{"id":197355,"date":"2022-11-28T15:26:01","date_gmt":"2022-11-28T08:26:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=197355"},"modified":"2022-11-28T15:26:01","modified_gmt":"2022-11-28T08:26:01","slug":"upah-minimum-yogyakarta-itu-ya-harus-minimum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/upah-minimum-yogyakarta-itu-ya-harus-minimum\/","title":{"rendered":"Upah Minimum Yogyakarta Itu ya Harus Minimum, Nggak Usah Berharap Naik Signifikan, Halu!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, tersiar kabar kalau ada tuntutan agar upah minimum Yogyakarta naik jadi 4 juta, ratusan persen dari upah yang ada sekarang. Isu tersebut bergulir hingga jadi pembicaraan yang cukup hangat. Namun, isu hanyalah isu. Realitas, kerap bikin kita pedih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah jadi gosip beberapa waktu, akhirnya kenaikan upah minimum Provinsi DIY telah ditetapkan. Kenaikan sebesar<a href=\"https:\/\/jogjaprov.go.id\/berita\/ump-diy-2023-naik-765-berlaku-mulai-januari-2023#:~:text=Terdapat%20kenaikan%20sebesar%20Rp%20140%2C866,Provinsi%20serta%20regulasi%20tentang%20pengupahan.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> 7,65<\/a> persen bikin upah minimum yang awalnya Rp1.840.915 jadi Rp1.981.782 per Januari 2023. Banyak kalangan yang menilai kenaikan tersebut nggak cukup. Ya memang nggak cukup sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi maaf-maaf saja, kenaikan 7 sekian persen itu memang angka realistisnya. Kalau upah minimum naik jadi 4 juta, itu baru halu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebentar, saya nggak menolak kenaikan 4 juta itu. Justru, saya amat mendukung. Tapi saya realistis saja, kenaikan upah signifikan, rasa-rasanya hanya bakal jadi mimpi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa saya anggap itu mimpi, sebab, saya pikir hanya di Yogyakarta, kenaikan upah bisa ditolak dari segala kalangan. Coba bayangin, hanya di Yogyakarta, orang benci naik gaji. Kapitalis mana yang tidak suka dengan kota ini? Lha gimana, ini kan daerah narimo ing pandum. Upah tinggi itu bukan budaya. Malah bikin boros. Lebih baik hidup sengsara, tapi bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba Anda cek isu kenaikan upah di salah satu forum dunia maya terbesar di Yogyakarta. Mereka, kebanyakan, menganggap kenaikan upah justru akan jadi hal mengerikan. Nanti harga makanan naik signifikan. Harga ayam geprek yang tadinya 15 ribuan, bisa jadi puluhan ribu. Apa-apa bakal mahal, itu bukan Jogja banget. Jogja itu harus murah, bahkan jika itu artinya sengsara, ya nggak apa-apa, pokoke murah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kalau upah minimumnya beneran 4 juta. Duh, nanti orang-orang pada berkumpul di Yogyakarta. Wisatawan makin membanjir. Pendatang makin banyak. Orang asli tersingkir. Bayangkan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, upah naik signifikan itu, justru banyak mudaratnya. Mending tetep kecil begini. Bisa bahagia. Bisa saling pamer kesengsaraan. Bisa pamer kurang gizi satu sama lain. Kek begini nggak mungkin kejadian kalau upahnya tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upah tinggi juga bikin gaya hidup makin ugal-ugalan. Hidup yang nggak sengsara, itu nggak bisa dipamerkan. Vibes narimo ing pandumnya makin berkurang nanti. Duh, sedih bayanginnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara kebutuhan dasar tak terbeli dengan upah sekarang, itu lain soal. Kalau nggak suka upahnya, silakan merantau. Silakan angkat kaki dari sini. Masak situ mau sejahtera di Jogja? Ngawur!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saran saya, nggak usah berharap tiba-tiba upah minimum Yogyakarta naik. Apalagi sampe 4 juta, duh, kalian halu. Bisa nyampe 2,5 juta aja sudah ajaib. Mukjizat. Miracle. Terima saja upah yang sekarang, toh ya, kalian selama ini cukup-cukup aja kan dengan upah sekarang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cukup edan maksudnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, upah minimum Yogyakarta itu ya harus minimum, sekecil mungkin. Kalau naik, terus sobat narimo ing pandum kudu gimana? Masak kalian nggak memberi ruang mereka untuk pamer kesengsaraan?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-sudah-tidak-istimewa-gunungkidul-tetap-merana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sobat narimo ing pandum, merapat!<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":188839,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[17686,17685,17684,509],"class_list":["post-197355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-17686","tag-naik","tag-upah-minimum","tag-yogyakarta"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197355"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197355\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/188839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}