{"id":199467,"date":"2022-12-17T08:07:24","date_gmt":"2022-12-17T01:07:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=199467"},"modified":"2022-12-17T08:15:30","modified_gmt":"2022-12-17T01:15:30","slug":"5-lagu-dewa-19-yang-wajib-didengarkan-baladewa-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-lagu-dewa-19-yang-wajib-didengarkan-baladewa-pemula\/","title":{"rendered":"5 Lagu Dewa 19 yang Wajib Didengarkan Baladewa Pemula"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu kali, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ahmad-dhani-dan-kenangan-tentang-kontroversi-konyol-lagu-satu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ahmad Dhani<\/a> si tulang punggung Dewa 19 pernah berseloroh. Katanya, \u201cSaya itu penuh dengan kebetulan. Kebetulan bisa nyiptain lagu. Kebetulan lagunya banyak yang suka.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar ucapannya, saya jadi semakin yakin bahwa hampir tidak ada batasan antara jenius dan orang ngawur. Iya, ngawur saja bikin lagu. Kebetulan, lagunya yang dibikin secara ngawur itu enak dan Dewa 19 jadi salah satu super band di Indonesia. Jenius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, beberapa hari yang lalu, Terminal Mojok menayangkan dua artikel tentang Dewa 19. Yang satu soal lagu Dewa yang bakal selalu terkenal dibanding lagu lainnya. Kedua, yang sebetulnya nggak enak didengarkan. Untuk melengkapi perdebatan soal lagu-lagu Dewa 19, saya ingin ikut urun nimbrung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut lima lagu dari super band Indonesia yang wajib didengarkan <a href=\"https:\/\/hai.grid.id\/read\/072867189\/kenapa-penggemar-dewa-19-dinamai-baladewa-ternyata-begini-asal-usulnya?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baladewa<\/a>. Terutama Baladewa yang masih baru dan butuh referensi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Bayang-bayang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu yang mendayu-dayu ini dinyanyikan oleh Ari Lasso dalam album self titled Dewa19. Warna musik yang sederhana, harmoni dari piano Ahmad Dhani, ditambah melodi rock dari Andra menguatkan nuansa lagu 90-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Liriknya yang puitis membuat orang berpikir Ahmad Dhani ini lagi mikir apa ya? Kalau melihat zaman di mana lagu ini muncul, sudah jelas kalau Dhani lagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-tokoh-pewayangan-yang-bucin-abis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bucin<\/a> sama Maia. Salah satu lagu terbaik yang akan membawamu, Baladewa pemula, mengenal sisi lembut Ahmad Dhani.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bayang-bayangmu, kasih,\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mewarnai asa dalam duka.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nada-nada asmara,<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kan terhilang sekejap kau lepas<\/span><\/i><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-Xpiw1dYI98\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>#2 Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya agak terlambat mengenal lagu ini. Waktu kali pertama mendengarkan, saya langsung kesal sendiri. \u201cKenapa baru tahu lagu ini sekarang.\u201d Sebuah penyesalan langsung muncul karena lagu ini bagus banget. Bisa dengan mudah nyantol di dalam kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor \u201cKita Tidak Sedang Bercinta Lagi\u201d ini mengusung warna pop rock. Mungkin, lagu Dewa 19 yang ini tidak untuk semua pendengar. Namun, kalau lagu bagus, sih, pasti akan ketemu sama pendengarnya sendiri. Dan, kamu jeli, kamu akan menemukan sisi rock dari sebuah band yang menurut saya, paling jago bikin lirik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, lirik lagu cinta ini diciptakan oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-perbedaan-kehidupan-anak-sma-korea-dan-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">anak SMA<\/a>. Bisa kamu bayangkan, ada anak SMA yang bisa melepaskan dirinya dari cinta-cinta yang menye.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tidak sedang bercinta lagi<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tak akan ada cumbu dan rayu lagi<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih baik kita hentikan saja<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kita sudah terlalu jauh<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana saat itu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tak terbayang betapa manisnya<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita semakin larut<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hanyut dalam kerinduan kita<\/span><\/i><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/HBzIoJ5nKBQ\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>#3 Still I&#8217;m Sure We&#8217;ll Love Again<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, Dewa 19 punya tujuh lagu dengan Bahasa Inggris. Nah, ketika masih dengan vokalis Ari Lasso, ada satu lagu yang sungguh merasuk ke jiwa. Lagu yang saya maksud adalah \u201cStill I&#8217;m Sure We&#8217;ll Love Again\u201d. Baladewa pemula wajib mendengarkannya sesering mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini sungguh easy listening. Pelafalan dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membandingkan-ari-lasso-dan-once-adalah-kesia-siaan-tingkat-dewa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ari Lasso<\/a> bisa dengan mudah ditangkap \u201ctelinga lokal\u201d. Dari semua lagu Dewa 19 yang menggunakan Bahasa Inggris, bagi saya, ini yang terbaik dan enak untuk didengarkan oleh siapa saja dan kapan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cStill I&#8217;m Sure We&#8217;ll Love Again\u201d sempat diaransemen ulang dengan vokal Virzha dan Ello. Namun, menurut saya, kalian harus mendengarkan versi Ari Lasso dulu. Suara melengking Lasso ini bisa merasuk jiwa lebih dalam. Kata orang, \u201cSoul-nya itu dapet banget.