{"id":196678,"date":"2022-11-21T07:30:01","date_gmt":"2022-11-21T00:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=196678"},"modified":"2022-11-20T22:48:35","modified_gmt":"2022-11-20T15:48:35","slug":"memakai-sandal-gunung-untuk-kebutuhan-sehari-hari-itu-nggak-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memakai-sandal-gunung-untuk-kebutuhan-sehari-hari-itu-nggak-nyaman\/","title":{"rendered":"Memakai Sandal Gunung untuk Kebutuhan Sehari-hari Itu Nggak Nyaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seminggu yang lalu, sandal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-sandal-swallow-hasil-kolaborasi-yang-keren-biar-nggak-lagi-tertukar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Swallow<\/a> x Noij (salah satu brand dari malang) milik saya hilang. Tentu saja saya sedih. Siapa yang nggak sedih kehilangan sandal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, hal tersebut bikin saya kembali menggunakan sandal gunung. Ya gimana je, stok sandal di rumah saya adanya ya sandal gunung. Akhirnya, mobilitas saya sekarang dibantu oleh sandal gunung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gara-gara kaki ini terbiasa menggunakan Swallow, sandal gunung jadi super nggak nyaman buat saya. Akhirnya, saya pun berpikir, beneran, sandal gunung emang nggak tepat untuk kegiatan sehari-hari. Apa alasannya?<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Berat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini jelas nggak bisa ditawar lagi, Swallow memang ringan. Seolah-olah, tak ada beban di kaki. Bahkan jika utangmu banyak sekalipun, kakimu tetap ringan melangkah. Beda cerita dengan sandal gunung. Jelas berat, meski kau tak punya utang sekalipun.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Keras<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seempuk-empuknya sandal gunung, ya tetep keras. Apalagi dibandingkan Swallow, ya jauh. Dibandingkan dengan sandal lain pun tetap kalah keras. Sandal yang keras jelas nggak pas untuk mobilitas sehari-hari. Cocoknya sih, buat nampar maling.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Talinya bikin ribet<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tali sandal gunung itu ribet, dah, nggak bisa didebat. Ada yang kudu dikendorin terus diceklek, ada yang harus pake iket simpul pramuka, pokoke ribet. Bandingin sandal lain. Tinggal beli, pake, kelar. Belinya itu sih yang ribet.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Talinya bikin sakit<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah ribet, bikin sakit karena kegesek-gesek terus. Dah itu aja mau penjelasannya. Mau kek mana lagi?<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Mainstream<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski nggak nyaman, entah kenapa, banyak yang pake sandal gunung. Saya nggak tahu sih kenapa. Saya juga nggak tahu kenapa punya. Saya juga nggak tahu kenapa poin ini saya masukkan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Khawatir dicuri<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, pembahasan ini agak serius. Sandal gunung, bagaimanapun, lebih mahal ketimbang sandal kebanyakan. Kecuali sandal jepit <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Louis_Vuitton\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Louis Vuitton<\/a> atau Balenciaga. Nggak tahu mereka jual sandal jepit atau nggak, bodo amat. Nah, karena mahal, bisa jadi sandal jenis ini jadi sasaran curandal (curanmor, tapi sandal). Udah makenya ribet, nggak nyaman, gampang ilang lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah alasan sandal jenis ini kurang nyaman untuk kebutuhan sehari-hari. Mau beli sandal baru, kok eman-eman masih ada dua pasang sandal di rumah. Mau nunggu rusak, tapi kok awet banget. Ya sudahlah menyesuaikan diri saja dengan dompet yang saya miliki.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Arief Widodo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sandal-swallow-angkat-bicara-tolong-hargai-kami-layaknya-barang-branded\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sandal Swallow Angkat Bicara: Tolong Hargai Kami Layaknya Barang Branded<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak nyaman.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":196723,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12902],"tags":[10049,3410],"class_list":["post-196678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fesyen","tag-sandal-gunung","tag-swallow"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}