{"id":199175,"date":"2022-12-14T07:13:07","date_gmt":"2022-12-14T00:13:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=199175"},"modified":"2022-12-14T07:13:07","modified_gmt":"2022-12-14T00:13:07","slug":"lionel-messi-paripurna-di-bawah-kolong-langit-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lionel-messi-paripurna-di-bawah-kolong-langit-sepak-bola\/","title":{"rendered":"Lionel Messi, Paripurna di Bawah Kolong Langit Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasti akan terdengar boring. Akan banyak orang yang mencibir, bahwa sepak bola tak lagi seksi dan mendebarkan. Iya, memang, sepak bola tak akan lagi sama, ketika Lionel Messi dan Argentina berhasil memenangi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/piala-dunia-2022-akan-jadi-piala-dunia-terburuk-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Dunia 2022<\/a> di Qatar. Karena itu artinya, la Pulga, akan memenangi semua piala bergengsi di muka bumi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat betul, saat itu tahun 2016. Messi pernah berseloroh bahwa dia siap menukar lima piala Ballon d\u2019Or untuk satu gelar Piala Dunia bersama Argentina. Apakah kalimat itu benar adanya berasal dari hati terdalam? Menukar Ballon d\u2019Or berarti, salah satunya, menisbikan perjuangan rekan-rekannya di Barcelona.<\/span><\/p>\n<h4><b>Seloroh bodoh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Messi memang terpilih menjadi pemain terbaik dunia kala itu. Namun, dia tidak mungkin menjadi yang terbaik tanpa andil dari kerja keras dan kejeniusan rekan-rekannya. Oleh sebab itu, pernyataan pemain yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain itu banyak dihujat dan dianggap setengah arogan setengah keblinger.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum, saat itu, meski hampir selalu menjadi kandidat favorit juara, Argentina selalu saja gagal juara. Ada saja \u201ckejanggalan\u201d di momen-momen penting. Seakan-akan, kaki penyerang mereka kena tulah oleh dukun paling sakti di dunia ini. Coba tanya Gonzalo Higuain tentang final Piala Dunia 2014 yang dihelat di Brasil. Saya jamin dia akan tiba-tiba menangis dan menyesal sudah terlahir di dunia ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, pernyataan Messi dianggap keblinger. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/akui-saja-kalian-tak-tega-melihat-argentina-kalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Argentina<\/a> tidak sekuat itu untuk menanggung beban mental menjadi yang terbaik di kolong langit. Albiceleste tidak punya modal terkuat untuk menjadi yang terbaik di Piala Dunia zaman baru, yaitu dorongan terakhir bernama mental juara. Iya, mereka pernah menjadi juara. Namun, juaranya Argentina hanya diisi oleh dua hal: keajaiban <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">el Cebollita dan tangan besi Jorge Videla.<\/span><\/p>\n<h4><b>Sebuah perubahan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon katanya, orang itu bisa berubah. Dan, saya rasa perubahan itu terjadi di dalam diri Messi. Pada 2019, secara tidak langsung, dia menganulir pernyataan sembrono yang dibuat pada 2016.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya sangat ingin menjadi juara dunia. Namun, saya tidak akan menukarnya dengan semua pencapaian selama karier saya. Pencapaian itu adalah berkah untuk saya. Berkah dari Tuhan,\u201d kata Messi kepada awak media.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, kita tidak pernah lagi mendengar kalimat sembrono tentang Piala Dunia dari mulut pemain yang sudah berusia 35 tahun itu. Mungkin dia memang sudah berubah, mungkin juga tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Gimmick bodoh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Messi tidak pernah mengumbar janji atau membuat gimmick bodoh seperti <a href=\"https:\/\/bola.kompas.com\/read\/2022\/12\/11\/09300098\/inggris-pulang-bagaimana-nasib-koper-kosong-declan-rice-untuk-boyong-trofi-piala?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Declan Rice<\/a>, gelandang sentral Inggris. Tahukah kamu, Declan secara sengaja memancing wartawan untuk bertanya kenapa membawa tas kosong ke Qatar. Pemain West Ham itu menjawab dengan lantang bahwa tas kosong itu akan dipakai untuk membawa trofi Piala Dunia pulang ke Inggris. Pada akhirnya Inggris dijegal oleh Prancis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak tahu yang mana yang benar. Apakah pemain atau orang Inggris itu memang kebanyakan arogan seperti itu? Entah bagaimana, Piala Dunia selalu punya sisi \u201cmistis\u201d tersendiri. Mereka yang sembrono berucap atau bikin gimmick pasti pulang duluan dengan ekor tergantung di antara dua kaki. Mungkin, sekali lagi mungkin, Messi menyadari hal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia tidak banyak omong lagi, tapi menerjemahkan passion-nya dengan tindakan. Salah satunya, ketika mempecundangi Louis van Gaal. Saya pernah melihat Messi mengamuk karena perlakuan lawan, khususnya ketika masih berlaga untuk Barcelona. Namun, saya tidak pernah melihatnya segeram itu. Pemain Belanda dan Louis van Gaal malah membangunkan potensi pembunuh paling ultimate di dalam diri Messi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, bagusnya pemain Inggris itu adu bacot saja sama pemain Belanda ketimbang ikut Piala Dunia\u2026.