{"id":196765,"date":"2022-11-22T07:18:15","date_gmt":"2022-11-22T00:18:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=196765"},"modified":"2022-11-22T07:18:15","modified_gmt":"2022-11-22T00:18:15","slug":"penderitaan-para-penikmat-kecap-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penderitaan-para-penikmat-kecap-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Penderitaan para Penikmat Kecap di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecap adalah salah satu penambah rasa yang selalu tersedia nyaris di seluruh Indonesia. Meskipun tingkat kebutuhannya belum sepenting vetsin, garam, atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/11-kopi-kemasan-yang-dijual-di-indomaret-dengan-kandungan-gula-terendah-hingga-tertinggi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gula<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah gimana, kondisi itu ngaruh ke para penikmatnya kayak saya. Banyak hal nggak mengenakan pernah saya alami, khususnya saat makan bersama orang yang ada di lingkungan saya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Selalu dianggap aneh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penikmat, tentu saja saya sering menambahkan kecap pada hidangan yang akan saya nikmati. Mulai dari Indomie Soto, ayam goreng, sampai tempe\/tahu goreng. Sialnya, saya selalu dianggap aneh oleh orang-orang ketika menambahkan atau mencocol makanan dengan kondimen satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal semua ini kan cuma perbedaan selera saja. Kenapa harus dibilang aneh, sih?<\/span><\/p>\n<h4><b>Disebut cemen<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya suka makanan manis dan kurang suka yang pedasnya terlalu ekstrem. Selain menyiksa lidah, pedas ekstrem bikin perut saya menderita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, ketika terpaksa makan bakso atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-makan-ayam-geprek-bu-rum-pertama-kali-yang-original-nggak-bakal-bikin-menyesal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ayam geprek<\/a> super pedas, saya akan menambahkan kecap. Sedihnya, saat menambahkan kecap, saya selalu disebut cemen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang cemen itu bukan orang yang mengkonsumsi makanan ekstra pedas. Yang cemen itu orang yang melakukan perundungan kepada orang lain secara bersama-sama kepada penikmat kecap.<\/span><\/p>\n<h4><b>Dibilang mirip anak-anak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak rekan, khususnya di kantor, menyamakan selera makanan saya seperti selera makan anak-anak. Alasannya, anaknya atau keponakannya ketika makan selalu menambahkan kecap pada kudapannya. Sebenarnya tanpa mereka bilang pun, saya juga tau kok hal remeh seperti itu.<\/span><\/p>\n<h4><b>Minim varian rasa manis kecap<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, saya sedikit cemburu kepada pecinta kuliner pedas. Pasalnya, banyak produsen makanan yang seolah-olah berlomba membuat varian makanan ekstra pedas. Contohnya tahu jeletot, <a href=\"https:\/\/www.klikindomaret.com\/product\/mi-instan-pedes-dower\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pop Mie Pedes Dower<\/a>, dan bakso mercon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, varian makanan rasa manis kecap itu jarang sekali. Sekalinya ada, bukan di makanan, melainkan minuman. Misal kopi susu kecap Bango.<\/span><\/p>\n<h4><b>Sulit beropini \u201cAda yang kurang ketika makan tanpa kecap.\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang yang kerap beropini seperti ini: \u201cAda yang kurang kalau makan nggak pakai kerupuk\u201d. Ada juga kayak gini: \u201cAda yang kurang kalau makan nggak pakai sambal\u201d. Tapi, sangat sulit bagi saya untuk beropini dengan bebas dan mengatakan \u201cAda yang kurang ketika makan tanpa kecap.\u201d Sedih.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kehabisan di tempat makan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin hal ini jarang terjadi. Berdasarkan pengalaman pribadi, penderitaan para penikmat kecap paling paripurna adalah ketika kehabisan di tempat makan. Bahkan pernah sekali, persediaan kondimen dari kacang kedelai ini di tempat makannya habis sehingga penjualnya harus beli dulu di warung sebelah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking kesalnya, saya jadi curiga para penjual makanan menganaktirikan kecap. Sedangkan untuk saus atau sambal, selalu dianakemaskan. Buktinya saya jarang mengalami kehabisan saus atau sambal di dalam wadahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah penderitaan para penikmat kecap. Tolong, bagi teman-teman maupun produsen makanan, jangan mendiskriminasi kami. Cukup selera makan Anda saja yang pedas, omongannya jangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Arief Widodo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kecap-legendaris-di-jagat-kuliner-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Kecap Legendaris di Jagat Kuliner Jawa Tengah<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cukup selera makan Anda saja yang pedas, omongannya jangan.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":196804,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[936,2161,437,10956],"class_list":["post-196765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bakso","tag-kecap","tag-sambal","tag-saus"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196765\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}