{"id":198672,"date":"2022-12-09T12:53:29","date_gmt":"2022-12-09T05:53:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=198672"},"modified":"2022-12-09T12:53:29","modified_gmt":"2022-12-09T05:53:29","slug":"4-rekomendasi-makanan-khas-batak-di-medan-yang-halal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-makanan-khas-batak-di-medan-yang-halal\/","title":{"rendered":"4 Rekomendasi Makanan Khas Batak di Medan yang Halal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang berpikir, makanan khas Medan, terutama yang khas Batak, itu tidak halal. Padahal itu keliru besar, banyak makanan khas Batak yang halal. Banyak makanan khas Batak yang halal plus enak, hanya saja mungkin banyak dari kalian yang nggak tahu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketimbang kalian bertanya-tanya, saya kasih aja daftar makanan khas Batak yang halal.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Mi gomak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mi gomak adalah salah satu makanan dari masakan khas Batak Toba dari Sumatra Utara yg wajib kalian coba. Masakan ini adalah masakan khas daerah Danau Toba, mulai dari Porsea, Balige, Laguboti, Tarutung, hingga Tapanuli Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mi gomak terbuat dari mi lidi, dengan kuah santan dan diberi bumbu andaliman. Asal sebutan mi gomak dari cara penyajiannya, yaitu minya digomak atau diambil dengan segenggam tangan. Tapi itu dulu, sekarang mah ya pake sendok\/garpu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mi gomak punya ukuran yang relatif lebih besar ketimbang mi lainnya. Makanan ini biasanya dijadikan menu sarapan orang Medan. Biasanya juga disajikan dengan gorengan dan telur rebus.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Lemang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lemang adalah menu khas Tebing Tinggi yang paling banyak diburu saat Ramadan, Natal, dan Tahun Baru. Lemang adalah panganan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi beras ketan dicampur santan kelapa, kemudian dimasukkan kedalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang. Lemang enak dinikmati saat anget-anget.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Lapet<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang suku Batak pasti tidak asing sama makanan yang satu ini. Makanan tradisional khas Batak yang berasal dari Tapanuli. <a href=\"https:\/\/resepkoki.id\/resep\/resep-kue-lapet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lapet<\/a> terbuat dari beras, ketan, atau kombinasi kedunya ini berisikan gula merah dan kelapa. Rasanya manis dengan tekstur kenyal wangi yang khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Batak erat sekali dengan lapet, biasanya dihidangkan pada acara-acara arisan, dan upacara adat perkawinan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Daun singkong tumbuk<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner khas Medan berikutnya yang patut sohib cicipi saat berkunjung ke sana yaitu daun singkong tumbuk. Sesuai namanya, hidangan yang terbuat dari daun singkong ini diolah dengan cara ditumbuk menggunakan lesung atau cobek. Daun singkong dimasak dengan aneka rempah, santan, ikan teri dan rimbang sebagai pelengkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daun singkong tumbuk ini menjadi lauk favorit para suku Batak, dengan nasi putih hangat dan ikan asin yang dibakar atau digoreng. Beuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa makanan khas Batak di Medan yang halal. Apakah ada yang kurang atau belum saya masukkan? Kalau iya, corat-coret di kolom komentar yaaa.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dina Ulitia Sinurat<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/mencicipi-gudeg-jogja-di-medan-yang-diracik-orang-batak-karo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mencicipi Gudeg Jogja di Medan yang Diracik Orang Batak Karo<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h6>\n<h6><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gas Medan!<\/p>\n","protected":false},"author":2021,"featured_media":198765,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[17794,399,2397,17795],"class_list":["post-198672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-makanan-khas-batak","tag-medan","tag-sumatera-utara","tag-toba"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2021"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198672"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198672\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}