{"id":199989,"date":"2022-12-22T11:08:47","date_gmt":"2022-12-22T04:08:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=199989"},"modified":"2022-12-22T11:08:47","modified_gmt":"2022-12-22T04:08:47","slug":"10-lagu-slank-yang-sebaiknya-nggak-usah-didengarkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-lagu-slank-yang-sebaiknya-nggak-usah-didengarkan\/","title":{"rendered":"10 Lagu Slank yang Sebaiknya Nggak Usah Didengarkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Slank memang merupakan band besar dan (salah satu yang) terbaik di Indonesia. Slank juga merupakan band yang sangat memengaruhi kehidupan kita melalui lagu-lagunya dan pemikiran politiknya, khususnya untuk mereka yang mengaku sebagai Slankers. Kita semua mungkin sepakat akan hal itu. Namun, band besar juga tak luput dari karya-karya yang jelek, lagu-lagu yang sebaiknya tidak didengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Slank pun mengalami hal tersebut. Apalagi mengingat Slank yang nyaris setiap tahun merilis album, pasti ada lah beberapa lagu nggak enak yang nyempil di antara lagu-lagu enak lainnya. Ironisnya, semakin ke sini, lagu-lagunya ini kok ya malah banyak yang tidak enak. Entah apa yang jadi penyebab. Mungkin faktor usia, atau mungkin faktor manuver politiknya yang membuat Slank seperti kehilangan magi dalam menciptakan \u201clagu enak.\u201d Saya tidak tahu pasti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berhubung pada 26 Desember 2022 nanti, Slank berulang tahun ke-39 dan kemarin saya juga sudah menulis tentang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-lagu-slank-terbaik-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 lagu terbaik Slank sepanjang masa<\/a>, kali ini saya akan menulis yang sebaliknya. Iya, saya akan menulis tentang 10 lagu Slank yang nggak enak dan sebaiknya tidak usah didengarkan. Akan sangat subjektif memang, tapi peduli setan, lah. Saya juga Slankers, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja lagu-lagunya, simak di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Indonesia WOW (Album \u201cRestart Hati\u201d 2015)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, saya masih nggak ngerti apa tujuan lagu ini. Seperti ingin memuji Indonesia, tapi kok ya terkesan hard-selling banget. Liriknya juga nggak jelas. \u201cIndonesia wow, wow wow kau wonderful.\u201d Apa coba maksudnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung saja musiknya enak. Kalau musiknya diputar tanpa vokal, sepertinya akan jauh lebih enak.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 New Normal Cinta (Album \u201cVaksin Slank\u201d 2021)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Slank seperti punya kewajiban untuk membuat lagu so called tindakan preventif menghindari Covid-19? Nggak ada salahnya memang, tapi sayangnya lagu ini jelek! Buat orang yang mengikuti Slank sejak lama pasti akan kaget, kok lagunya jadi gini? Nggak usah penasaran dengan lagunya. Dengarkan lagu yang lain aja.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Tuhan Sedang Menegur Kita \u2013 Vaksin (Album \u201cVaksin Slank\u201d 2021)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti lagu sebelumya, Slank seperti jadi juru bicara Kemenkes dan Kemenag sekaligus. Lagunya sih tentang Covid-19, tapi pesannya malah \u201cTuhan sedang menegur kita lewat Covid-19.\u201d Apaan, coba? Nggak tahu lagu ini ke mana arahnya. Ingin riding the wave, tapi jadinya gini. Ah, sayang banget. Mending bikin lagu soal ketidakbecusan pemerintah dalam menangani Covid-19, kan?<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Yin Yang (Album \u201c999+09 Vol 1\u201d 1999, dan \u201cD.O.A\u201d 2016)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Slank ini memang tidak cocok menciptakan lagu religi. Benar-benar tidak cocok. Entah mengapa ya, dengan musik yang rock + blues wanna be, Slank malah menjadikan lagu religi yang harusnya mendekatkan kepada Tuhan, malah membuat pendengarnya bertanya-tanya. \u201cIni lagu apa, sih?