{"id":197585,"date":"2022-11-30T11:35:56","date_gmt":"2022-11-30T04:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=197585"},"modified":"2022-11-30T11:35:56","modified_gmt":"2022-11-30T04:35:56","slug":"3-alasan-orang-skeptis-sering-sial-dalam-film-horor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-orang-skeptis-sering-sial-dalam-film-horor\/","title":{"rendered":"3 Alasan Orang Skeptis Sering Sial dalam Film Horor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHantu itu nggak ada!\u201d lima menit kemudian, meninggal diserang hantu. Formula kek gini sering banget kita temukan di film horor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa film horor terkenal maupun legendaris, orang skeptis atau orang yang nggak gampang percaya, sering kali terkena sial bahkan bisa mati di dalam plotnya. Kira-kira mengapa, ya? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menyelisik lebih lanjut, kita perlu sepemahaman dulu tentang definisi orang skeptis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skeptis adalah sebuah sikap ragu terhadap sesuatu, bisa berupa peristiwa, fakta, opini, hingga kepercayaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, skeptis berarti kurang percaya atau ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran, dan sebagainya). Bila merujuk pada Oxford Dictionary, skeptis atau skeptic adalah seseorang yang cenderung mempertanyakan atau meragukan pendapat yang diterima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sifat skeptis ini sering kali diasosiasikan dengan sifat yang buruk, karena meragukan segala sesuatu, bahkan fakta. Namun, dengan porsi yang tepat, sikap skeptis juga memiliki nilai positif. Misalnya, tidak menelan mentah-mentah terhadap informasi yang diterima, baik itu dari media sosial maupun dari tetangga. Orang yang menggunakan sikap skeptis dengan tepat, akan selalu melakukan pengecekan fakta, hingga mengevaluasi ulang kesimpulan yang seseorang kemukakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat skeptis bisa membuat seseorang memiliki keingintahuan yang lebih tinggi hingga bisa mengevaluasi suatu pandangan dan memperluas wawasan. Orang yang skeptis juga banyak jenisnya dan tentunya memiliki spektrum (dari level yang biasa aja sampai level super luar biasa).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, mengapa karakter-karakter dalam film horor yang skeptis terhadap pengalaman mistis karakter lainnya, sering mendapat sial?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjawab hal tersebut, terdapat beberapa alasan yang menurut saya menjadikan suatu film itu disebut film horor (selain karena tercantum genre \u201choror\u201d dalam laman web IMDB-nya).<\/span><\/p>\n<h4><b>Sifat dari film horor itu sendiri<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <a href=\"https:\/\/philpapers.org\/rec\/NICHAT\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nickel<\/a> dan Eindhoven (2010), dalam genre horor, terdapat dua elemen utama yang menjadi ciri khasnya, yaitu penampilan supernatural yang jahat atau mengerikan (baik itu secara mistis maupun orang beneran macam pembunuh berantai), serta munculnya rasa takut atau rasa jijik yang mendalam atau membangkitkan rasa deg-degan dan ketakutan yang mengejutkan (jumpscare).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila ada seorang skeptis yang bilang, \u201cAh itu cuma orang iseng aja,\u201d atau \u201cmana mungkin ada hantu, salah lihat kali,\u201d dan ternyata pernyataan mereka benar, bukankah malah bikin filmnya kentang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam film bergenre horor, utamanya makhluk mistis yang seringkali diragukan eksistensinya, tentu jadi seru kalau horor yang selama ini diragukan itu beneran ada. Jadi makin horor! Dan orang skeptis? Tentu mengancam kebenaran bahwa makhluk mistis itu ada. Jadi biasanya, orang rasional dan skeptis terkalahkan oleh si makhluk mistis yang dia ragukan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhkan, hantu itu ada!<\/span><\/p>\n<h4><b>Antiklimaks<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi rasa penasaran, serta keinginan dalam melihat atau merasakan hal yang mengerikan dan ternyata itu semua hanya bualan semata\u2026 kayaknya malah bikin penikmat horor yang mengidamkan adrenaline rush jadi kesal. Nggak ada lagi tuh misteri-misteri yang bisa dibikin teori-teori dan dijadiin thread di Twitter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ternyata aktor utamanya manusia dan nggak berhubungan dengan mistis sama sekali, mending nonton Scooby Doo aja! Nggak bisa masuk daftar film horor dengan keputusan terbodoh versi list media\u201c20 Film Horor dengan Keputusan Terbodoh, Nomor 20 Bikin Kamu Tercengang!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film horor itu ada dua jenis; yang bikin kita simpati sama tokoh utama yang menyaksikan langsung pengalaman mistis, atau yang bikin kita kesal dengan tokoh utama yang membuat keputusan bodoh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe pertama biasanya bikin kita gedeg sama tokoh skeptis di film itu. Kadang tokoh skeptis mempunyai relasi personal dengan tokoh utama, bisa sahabat, pacar hingga suami atau istri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh Utama: Kamu harus percaya aku!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pasangan Tokoh Utama: Sayang, hantu itu nggak ada!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, tiba-tiba diserang sama makhluk ghoib atau kerasukan, hingga mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebodohan dalam pengambilan keputusan di film horor, mungkin, tidak hanya menjadi poin penting dalam klimaks alur ceritanya, juga keseluruhan premis dari cerita horor yang berkelanjutan. Kalau Casey Becker di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Scream<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1996) nggak mengangkat telepon dari orang tak dikenal dan malah menelepon polisi, mungkin franchise Scream yang berlangsung sampai 2022 itu nggak bakal jadi franchise.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi memang kehadiran orang skeptis itu, penting banget di film horor. Ya semacam puzzle penting yang kalau nggak ada, nggak bisa komplet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah alasan orang skeptis kerap jadi samsak kesialan di film horor. Tapi ya, kalau kalian skeptis sama hantu, ya nggak akan sial juga. Kan ini film, bukan real life. Real life mah, isinya memang kesedihan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Batoulizzakia<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-film-horor-underrated-dengan-tingkat-kengerian-tinggi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Rekomendasi Film Horor Underrated dengan Tingkat Kengerian Tinggi<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa ya?<\/p>\n","protected":false},"author":2004,"featured_media":182765,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[1053,4700],"class_list":["post-197585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film-horor","tag-skeptis"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2004"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197585\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/182765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}