi-junub-dengan-mandi-bola-dan-pentingnya-bertanya-kreatif-untuk-paham-logika-fikih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Hukum Mengganti Mandi Junub dengan Mandi Bola? Dan Pentingnya Bertanya Kreatif untuk Paham Logika Fikih<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dah paham belom?<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":200008,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[17910,3952,17909,17911,17338],"class_list":["post-200006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-hadas","tag-islam","tag-mandi-wajib","tag-rukun","tag-tata-cara"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200006"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200006\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}