{"id":199483,"date":"2022-12-17T12:42:08","date_gmt":"2022-12-17T05:42:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=199483"},"modified":"2022-12-17T12:42:08","modified_gmt":"2022-12-17T05:42:08","slug":"physical-touch-dan-words-of-affirmation-love-language-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/physical-touch-dan-words-of-affirmation-love-language-terbaik\/","title":{"rendered":"Physical Touch dan Words of Affirmation, Love Language Terbaik"},"content":{"rendered":"<p><em>Physical touch dan words of affirmation, bagi saya, adalah love language terbaik<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membahas bab percintaan duniawi, tentu saja tak bisa dilepaskan dari istilah love language. Iya, istilah love language ini adalah istilah yang cukup baru di dunia percintaan atau asmara ini, meskipun secara praktik atau tindakan nyatanya memang sudah ada sejak manusia pertama diciptakan di dunia ini. Tapi, istilahnya memang baru beken beberapa tahun terakhir ini. Ya setidaknya lima tahun terakhir ini, lah, istilah love language ini sangat menghiasi dinamika percintaan terutama bagi anak-anak muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya dengan adanya penegasan istilah love language ini memudahkan kita dalam urusan percintaan. Hal-hal yang kita lakukan kepada pasangan kita jadi terkesan lebih bermakna dan memiliki arti. Kita juga tak perlu menerka-nerka lagi apa yang diinginkan pasangan kita. Gampangnya, kita tinggal tanya saja apa love language pasangan kita dan sebaliknya. Lalu, kita tinggal melakukannya saja sesuai love language masing-masing, tinggal dikomunikasikan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mengenal love language dengan beberapa jenis. Ada words of affirmation atau kalimat-kalimat pujian kepada pasangan, ada pula quality time atau menghabiskan waktu bersama pasangan, dan ada pula receiving gift atau memberikan hadiah kepada pasangan. Ada lagi yaitu acts of service atau tindakan melayani pasangan, dan ada pula physical touch atau afeksi dalam bentuk sentuhan (pelukan, gandengan tangan, dll).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima bentuk love language ini menjadi bumbu atau hal-hal yang membuat hubungan percintaan kita dengan pasangan menjadi lebih bermakna. Kita akan lebih memahami apa itu cinta dengan pasangan kita melalui love language ini. Bayangka jika tidak ada love language atau love language ini tidak dilakukan, pasti hubungan percintaan kita dengan pasangan akan sangat hambar dan seperti tidak bermakna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, dari kelima bentuk ini, mana yang terbaik atau yang paling \u201cromantis\u201d untuk dilakukan? Saya akan menjawab dengan kalimat ini: physical touch dan words of affirmation adalah dua love language terbaik. Apalagi jika keduanya dikombinasikan, maka itu akan membuat hubungan percintaan kita akan lebih romantis, dan tentunya akan lebih hangat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa saya bilang begitu, sebab kedua hal ini bisa dibilang sebagai love language yang tak terlalu banyak effort, tapi sangat berarti. Apalagi jika dibandingkan dengan love language lain seperti receiving gifts, acts of service, atau <a href=\"https:\/\/www.mindbodygreen.com\/articles\/quality-time-as-love-language-meaning-tk-dating-tips#:~:text=Quality%20time%20is%20one%20of,%2C%22%20Gary%20Chapman%2C%20Ph.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">quality time<\/a>, maka physical touch dan words of affirmation ini jelas tak perlu banyak effort. Karena tidak banyak effort, tidak heran jika dua jenis ini paling banyak dibicarakan, paling baik, sekaligus paling banyak dilakukan oleh pasangan-pasangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Physical touch misalnya, hanya bermodalkan sentuhan seperti gandengan tangan atau pelukan kepada pasangan kita, itu sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi persyaratan. Dalam artian, physical touch ini juga sangat sederhana dalam melakukannya. Misalnya, ketika kita kencan dengan pasangan (apalagi kalau pasangan kita sama-sama bertipikal physical touch), maka hal yang paling pas kita lakukan adalah dengan memberikan physical touch.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bisa melakukannya dengan cara merangkul atau menggandeng tangannya. Tentu saja harus dengan konsen, ya. Sesederhana itu saja sebenarnya. Selain merangkul atau menggandeng tangan pasangan, kita juga bisa memberikan physical touch lain seperti membelai kepalanya dengan halus, mengelus pundaknya, dan sebagainya. Sekali lagi, perlu adanya konsen dalam physical touch ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain physical touch, ada pula words of affirmation sebagai bentuk love language yang terbaik dan jadi andalan. Bisa dibilang, words of affirmation ini jadi bentuk yang juga tidak perlu banyak effort. Ya hanya modal mulut dan berbendaharaan kata saja, lha wong tinggal memuji pasangan kita saja kok. Mau itu lewat lisan atau tulisan ya bisa-bisa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ucapan berupa pujian seperti \u201caku cinta kamu\u201d atau \u201ckamu cantik\/ganteng banget hari ini\u201d adalah contoh bentuk words of affirmation. Mungkin ini terlalu basic. Ada juga contoh words of affirmation yang mungkin akan lebih mengena jika ditujukan ke pasangan. Misalnya, pujian seperti \u201ckamu keren banget deh nulisnya, aku jadi tambah cinta\u201d, tentu menjadi sebuah words of affirmation yang sangat berarti, terutama bagi saya. Eh, saya nggak punya pasangan, ding.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sek, tak nangis dilit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini, maka tidak heran jika physical touch dan words of affirmation jadi love language yang paling kece, terbaik, dan paling jadi andalan bagi pasangan di luar sana. Selain minim effort, dua hal ini juga bisa dibilang paling ampuh untuk menjaga sekaligus menambah benih-benih cinta. Mempraktikkannya mudah, ditambah dengan efeknya langsung menusuk, menghunjam lubuk hati yang paling dalam. Semakin penuh cinta jadinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi jika ada pasangan yang love language-nya dua bentuk ini. Yang satu physical touch, yang satu words of affirmation. Itu kombinasi yang \u201cmaknyus\u201d kalau kata Pak Bondan Winarno. Effort-nya tidak terlalu banyak, tapi kalau itu sudah dikombinasikan, Insya Allah cintanya abadi \u2018till Jannah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, jadi pengin punya pacar, deh.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Iqbal AR<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kolom\/jangan-khawatir-lelaki-kayak-chef-juna-atau-darius-sinathrya-mungkin-ada-di-sekitarmu-juga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangan Khawatir, Lelaki kayak Chef Juna atau Darius Sinathrya Mungkin Ada di Sekitarmu Juga<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi pengin punya pacar.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":199484,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[17857,17858,17859],"class_list":["post-199483","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-love-language","tag-physical-touch","tag-words-of-affirmation"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199483","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199483"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199483\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}