<\/span><\/p>\n<h4><b>Potensi pembunuh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi pembunuh paling berbahaya dalam diri Messi terlihat dengan terang ketika meladeni ketenangan Josko Gvardiol. Bek Kroasia itu masih berusia 20 tahun. Namun, selama Piala Dunia 2022, Josko menunjukkan performa bek kawakan. Dia sangat tenang dan taktis mengawal gawang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drawing-piala-dunia-2022-grup-neraka-menyengat-seperti-gurun-pasir-di-timur-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kroasia<\/a>. Makanya, banyak yang memprediksi kalau si wonderkid ini punya segalanya untuk membungkam Messi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Kejadiannya sebelum gol ketiga Argentina ke gawang Kroasia. Messi, bagi saya, adalah pemain terbaik di dunia ketika harus bermain di ruang sempit. Mungkin, meski dikepung empat pemain di dalam kotak telepon, Messi tetap bisa lolos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain kelahiran Rosario itu punya close control terbaik di dunia. Sekali lagi, ini preferensi pribadi, ya. Selain itu, low center of gravity Messi juga yang terbaik. Mudahnya, pemain sepak bola dengan low center of gravity menjadikannya lebih mudah menurunkan kecepatan lari, bergeser untuk mengantisipasi perubahan posisi lawan, dan menaikkan kecepatannya dalam sekejap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin Josko sudah mengantongi data ini. Juga pemain Kroasia lainnya, yang tidak seharusnya membiarkan Josko bekerja sendirian menjaga si monster bernomor pungung 10. Namun, yang terjadi, adalah rutinitas yang sudah biasa kita lihat di La Liga. Ketika Josko, berubah menjadi bek biasa saja, yang dikibuli Messi dengan gerakan sesimpel mungkin.<\/span><\/p>\n<h4><b>Puncak konsentrasi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika berkelit dari lawan dan masuk kotak penalti, saya yakin konsentrasi Messi sudah mencapai puncaknya. Dalam situasi itu, dia sudah tidak bisa dihentikan. Prosesi gol ketiga Argentina itu yang membuat saya agak berani memperingatkan baik Prancis atau Maroko. Dua negara yang akan menjadi calon lawan Argentina di laga puncak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Messi di konsentrasi tertinggi tidak lagi soal omongan dan kemampuan melewati banyak pemain. Messi dengan konsentrasi tertinggi adalah tentang satu-dua langkah menciptakan keajaiban. Tak peduli mau melewati satu atau lima pemain, pada akhirnya bola akan menyapa jaring gawang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak konsentrasi itu membuat Lionel Messi sudah memenangi \u201champir\u201d semua piala bergengsi di kolong langit. Puncak konsentrasi yang membuat kita begitu menghargai sisa-sisa tariannya di lapangan hijau. Pertama, kita mungkin tidak akan melihatnya lagi di Piala Dunia. Kedua, kariernya bersama klub juga mendekati sinar pelita terakhir.<\/span><\/p>\n<h4><b>Menjadi paripurna<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, apakah dia memang tidak boleh menggenapi semua gelar yang ada? Apakah memang tidak boleh ada manusia sempurna di bawah temaram langit musim dingin di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/piala-dunia-2022-qatar-piala-dunia-yang-serba-terakhir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Qatar<\/a>?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagai saya pribadi, menikmati sisa-sisa karier Messi adalah usaha untuk berlutut di depan keajaiban. Sebuah momen endorphin yang mungkin tidak bisa kita nikmati lagi dalam waktu lama. Tidak ada lagi yang seperti dia. Dia, yang orisinal, dan siap menjadi paripurna di bawah langit sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gara-gara-lionel-messi-saya-jadi-berhenti-merokok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gara-gara Lionel Messi, Saya Jadi Berhenti Merokok<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>G.O.A.T = Messi<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":199176,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[1473,150,945,7618,15270,8473,12987],"class_list":["post-199175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-argentina","tag-barcelona","tag-lionel-messi","tag-messi","tag-piala-dunia-2022","tag-psg","tag-qatar"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199175"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199175\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}