{"id":197425,"date":"2022-11-29T09:36:54","date_gmt":"2022-11-29T02:36:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=197425"},"modified":"2022-11-30T09:00:47","modified_gmt":"2022-11-30T02:00:47","slug":"dear-saudaraku-fpi-di-cianjur-masuk-katolik-itu-susah-serius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dear-saudaraku-fpi-di-cianjur-masuk-katolik-itu-susah-serius\/","title":{"rendered":"Dear Saudaraku FPI di Cianjur, Masuk Katolik Itu Susah. Serius!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya selalu nyengir lebar kalau ada oknum yang mulai mengangkat isu \u201ckatolikisasi\u201d atau \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/serba-serbi-car-free-day-berolahraga-tempat-nongkrong-dan-isu-kristenisasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kristenisasi<\/a>\u201d. Paling baru, di Cianjur, ketika tenda dari dari relawan gereja Kristen dirusak oleh perwakilan FPI, sebuah organisasi yang katanya sudah dilarang pemerintah tapi tetap eksis. Dear, saudaraku, percayalah, masuk Katolik itu susah, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bisa berbicara mewakili saudara Kristen. Lagian saya juga nggak tahu tata cara pindah ke Kristen. Namun, sedikit banyak saya bisa bersaksi bahwa masuk Katolik itu sulit. Kenapa bisa bersaksi? Ya selain saya pemeluk Katolik, budhe saya adalah mantan prodiakon dan salah satu pengurus gereja. Waktu menerima pelajaran Krisma saja, saya diampu sama budhe sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, saya nggak lagi jengkel, tapi geli sendiri, kalau ada orang yang ngangkat isu \u201ckatolikisasi\u201d. Saya membayangkan saudaraku FPI di Cianjur yang merusak tenda itu \u201cterhipnotis\u201d oleh bantuan yang disediakan oleh kawan-kawan Kristen lalu tiba-tiba pengin pindah agama. Kan jadi lucu banget kalau itu terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah masuk Kristen itu nggak gampang, apalagi masuk Katolik. Saya yang Katolik saja malas membahas tata cara masuk agama sendiri karena saking ribetnya. Untung saya lahir lalu sudah dibaptis jadi tidak perlu mengalami keribetan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, marilah berkumpul dalam kasih Tuhan, saudaraku FPI di Cianjur. Duduk manis dan izinkan saya menceritakan proses orang mau masuk Katolik.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Soal niat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, pada awalnya adalah soal niat, dear saudaraku FPI di Cianjur. Niat ini harus diucapkan lalu ditunjukkan konkretnya. Kepada siapa niat itu ditunjukkan? Apakah kepada pengurus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tak-kalah-rumit-dari-cinta-beda-agama-cinta-beda-aliran-gereja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gereja<\/a>? Tentu saja tidak, tapi niat itu selalu tentang percakapan isi hati dengan Tuhan yang ingin kita muliakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau di mulut sudah bilang niat tapi di hati setengah-setengah, pengurus gereja tidak akan tahu. Namun, entah bagaimana, proses menuju Katolik akan jadi berat. Akan muncul banyak cobaan. Apalagi proses peneguhan niat sampai katekumen itu panjang dan banyak yang gagal.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Proses awal pembelajaran atau katekumen<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah meneguhkan niat dan oleh pengurus gereja dianggap siap, baru saudaraku FPI di Cianjur boleh belajar. Ingat, ini baru belajar tahap awal, ya. Proses ini, minimal, berjalan selama enam bulan sampai satu tahun. Ingat, ini baru minimal. Setahu saya, ada beberapa yang harus belajar sampai dua tahun hanya untuk mengetahui makna Katolik dan menerapkan hukum tertinggi, yaitu cinta kasih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap Minggu, misalnya <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Katekumen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">katekumen<\/a> satu tahun, kamu harus hadir di kelas. Tidak boleh bolong atau absen ya sahabat Cianjur. Memangnya kelas perkuliahan. Selama proses ini, kamu akan didampingi oleh satu atau dua orang dari gereja. Tugas mereka, selain mendampingi proses belajar, juga melakukan penilaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelak, ketika mau baptis, tim penilai akan memberikan rekomendasinya. Kalau kamu dianggap belum bisa menerima Kristus, ya pasti gagal dan harus mengulang katekumen dari awal. Proses inilah yang paling banyak menggagalkan orang mau masuk Katolik. Iya, kami menggagalkan, lhom nggak sembarangan menerima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budhe saya pernah bercerita bahwa ini bukan niatnya pengurus untuk menggagalkan. Namun, memang sudah prosesnya begitu. Niat dan pemahaman harus selaras.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Baptis<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau sudah lolos katekumen dan mendapatkan rekomendasi, saudaraku FPI di Cianjur baru bisa baptis. Biasanya, proses baptis akan menggambil hari khusus, yaitu Sabtu malam Paskah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, yang baru baptis akan dapat apa? Apakah dapat sekardus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mi-instan-gaga-habanero-pedasnya-nggak-kira-kira-rasanya-tetap-juara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mi instan<\/a>? Maaf, nggak ada hadiah seperti itu sayang sekali. Paling mentok, yang baptis akan dapat tepuk tangan setelah proses baptis selesai. Udah, gitu aja.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Pemantapan iman<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah setelah baptis semuanya selesai? Eits, sayang sekali, masih ada satu proses lagi, yaitu pemantapan iman atau disebut mistagogi. Percayalah, saya yang Katolik saja nggak paham proses mistagogi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, mistagogi adalah pembimbingan baptisan baru. Tujuannya, untuk memahami makna sakramen dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diharapkan untuk berpartisipasi penuh dalam misteri sakramen Gereja dan dapat mengamalkannya. Hayo, sudah siap?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca proses di atas, yang bisa berjalan dalam hitungan tahun, apakah saudara FPI di Cianjur masih mau masuk Katolik? Ribet, kan? Saran saya, ketimbang menghabiskan waktu untuk katekumen, mending belajar menerima perbedaan di antara sesama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, dear saudaraku FPI di Cianjur, bantuan itu nggak punya agama. Bantuan itu netral, kadang kita saja yang ribet menempelkan label. Soal poster, percayalah itu cuma buat laporan untuk mereka para donatur. Semacam LPJ begitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, akhir kata, emangnya kamu siap baptis?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/katolik-garis-lucu-bangkit-di-hari-ke-3-mengingat-lagi-kelucuan-yesus-bungee-jumping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Katolik Garis Lucu Bangkit di Hari ke-3? Mengingat Lagi Kelucuan Yesus Bungee Jumping<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masuk Katolik itu ribet, sudah kamu nggak akan kuat.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":197427,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[14573,4794,17669,5988,17688,13098],"class_list":["post-197425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-cianjur","tag-fpi","tag-gempa-cianjur","tag-katolik","tag-katolikisasi","tag-pilihan-redaksi"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197425\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}