{"id":197423,"date":"2022-11-29T12:55:08","date_gmt":"2022-11-29T05:55:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=197423"},"modified":"2022-12-16T10:04:32","modified_gmt":"2022-12-16T03:04:32","slug":"5-penderitaan-karyawan-toko-sepatu-dan-baju","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-penderitaan-karyawan-toko-sepatu-dan-baju\/","title":{"rendered":"5 Penderitaan Karyawan Toko Sepatu dan Baju"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai karyawan toko sepatu dan baju, sudah seharusnya melayani para pembeli dengan baik layaknya seorang raja. Iya, saya paham sekali sama kalimat itu. Namun, apa yang terjadi kalau raja yang dilayani seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/firaun-itu-hanya-gelar-dan-hal-hal-lain-yang-harus-kita-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">firaun<\/a>? Menderita!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, saya mengambil part time karyawan toko sepatu dan baju. Hal yang membuat capek bukan pekerjaannya yang berat, tapi karena tipe-tipe pelanggan yang datang. Dan, inilah tipe-tipe pelanggan yang membuat kehidupan karyawan toko sepatu dan baju jadi menderita.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Memilih sampai satu jam, nggak jadi membeli<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, pembeli yang cuma memilih tapi akhirnya nggak membeli itu wajar adanya. Adalah hak mereka untuk akhirnya membeli atau nggak di toko sepatu dan baju. Namanya saja mencari yang cocok, baik soal harga, model, maupun ukuran. Semua karyawan pasti maklum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kadang, ada saja pelanggan yang saya curiga cuma suka menjajal. Misalnya, dia meminta karyawan mengambilkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-toko-sepatu-wanita-di-shopee-yang-nggak-bikin-kantong-jebol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">size tertentu<\/a>. Wajarnya, kalau soal size, paling naik satu atau dua dari ukuran sebenarnya. Mencari yang nggak bikin kaki sakit kalau mau beli sepatu. Sayangnya, pelanggan yang kayak gini nggak sadar sama yang mereka perbuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh pengalaman saya, bisa lebih dari lima jenis sepatu yang dicoba dengan berbagai varian size. Artinya, karyawan toko sepatu dan baju harus mengeluarkan lebih dari 10 pasang sepatu sesuai size yang diminta. Wajar, dong, kalau karyawan berekspektasi lebih. \u201cWah, pasti mau beli, nih.\u201d Eh, satu jam kemudian, dia bilang terima kasih dan meninggalkan kami bersama tumpukan sepatu yang kudu dibereskan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Yang dicari nggak ada, karyawan kena sasaran<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik size, warna, dan model itu stoknya terbatas. Jadi, terkadang, karyawan toko sepatu dan baju akan mengingatkan pelanggan secara halus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya gini: \u201cMaaf, Kak, ukuran 42 tidak ada. Bagaimana kalau mencoba yang 42,5. Mungkin masih cocok.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelanggan menjawab: \u201cGini, ya\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau sudah dibuka pakai \u201cGini, ya,\u201d biasanya nggak berakhir dengan baik. Maksud saya, kami kan hanya bisa memberi solusi. Kalau misalnya tidak cocok, saran saya, jangan memarahi karyawan toko sepatu dan baju. Kalau memang tidak ada, mau bagaimana? Pelanggan bisa mencari di toko lain, kok. Pamit baik-baik, tanpa perlu berkata keras.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<h4><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-penderitaan-karyawan-toko-sepatu-dan-baju\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>#3 Si paling telat<\/b><\/a><\/h4>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe pelanggan selanjutnya yang bikin karyawan toko sepatu dan baju heran adalah mereka yang datang mepet di jam tutup gerai. Misalnya, gerai tutup pukul 21.00, pelanggan datang pukul 20.45. Kurang 15 menit lagi tutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah, karyawan akan tetap melayani sebaik mungkin. Namun, ada saja pelanggan yang sudah diingatkan bahwa 15 menit lagi tutup, tapi menghabiskan waktu lama untuk memilih. Bukannya gimana, tapi karyawan juga butuh waktu untuk membersihkan toko, mencocokkan uang di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-sih-bungkus-kondom-harus-mirip-permen-dan-diletakkan-di-dekat-kasir-minimarket\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasir<\/a>, dan merapikan barang sebelum pulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya, kalau datang mepet, sudah punya bayangan mau beli apa. Jadi, pembeli tidak akan diburu waktu dan karyawan nggak pulang terlalu malam. Ya sama-sama enak aja.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Pelanggan toko sepatu dan baju yang doyan ngobrol\u00a0<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai karyawan, kami justru diminta untuk berinteraksi dengan pelanggan. Khususnya untuk memberi saran kepada pelanggan memilih barang yang mau dibeli. Jadi, pada dasarnya, kami memang harus mengobrol dengan pelanggan. Kan harapannya terbangun chemistry dan keakraban biar mereka beli di gerai lagi suatu saat nanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ketemu pelanggan yang memang doyan ngobrol itu senang-senang susah. Kalau ngobrolnya masih soal barang-barang yang dijual di toko sepatu dan baju, sih tidak masalah. Sayangnya, ada saja yang malah curhat. Eh, mending sih, kalau curhat. Ada yang malah memberi petuah hidup dan kebijaksanaan. Aduh, maaf ya, saya butuhnya duduk setelah berjam-jam berdiri, bukan petuah hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, setidaknya, sebagai karyawan, saya bersyukur orang seperti ini pasti beli. Dan, terkadang, beli dalam jumlah banyak.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Maunya retur, tapi nggak memahami aturannya<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retur barang ini juga sebuah keniscayaan dari kehidupan karyawan toko sepatu dan baju. Dan, ingat, setiap toko pasti punya SOP sendiri. Misalnya, batas penukaran barang itu 1&#215;24 jam dengan membawa bukti beli. Sudah sangat jelas, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di sini, saya tuh jadi percaya dengan sebuah riset yang mengatakan kalau tingkat lieterasi orang Indonesia masih rendah. Ada lho, pelanggan, sampai marah besar karena nggak boleh retur. Gimana, ya, masalahnya dia datang ke toko melebihi batas waktu, meski masih bawa bukti beli. Apalagi, sebelum meninggalkan toko, si pembeli sudah diingatkan soal kebijakan retur dan di nota juga sudah tertulis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan lagi yang kena. Menderita sekali\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bekerja itu memang melelahkan gaes. Tapi, jauh lebih melelahkan lagi menemui orang-orang dari berbagai karakter yang malah membuat pekerjaan jadi ribet. Sadarlah para pembeli, para mbak-mbak dan mas-mas yang kalian marahi itu hanya sebatas karyawan. Tentu saja, kami tidak bisa selalu memenuhi kebutuhan kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nurul Fauziah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-waralaba-untuk-kalian-yang-bosan-jadi-karyawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Rekomendasi Waralaba untuk Kalian yang Bosan Jadi Karyawan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kami juga manusia biasa. Tolong mengertilah.<\/p>\n","protected":false},"author":1860,"featured_media":197519,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[10274,838,15850,15300],"class_list":["post-197423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-firaun","tag-karyawan","tag-toko-baju","tag-toko-sepatu"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1860"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197423"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197423\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}