{"id":197975,"date":"2022-12-04T15:19:50","date_gmt":"2022-12-04T08:19:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=197975"},"modified":"2022-12-04T15:19:50","modified_gmt":"2022-12-04T08:19:50","slug":"film-marvel-memang-untuk-mereka-yang-hidupnya-mumet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/film-marvel-memang-untuk-mereka-yang-hidupnya-mumet\/","title":{"rendered":"Film Marvel Memang untuk Mereka yang Hidupnya Mumet"},"content":{"rendered":"<p><em>Film Marvel emang gitu-gitu aja, tapi kalian seneng kan?\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempo hari saya memutuskan menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Black Panther: Wakanda Forever<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang rilis di Indonesia pada 9 November lalu. Keputusan itu bisa dibilang terpaksa, semata-mata karena saya tidak mendapat jadwal yang sesuai untuk film lain yang ingin saya tonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memperjelas, keterpaksaan itu bukan karena saya pengkritis-film-jenius yang anti Marvel. Saya sudah mencekoki diri dengan Marvel sejak masih pakai rok merah. Melainkan karena teman saya yang seleranya di atas rata-rata sudah memberikan ulasan singkat, \u201cSeru sih, tapi akhirnya ketebak.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ulasan teman saya itu sebenarnya saya ragukan: dia rewel, hal-hal yang tidak bisa dia terima seringnya sangat mudah saya maklumi. Tapi, setelah cukup banyak film dan serial yang saya tonton, saya mengaku bahwa saya juga jadi mudah tidak puas dengan sebuah alur cerita sederhana yang mudah tertebak. Maka dari itu saya mempertimbangkan juga ulasan teman saya itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, beres menonton, saya mendapat satu kesimpulan: film Marvel memang untuk mereka yang hidupnya mumet saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah saya termasuk golongan orang yang bisa menebak akhir kisah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Black Panther: Wakanda Forever<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu? Ya, akhir ceritanya memang berada dalam prediksi ala-ala yang saya ciptakan selagi menonton. Namun apakah saya tidak puas dengan alur cerita yang ditawarkan? Sangat puas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut seorang dosen asal Marquette University, Marvel menampilkan sebuah kisah kepada penontonnya, tetapi \u201c<a href=\"https:\/\/epublications.marquette.edu\/cgi\/viewcontent.cgi?article=1538&amp;context=english_fac\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tidak menunjukkan alur<\/a>\u201d. Dalam hal ini, film-film Marvel memang tidak kunjung menampakkan akhir: selalu ada sekuel yang berkaitan dengan karakter lain, sama halnya dengan kehidupan yang tidak berhenti di satu fase dan terus berlanjut. Hal ini membawa film-film Marvel dekat dengan kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika menilik film-film Marvel lainnya, hampir tidak ada akhir yang mengecewakan: the heroes win, selalu seperti itu. Meski \u201cbawang-bawang\u201d kerap ditabur lewat kematian sejumlah tokoh, tetapi akhirnya itu sepadan juga dengan keberhasilan para hero mencapai target yang diinginkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita yang demikian memang terkesan monoton ketika telah menjadi citra yang juga nyata direpresentasikan. Tapi, sebagai (kalau boleh self-claim dan moga-moga enggak dianggap overproud) penonton lama Marvel, kendati sudah yakin betul para hero akhirnya akan menang, saya tetap menikmati naik-turun alur yang disisipkan untuk mencegah kebosanan penonton. Saya bisa menebak akhirnya akan bahagia (sebatas itu, tanpa tahu bagaimana kebahagiaan itu dicapai) dan saya tidak kecewa ketika tebakan itu benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, akhir bahagia yang penonton telah prediksi atas film-film Marvel menjadi sebuah harapan. Ketika berbagai konflik hadir, penonton merasa \u201caman\u201d karena memiliki harapan tersebut. Jadi bahkan ketika tokoh dalam film nampaknya sudah di ujung tanduk, penonton akan \u201cmeneguhkan hati\u201d untuk tetap percaya bahwa akhir cerita pasti bahagia. Semua akan baik-baik saja. Kemudian ketika hal tersebut benar terjadi, yang tersisa adalah rasa puas karena harapannya tidak sia-sia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena tersebut, kalau mau dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sebenarnya sangat dekat. Ketika menargetkan sesuatu, tentu seseorang menaruh harapan besar untuk berhasil. Selama berjalannya proses mencapai target yang pastinya tidak mudah, salah satu yang diandalkan untuk bertahan adalah harapan. Berbeda dengan film, tak jarang harapan yang telah dibangun sejak awal ternyata tidak terealisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kenyataan hidup yang tidak terprediksi itu, menonton film yang akhir ceritanya bisa diperhitungkan menjadi sebuah hiburan. Sudahlah di kehidupan nyata kecewa, masakah masih mencari kekecewaan di film juga. Dalam suatu penelitian yang dilakukan dosen dan peneliti asal Amerika Serikat pada 1993, ditemukan bahwa penonton menganggap akhir sedih membawa makna yang lebih dalam. Dalam hal ini, sejumlah orang tidak mencari \u201cmakna yang dalam\u201d dari tontonannya. Kekecewaan telah ditelan cukup banyak dalam hidup yang mumet, jadi tontonan baiknya hanya menjadi hiburan saja: dan itu didapat dari film-film Marvel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, akhir bahagia film-film Marvel yang tertebak itu sungguh fiksi dengan realitas yang sama sekali berbeda dari kehidupan nyata. Tapi, jelas tidak mengecewakan, sebab menunjukkan \u201csesuatu yang lain\u201d, sesuatu yang belum tentu didapat di kehidupan nyata: akhir bahagia.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Lydia Tesaloni Mangunsong<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/shang-chi-dan-komentar-denis-villeneuve-yang-masuk-akal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shang-Chi dan Komentar Denis Villeneuve yang Masuk Akal<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penting klean seneng kan?<\/p>\n","protected":false},"author":2015,"featured_media":176388,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[17752,17751,13795],"class_list":["post-197975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-akhir","tag-film-marvel","tag-plot"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2015"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197975\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}