\u201d<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Still I&#8217;m sure we&#8217;ll love again<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">It&#8217;s a matter of time<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I will belong to you, You belong to me<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">How can I convince you girl<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">That I&#8217;m stuck on you\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Can&#8217;t find another heart<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I love you more each day<\/span><\/i><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ctkuJsh-tGQ\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>#4 Jalan Kita Masih Panjang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, hampir semua lagu Dewa 19 itu puitis. Nggak cuma ketika ngomong soal cinta, tapi literally ketika ngomong banyak hal. Nah, nomor \u201cJalan Kita Masih Panjang\u201d ini salah satunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hebatnya, meski memuat lirik puitis, lagu ini masih mudah untuk dicerna. Salah satu sebabnya adalah penggunaan diksi yang sederhana. Sekali lagi, Ahmad Dhani memberi bukti kejeniusannya menggunakan kata yang sebetulnya sederhana, digunakan di kehidupan sehari-hari, menjadi rangkaian puitis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi musik, beberapa layer isian dari gitar Andra menciptakan harmoni tersendiri. Saya menyarankan kepada Baladewa pemula untuk mendengarkan lagu ini menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-earphone-yang-mantap-dan-terjangkau-sikaaat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">earphone<\/a>. Saya sendiri langsung bicara dalam hati: \u201cAnjir, kok bisa kepikiran ya Dewa 19 ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nuansa rock yang dibawa lagu ini mungkin terdengar seperti lagu lawas. Namun, rasanya nggak ketinggalan zaman. Oleh sebab itu, sebagai anak muda yang kebetulan banyak terpapar lagu Dewa 19, lagu ini selalu relate dengan zaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan kita masih panjang masih ada waktu tersisa<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kuatkan dirimu jangan berhenti di sini<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Beri satu kesempatan<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta suci berbicara<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu &#8216;kan mengilhami kedewasaan hatimu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Resapi jejakku ikuti langkahku<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tegar meski harus merangkak<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ringankan bebanmu bantu kamu melangkah<\/span><\/i><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/luvUBxTsMf4\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>#5 Sayap Sayap Patah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa 19 zaman Once itu punya warna tersendiri yang membuat orang agak susah membandingkannya dengan zaman Lasso. Masing-masih punya kekuatan. Nah, kalau ngomong lagu dengan suara Once Mikel, kita nggak bisa nggak untuk ngomongin \u201cSayap Sayap Patah\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu nomor ini sungguh cocok dengan warna vokal Once. Suatu kali ketika mendengarkannya secara langsung di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-tiket-konser-di-jogja-terlalu-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konser<\/a> Dewa 19, saya seperti dibawa masuk ke aransemen lawas khas Dewa. Aransemen yang bikin kita nyeletuk, \u201cLagunya Dewa nih,\u201d waktu musik mereka terdengar oleh telinga. Khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi lebih suka ketika \u201cSayap Sayap Patah\u201d dinyanyikan oleh Lasso. Namun, entah kenapa, ada nuansa sakral ketika Once yang membawakan lagu ini. Apalagi kalau live.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang membuat lagu Dewa 19 ini bikin merinding adalah liriknya. Coba dengarkan seksama. Nikmati rasa sakral dan mistis itu.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kucoba kembangkan sayap patahku<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tuk terbang tinggi lagi di angkasa<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Melayang melukis langit merangkai awan<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Awan mendung<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangku kumohon tetap di sini<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Temani jasadku yang belum mati<\/span><\/i><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/OpSYZitb5IQ\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ricky Karunia Ramadhan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-lagu-dewa-19-yang-selamanya-bakal-terkenal-melebihi-lagu-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Lagu Dewa 19 yang Selamanya Bakal Terkenal Melebihi Lagu Lain<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sayangku kumohon tetap di sini, temani jasadku yang belum mati.<\/p>\n","protected":false},"author":1914,"featured_media":199468,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[3520,7796,7283,17767,7797,16660],"class_list":["post-199467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-ahmad-dhani","tag-ari-lasso","tag-dewa-19","tag-lagu-dewa","tag-once","tag-sayap-sayap-patah"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1914"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199467"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199467\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}