\u201d \u201cIni emangnya Slank? Kok gini?\u201d Urusan lagu religi biarlah jadi urusan Ungu atau Gigi saja. Slank nggak usah ikut-ikut.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Gaya Generasi Urban ft. Wika Salim (Single, 2022)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu yang diciptakan dalam rangka HUT <a href=\"https:\/\/www.krl.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KAI Commuter<\/a> yang ke-14 ini sayangnya nggak terlalu enak. Lagu yang sekaligus menjadi jingle resmi KAI Commuter ini malah menjadikan band ini sebagai \u201cband pesanan\u201d. Nggak salah sebenarnya, bebas-bebas aja, tapi kok ya gini amat. Liriknya jelek pula. Hadeeuuhh.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6. Punk Java (Album \u201cMata Hati Reformasi\u201d 1998)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isinya cuma perpaduan tiga lagu tradisional Jawa yang dicover Slank. Ketiga lagu tersebut adalah cublak-cublak suweng, gundul-gundul pacul, dan suwe ora jamu. Lagunya sih sebenarnya nggak jelek-jelek amat, tapi juga masih jauh dari kata bagus. Mending dengerin versi aslinya aja.<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 CCTV Tuhan (Album \u201cSlanking Forever\u201d 2019)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bimbim dan Kaka sepertinya udah putus asa pengin bikin lagu apa. Nggak tahu kenapa, lagu ini kok kayak lagu yang dipaksakan. Maksudnya, kok kepikiran gitu lho Slank bikin lagu seperti ini. Kita, setidaknya saya, yang mendengarkan aja sampai bingung, lagu ini mau kemana arahnya coba? \u201cSuatu saat tiba, kita duduk di beranda surga. Menertawakan kita sambil replay CCTV Tuhan.\u201d Rock n roll yang dipaksakan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#8 Slanky Honey (Album \u201cPalalopeyank\u201d 2017)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, pesan di lagu ini cukup bagus. Menceritakan bagaimana kehidupan seorang perempuan yang ditimpa berbagai masalah. Sayangnya, pesan yang bagus di lirik lagu \u201cSlanky Honey\u201d ini nggak \u201ckawin\u201d dengan musiknya. Maaf, nggak enak jadinya. Saran saya, mending baca liriknya tanpa dengar musiknya saja.<\/span><\/p>\n<h4><b>#9 Menolak Tua (Album \u201cPalalopeyank\u201d 2017)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Attitude Slank di atas panggung itu sebenarnya sudah menunjukkan bahwa mereka memang menolak tua. Kaka masih atraktif, Bimbim juga masih enerjik. Ridho dan Abdee juga masih gahar, Ivanka juga masih stabil. Mereka sebenarnya nggak perlu pakai statement \u201cMenolak Tua\u201d segala (meskipun secara usia, mereka memang sudah tua). Apalagi sampai dijadikan sebuah lagu. Jadinya ya gini, alih-alih ingin tetap muda dan rock n roll, malah kelihatan cringe.<\/span><\/p>\n<h4><b>#10 NgeSlank Rame Rame ft. Joko Widodo (Single, 2014)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu kampanye Pilpres 2014. Saran saya nggak usah didengarkan. Apanya yang perlu dikomentari dari lagu ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sepuluh lagu Slank yang nggak enak dan sebaiknya nggak didengarkan. Gimana, lagu kesukaan kalian ada yang masuk ke daftar ini? Kalau nggak ada ya syukur, tapi kalau ada ya mana saya peduli.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Iqbal AR<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kepsuk\/kenapa-slank-dipaksa-untuk-mengkritik-jokowi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Slank Dipaksa untuk Mengkritik Jokowi?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dahlah nga usah.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":199991,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[2682,3492],"class_list":["post-199989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-lagu","tag-slank"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199989"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199989\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}