{"id":199686,"date":"2022-12-20T12:48:23","date_gmt":"2022-12-20T05:48:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=199686"},"modified":"2022-12-20T12:48:23","modified_gmt":"2022-12-20T05:48:23","slug":"klaten-kabupaten-1001-air-mata-eh-mata-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klaten-kabupaten-1001-air-mata-eh-mata-air\/","title":{"rendered":"Klaten: Kabupaten 1001 Air Mata, eh Mata Air"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata Klaten? Hanyalah kabupaten kecil atau tentang kesejukan alam dan kesegaran airnya? Klaten adalah salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah, berada di antara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perjanjian-giyanti-penyebab-orang-jogja-susah-menikahi-orang-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo<\/a> dan Jogja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Klaten sendiri awalnya berasal dari kata Mlati alias \u2018bunga melati\u2019. Lambat laun kata tersebut berubah menjadi Klati kemudian Klaten. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Klaten sendiri terkenal dengan kesegaran airnya. Banyak sumber mata air atau umbul ditemukan di sini. Oleh karena itu, tak heran jika daerah ini mendapat julukan \u201ckabupaten 1001 mata air.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>Seribu umbul<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umbul atau sumber mata air tersebar di berbagai daerah. Ada yang sudah terkenal dan menjadi destinasi wisata. Ada juga yang belum diketahui oleh banyak orang dan hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh sumber mata air yang sudah dijadikan destinasi wisata di Klaten adalah Umbul Ponggok, Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Kapilaler, Umbul Nilo, Umbul Pelem, Umbul Manten, Umbul Susuhan, Umbul Jolotundo, Umbul Brintik dan masih banyak lagi. Umbul-umbul tersebut mempunyai daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya Umbul Kapilaler di Dukuh Umbulsari, Desa Ponggok. Lokasi Umbul Kapilaler bersebelahan dengan Umbul Sigedang. Umbul Kapilaler terkenal dengan keindahan alam dan airnya yang masih jernih serta segar. Pohon beringin yang rindang dan air yang jernih hingga ikan-ikan di dalamnya bisa terlihat menjadi spot foto utama para pengunjungnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak jarang banyak orang yang mengira Umbul Kapilaler adalah Umbul Sigedang. Padahalnya sebenarnya keduanya adalah umbul yang berbeda. Hanya lokasinya bersebelahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umbul Sigedang terletak di sebelah utara Umbul Kapilaler. Air dari mata air Sigedang ini sudah dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan air mineral yang terkenal di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ayam-goreng-albaik-kuliner-kecintaan-jemaah-indonesia-di-arab-saudi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indonesia<\/a> sejak lama. Untuk membantu menjaga kelestarian alamnya, perusahaan tersebut telah menanam jutaan pohon di daerah resapan air.<\/span><\/p>\n<h4><b>Umbul Manten<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya ada Umbul Manten. Umbul Manten sebenarnya ada dua dengan lokasi yang berbeda. Yang terkenal adalah Umbul yang berlokasi Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Di balik keindahan alamnya, Umbul Manten ini menyimpan kisah tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata \u201cmanten\u201d berarti \u2018<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perbedaan-tata-rias-pengantin-jawa-jogja-dan-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengantin<\/a>\u2019. Konon katanya, terdapat sepasang pengantin yang hilang secara misterius di mata air ini pada malam hari setelah menikah. Pengantin tersebut menghilang di umbul yang berbeda. Oleh karena itu, mata air tersebut dinamakan Umbul Manten.<\/span><\/p>\n<h4><b>Umbul Pelem<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu ada Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Lokasinya tidak jauh dengan Umbul Manten. Di lokasi Umbul Pelem saat ini sudah dibangun kolam renang yang luas untuk anak-anak dan dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum ada kolam renang di sekitar Umbul Pelem, masyarakat masih bisa menikmati kesegaran airnya langsung dari sumber mata air. Namun saat ini, lokasi sumber mata air sudah dibatasi dengan pagar agar tidak ada yang berenang atau mandi sehingga kelestarian alamnya tetap terjaga dengan baik.<\/span><\/p>\n<h4><b>Umbul Besuki<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ada Umbul Besuki di Dukuh Kiringan, Ponggok, Polanharjo, Klaten. Ciri khas dari tempat ini adalah lokasinya yang berundak-undak dan banyak pepohonan. Di lokasi umbul ini juga terdapat kolam renang sebanyak tiga yang aman untuk anak-anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa Ponggok juga terdapat umbul yang sudah lama terkenal yaitu Umbul Ponggok. Umbul ini berada di tepi jalan Delanggu-Polanharjo, Desa Ponggok, dan berbatasan langsung dengan Desa Jeblog, Karanganom.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menarik di tempat ini adalah keindahan bawah airnya. Umbul ini menawarkan beberapa aktivitas bagi pengunjungnya. Pengunjung dapat melakukan <a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/lifestyle\/read\/3050640\/7-tips-snorkeling-bagi-pemula-yang-tidak-bisa-berenang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">snorkeling<\/a>, menyelam bersama ikan-ikan, dan berfoto di bawah air. Banyak benda-benda yang sengaja dimasukkan ke dalam air untuk spot foto menarik.<\/span><\/p>\n<h4><b>Umbul Susuhan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya beralih ke Kecamatan Ngawen. Disana terdapat Umbul Susuhan. Umbul Susuhan terletak di Jl. Klaten-Jatinom, Desa Manjungan, Ngawen, Klaten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di lokasi Umbul Susuhan terdapat kolam renang untuk anak-anak maupun dewasa. Yang menarik, di lokasi ini juga terdapat kolam renang khusus untuk wanita. Jadi, untuk kaum hawa yang kurang nyaman berenang di tempat terbuka dapat berkunjung ke Umbul Susuhan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Umbul Brintik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian di Kecamatan Kebonarum juga ada destinasi wisata sumber mata air. Di sana terdapat Umbul Brintik. Umbul ini terletak di Dusun Brintik, Malangjiwan, Kebonarum, Klaten. Tempat wisata ini berada tidak jauh dari pusat Kota Klaten, hanya sekitar lima kilometer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dari umbul lainnya, tempat ini terkenal sebagai lokasi untuk melakukan terapi pengobatan. Keasrian tempat ini juga masih terjaga dengan baik. Kolam utama di umbul ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tempat-tempat tadi, masih banyak umbul atau mata air yang bisa dieksplor ketika berkunjung ke Kabupaten Klaten. So, buat kalian yang bepergian ke Kota Solo atau Jogja jangan lupa singgah untuk menikmati kesejukan alamnya dan kesegaran airnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yasifi&#8217;atun Nasrifah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/water-gong-di-klaten-sungai-impian-para-ikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Water Gong di Klaten: Sungai Impian para Ikan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, menangis, eh main air di Klaten.<\/p>\n","protected":false},"author":2037,"featured_media":199768,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10004,8095,13774,17886,8097,17887],"class_list":["post-199686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa-tengah","tag-klaten","tag-mata-air","tag-umbul-besuki","tag-umbul-ponggok","tag-wisata-klaten"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2037"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199686"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199686\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}