{"id":199782,"date":"2022-12-20T13:40:22","date_gmt":"2022-12-20T06:40:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=199782"},"modified":"2022-12-20T13:40:22","modified_gmt":"2022-12-20T06:40:22","slug":"10-lagu-slank-terbaik-sepanjang-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-lagu-slank-terbaik-sepanjang-masa\/","title":{"rendered":"10 Lagu Slank Terbaik Sepanjang Masa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Slank adalah band rock Indonesia terbaik sepanjang masa. Tolong pernyataan ini sebaiknya jangan didebat lagi. Tak peduli soal formasi mana yang terbaik, atau bagaimana manuver pandangan politik yang sudah<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-suka-slank-karena-kedekatan-mereka-dengan-penguasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> jauh dari kata \u201ckritis\u201d<\/a>, mereka tetaplah yang terbaik. Produktivitas, musikalitas, dan relevansi lintas zaman adalah indikator nyata mengapa band ini masih tetap berada di jajaran atas musisi Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">26 Desember mendatang, Slank sudah berusia 39 tahun. Usia yang panjang, mengingat tak banyak band Indonesia yang bertahan hingga puluhan tahun. Dan nyaris tiap tahunnya (sejak album pertamanya pada 1990), Slank selalu menelurkan album. Total sudah 24 album studio yang dirilis. Ini belum termasuk album kompilasi, album soundtrack film, dan mini album. Kebayang kan gimana produktifnya band ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama 39 tahun berada di industri musik, Slank tentunya mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Mulai dari adiksi narkoba, bongkar pasang personel, hingga keterlibatannya dalam politik praktis. Namun, hal-hal tersebut nyatanya tak terlalu memengaruhi kreativitas mereka dalam menciptakan lagu. Lagu-lagu yang mereka buat, nyatanya masih banyak menarik peminat, terutama bagi para Slankers.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, saya, sebagai seorang Slankers, ingin memberikan setidaknya 10 lagu terbaik Slank sepanjang masa. Tentu akan sangat subjektif, sebab bisa jadi lagu-lagu yang hits tak masuk dalam daftar ini. Apa saja kesepuluh lagu terbaik Slank sepanjang masa, monggo disimak di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Terbunuh Sepi (Album \u201cGenerasi Biru\u201d, 1994)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berani bilang bahwa lagu \u201cTerbunuh Sepi\u201d ini tidak hanya sekadar lagu terbaik Slank, melainkan lagu terbaik yang ada di Indonesia. Tanpa cela, benar-benar tanpa cela. Perpaduan lirik dari Kaka yang nelangsa, dibungkus dengan sangat indah oleh musikalitas Bimbim, Pay Burman, Bongky, dan Indra Qadarsih. Pelan, mengalun agak lembut, menyayat hati. Sungguh merugi orang-orang yang tak suka lagu ini. Pokoknya \u201cTerbunuh Sepi\u201d ini yang terbaik. Tak ada lawan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Kalah (Album \u201cSuit-Suit&#8230; He He [Gadis Sexy]\u201d 1990)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cKalah\u201d ini memang tak setenar lagu \u201cMaafkan\u201d di album pertama Slank. Namun, harus diakui bahwa lagu ini enak banget dan\u2014menurut saya\u2014lebih enak dibandingkan dengan \u201cMaafkan\u201d yang jadi hits itu. Dari intro saja, kita sudah dimanjakan dengan permainan keyboard Indra Qadarsih. Vokal Kaka juga masih lantang melengking. Dan bagian terbaiknya adalah solo gitar dari Pay Burman. Ah, indah sekali meski menyayat-nyayat.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Pulau Biru (Album \u201cKampungan\u201d 1991)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPulau Biru\u201d itu bukan sekadar lagu. \u201cPulau Biru\u201d juga merupakan sebuah cita-cita Slank dalam kehidupan. Lihat saja penggalan lirik ini: \u201cpulau yang indah bagai sorga, manusia bijaksana. Hidup penuh dengan kesenangan, nggak pernah salah paham. Bicara kita hanya cinta dan cinta, satu cinta hilangkan naluri saling menjatuhkan.\u201d Sebuah cita-cita akan hidup yang damai dari Slank, termanifestasikan melalui sebuah lagu. Indah sekali<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Anyer 10 Maret (Album \u201cPISS\u201d 1992)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bohong jika kalian tidak menangis ketika mendengar \u201cAnyer 10 Maret\u201d diputar atau dinyanyikan. Lagu curahan hati Kaka kepada sang ibu ini sukses membawa kita tenggelam dalam kerinduannya. Lantunan piano yang mengalun dalam, disambut vokal Kaka yang getir, lalu dihajar lagi dengan solo gitar Pay Burman yang selalu menyayat membuat lagu ini pantas menjadi berlian terbaik yang pernah diciptakan oleh Slank.