{"id":199935,"date":"2022-12-23T12:30:49","date_gmt":"2022-12-23T05:30:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=199935"},"modified":"2022-12-23T12:30:49","modified_gmt":"2022-12-23T05:30:49","slug":"muslimah-pakai-jilbab-tapi-dibuat-merasa-hina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/muslimah-pakai-jilbab-tapi-dibuat-merasa-hina\/","title":{"rendered":"Muslimah Pakai Jilbab, tapi Dibuat Merasa Hina"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang boleh, kok, menerjemahkan tujuan dan makna muslimah menggunakan jilbab. Nah, kalau buat saya pribadi, jilbab adalah kain yang dipakai dengan niat dan sakral oleh muslimah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Muslimah yang mengenakan jlbab dinilai memiliki tanggung jawab yang besar. Maksudnya, setiap kami yang mengenakan jilbab wajib merealisasikan perbuatan-perbuatan islami. Tidak boleh melenceng sedikit saja dan harus selalu taat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beragama-di-tengah-pandemi-jangan-egois\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perintah agama<\/a>. Perempuan berjilbab dinilai harus perfect dalam amalan agamanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Penghakiman dari masyarakat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa demikian? Kenapa masyarakat selalu menilai \u201cKalau berjilbab, berarti kamu alim, ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal alim atau tidak tentu bisa diperdebatkan. Manusia itu wadahnya salah. Namun, bagi saya sebagai muslimah, saya bangga sudah berusaha menganut perintah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-perempuan-ketika-menentukan-target-khataman-alquran-di-bulan-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Al-Qur.\u2019an<\/a>. Lagipula, jilbab bukan sekadar untaian kain yang digunakan di kepala untuk menutupi rambut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jilbab adalah identitas bagi muslimah yang memakainya. Dengan begitu, diharapkan kondisi ini bisa meningkatkan spiritual kita. Namun, sayangnya, sebagai muslimah yang berusaha menjalankan perintah agama, saya masih sering merasa bersalah dan hina. Iya, merasa hina karena terkadang masih tidak bisa menahan emosi untuk berkata kasar dan nggak berperilaku islami banget.<\/span><\/p>\n<h4><b>Hati yang terluka<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu kondisi di dalam batin saya pribadi. Perasaan merasa bersalah dan hina juga bisa datang dari luar. Misalnya, ketika mendengar kalimat:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau pake jilbab kok pacaran?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLoh, kok <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-djarum-king-rokok-ringan-teman-pekerja-kreatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ngerokok<\/a>? Bukannya kamu pakai jilbab?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Topik di atas memang complicated. Sebuah kondisi yang membuat hidup muslimah itu jadi berat. Seakan-akan kami ini tidak boleh berbuat salah. Kami dipandang harus sempurna dalam segala hal. Ingat, kami juga manusia. Sama seperti wanita pada umumnya dan semua laki-laki di luar sana. Setaat-taatnya manusia, pasti tidak ada yang sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi kalau sudah membicarakan kesempurnaan dalam beragama. Misalnya muncul kalimat:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPakai jilbab kok salatnya bolong.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>Tidak ada manusia sempurna<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, ya. Mau pakai jilbab atau tidak, tidak ada hubungannya dengan kesempurnaan beragama. Semuanya kembali ke diri masing-masing, bukan? Termasuk keputusan untuk menutup aurat dari kepala sampai kaki. Setiap muslimah pasti punya sudut pandang sendiri. Dan yang penting, setiap dari kita tidak mungkin sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi, di luar sana, ada seorang perempuan tidak berjilbab. Kerjaannya dugem dan dia juga merokok. Namun, diam-diam, dia rajin memanjatkan doa di sepertiga malam. Ada juga muslimah berjilbab, tapi nyatanya nggak pernah salat dan mulutnya racun, melukai perasaan orang lain, dan menunjukkan lekuk tubuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita nggak pernah tahu dan bukan tempat kita untuk menghakimi sesama hanya dari tampilan. Apalagi menghakimi tingkat keislaman seseorang cuma berdasarkan looks saja. It\u2019s too shallow.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi muslimah di zaman sekarang ini memang challenging banget. Semua hal selalu dicari kesalahannya. Membuat usaha untuk menjalankan perintah agama itu jadi nggak enak. Padahal, beragama itu seharusnya bikin bahagia, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, rambut keluar lima helai saja, langsung dihakimi seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNiat pakai kerudung nggak, sih?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/search?keyword=ciput\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciput<\/a> kamu murahan, ya?\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>Mengingatkan itu beda dengan menghakimi\u00a0<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat boleh mengingatkan tapi nggak harus sekasar itu, kan? Coba deh lihat ke diri sendiri lalu bertanya:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah jilbab saya sudah sempurna?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah saya sendiri sudah menjalankan perintah agama secara sempurna?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah saya nggak pernah ngomong kasar dan menyakiti hati orang lain?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah saya nggak pernah berbuat dosa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi tentu saja bukan muslimah sempurna. Namun, setidaknya saya masih terus berusaha untuk memperbaiki diri dan belajar. Kadang, rambut saya masih sedikit terlihat karena aktivitas. Yah, setidaknya saya bisa bersyukur karena lingkungan saya nggak membuat masalah dengan kondisi itu. Mereka mengingatkan dengan cara paling enak di telinga. Sama sekali nggak menghakimi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, kadar keimanan kita itu berbeda. Misalnya, sekali kelihatan nggak salat, dibilang kafir atau Islam-nya cuma KTP. Bisa jadi muslimah ini sedang berhalangan. Kalaupun nggak lagi berhalangan, kondisi itu bukan urusan kamu. Semua kembali ke keputusan masing-masing. Dosa juga ditanggung masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSok <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kisi-kisi-jadi-open-minded-kayak-rakyat-twitter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">open minded<\/a> banget, sih\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKan kewajiban setiap muslim itu saling mengingatkan.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>Masih terus memperbaiki diri<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, sebagai muslimah, tentu saya akan menerima masukan dari orang lain. Saling mengingatkan itu baik. Selalu ada usaha dari kami yang mengenakan jilbab untuk bisa menjalankan perintah agama sebaik mungkin. Namun, jangan menghakimi, dong. Seakan-akan kami ini manusia sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami paham, kok kalau jilbab itu bukan cuma kain. Ini adalah identitas, pelindung, dan kebanggaan saya sebagai muslimah. Semua orang pasti bakal menemukan tujuan hidup masing-masing dan tugas kita hanya mengingatkan ketika salah, sembari memperbaiki diri kita sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga argumen ini bisa diterima<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kurnia Ramadhani<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/biarkan-perempuan-berjilbab-seperti-saya-bebas-berekspresi-dan-menjadi-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Biarkan Perempuan Berjilbab seperti Saya Bebas Berekspresi dan Menjadi Diri Sendiri<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beratnya jadi muslimah.<\/p>\n","protected":false},"author":2040,"featured_media":200146,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[17916,490,812,17917],"class_list":["post-199935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-al-qur-an","tag-jilbab","tag-muslimah","tag-perintah-agama"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2040"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199935"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199935\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}