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Hey&#8230;Bung (Album \u201cGenerasi Biru\u201d 1994)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi, lagu ini adalah \u201clagu kritik\u201d terbaik dari Slank. Merespons situasi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/habis-era-orde-baru-terbitlah-era-orba-baru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Orde Baru<\/a> yang semakin represif, Slank bersuara melalui lagu ini dengan frasa \u201cBung\u201d yang ditujukan kepada para pejabat. Bisa jadi, lagu ini menjadi penegas posisi Slank saat itu sebagai musisi yang kritis. Ya meskipun sekarang sudah berbelok arah, ya. Terlepas dari kenyataan itu, lagu ini pantas rasanya didapuk sebagai salah satu lagu terbaik Slank.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Foto Dalam Dompetmu (Album \u201cLagi Sedih\u201d 1996)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya piawai membuat lagu kritik, Slank juga piawai dalam membuat lagu cinta. Perspektif unik mereka dalam menggambarkan cinta termanifestasikan dengan paripurna dalam lagu ini, lagu yang menjadi penanda masa transisi dari formasi 13 ke formasi 14. Bayangkan, sebuah perasaan rindu dan pengharapan akan cinta digambarkan dengan foto dalam dompet. Sebuah hal sepele, namun itu mampu ditangkap sebagai sebuah tanda cinta. \u201cMasihkah fotoku di dalam dompetmu?\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 Poppies Lane Memory (Album \u201cTujuh\u201d 1997)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Album \u201cTujuh\u201d adalah penanda era baru Slank melalui formasi 14 dengan Ridho Hafiedz dan Abdee Negara pada gitar, dan Ivanka pada bass. Dan lagu \u201cPoppies Lane Memory\u201d yang jadi track pertama dalam album ini sukses membuat Slank bertahan, bahkan semakin besar. \u201cPoppies Lane Memory\u201d menceritakan bagaimana adiksi Slank terhadap berbagai macam narkoba. Uniknya, nama-nama narkoba disamarkan menjadi nama-nama perempuan dalam lagu ini. Ciamik, indah, dan paripurna. Tanpa cela!<\/span><\/p>\n<h4><b>#8 Siapa Yang Salah (Album \u201cMata Hati Reformasi\u201d 1998)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi lagu kritis, Slank merespons bagaimana kondisi akhir rezim Orde Baru. Kompleksitas chaos yang terjadi saat itu, termasuk berbagai macam kerusuhan yang memakan korban (salah satunya Kerusuhan Kudatuli), dapat ditangkap Slank dalam lagu ini. \u201cSiapa yang salah? Gak tahu deh siapa. Ikut ngomong takut salah, nanti kena-kena salah.\u201d Sebuah lagu kritik yang sangat keras.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><b>#9 Jakarta Pagi Ini (Album \u201cVirus\u201d 2001)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Album ini jadi salah satu album terbaik sepanjang karier mereka, sekaligus menjadi penanda fase <a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/sober\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201csober\u201d.<\/a> Dan lagu \u201cJakarta Pagi Ini\u201d adalah gambaran bagaimana mereka memandang dunia (tergambarkan oleh Jakarta) ketika sudah sober, sudah lepas dari jerat narkoba. Musik yang sangat bluesy<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lirik yang masih agak gloomy<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat lagu \u201cJakarta Pagi Ini\u201d bisa dikatakan lagu yang tak bosan-bosannya didengarkan\/diputar berkali-kali.<\/span><\/p>\n<h4><b>#10 Slank Nggak Ada Matinya (Album \u201cSlank Nggak Ada Matinya\u201d 2013)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Album ini memang tidak terlalu meledak jika dibandingkan dengan album-album sebelumnya. Namun, lagu \u201cSlank Nggak Ada Matinya\u201d yang ada di track pertama adalah lagu yang enak sebenarnya. Lagu ini juga merupakan penegasan bagi Slank di ulang tahun ke 30 tahun 2013 bahwa mereka masih ada, mereka masih eksis, dan mereka masih yang terbaik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah setidaknya 10 lagu terbaik Slank sepanjang masa. Jangan tanya mengapa hits-hits seperti \u201cKu Tak Bisa\u201d atau \u201cVirus\u201d atau \u201cKamu Harus Pulang\u201d tidak masuk daftar. Ya karena tanpa masuk daftar pun, lagu-lagu tersebut memang sudah yang terbaik. Jadi ngapain masuk daftar?!<\/span><\/p>\n<p><iframe style=\"border-radius: 12px;\" src=\"https:\/\/open.spotify.com\/embed\/playlist\/5nrmlgGsZgxvRulpQia3OT?utm_source=generator\" width=\"100%\" height=\"352\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Penulis: Iqbal AR<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kepsuk\/kenapa-slank-dipaksa-untuk-mengkritik-jokowi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Slank Dipaksa untuk Mengkritik Jokowi?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Slank adalah band rock Indonesia terbaik sepanjang masa. Tolong pernyataan ini sebaiknya jangan didebat lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":199776,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[17891,17892,17889,3149,17890,3492],"class_list":["post-199782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-anyer-10-maret","tag-formasi","tag-lagu-terbaik","tag-orde-baru","tag-poppies-lane-memory","tag-slank"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199782"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199782\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}