{"id":195906,"date":"2022-11-21T06:00:25","date_gmt":"2022-11-20T23:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=195906"},"modified":"2022-11-20T14:08:56","modified_gmt":"2022-11-20T07:08:56","slug":"jangan-berlindung-di-balik-kata-sarkas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-berlindung-di-balik-kata-sarkas\/","title":{"rendered":"Jangan Berlindung di Balik Kata Sarkas, Akui Saja kalau Opinimu Memang Sampah!"},"content":{"rendered":"<p><em>Sarkas dan kebodohan itu garisnya tipis. Masalahnya, orang yang blunder sering berlindung di balik sarkas biar nggak malu-malu amat<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang kala media sosial digunakan itu awalnya memang diciptakan untuk terhubungnya antara pengguna dengan pengguna yang lain, ataupun orang-orang yang telah lama kita tidak jumpa, dari media sosial kita bisa temukan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun seiring waktu yang bertambah dan teknologi yang semakin maju, media sosial tidak hanya dijadikan wadah pertemanan, tapi sebagai aspirasi atau kebebasan pendapat. Ya nggak salah, selagi nggak aneh-aneh dan apa yang dikatakan fakta, bisa lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apa jadinya jika hal tersebut disalahgunakan oleh orang-orang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah media sosial paling utama sekarang\u2014menurut saya\u2014adalah bagaimana orang tak paham betul apa itu kebebasan berpendapat. Mereka merasa kebebasan berpendapat berarti bebas dari konsekuensi. Dan seringnya, mereka berlindung di balik kata \u201csarkas\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh terbaik adalah postingan satu akun yang menghilang setelah bikin kontroversi. Akun tersebut mengunggah foto Ibu Negara Korea Selatan dan Ibu Negara Indonesia, diberi caption yang menggambarkan dialog majikan dan pembantu. Tak perlulah saya kasih tahu mana yang dianggap majikan, mana pembantu ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik akun berlindung bahwa hal tersebut adalah sarkas, kritik terhadap standar kecantikan atau apalah itu. Tapi tentu saja ada hal yang salah di sini. Sarkas, bukan berarti degrading.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini. Esensi humor itu \u201cmenyinggung\u201d manusia. Sarkas pun masuk jenis humor. Namun, dalam praktiknya, humor itu hanya bisa diterima sebagai humor jika orang-orang bisa menerimanya sebagai humor dan memang diniatkan untuk <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Humour\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menciptakan tawa<\/a>. Saya sederhanakan saja seperti ini, sebenarnya lebih rumit, tapi kita tidak bicara tentang teori humor (secara linguistik).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ada potensi humor, atau sarkas, bisa diterima sebagai hal lain, bahkan tersinggung. Itu amat lumrah. Tersinggung itu memang pilihan, tapi bukan berarti jika kita tersinggung, itu buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecuali jika itu jelas-jelas sarkas, tak bermasalah buat siapa pun, tapi masih dimaknai literal. Ya udah mah kalau itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah pentingnya tata krama. Tak hanya tata krama sih, lebih ke common sense. Tak semua orang itu bisa langsung berpikir kritis. Bisa aja yang bermain media sosial itu langsung menelan mentah-mentah apa yang ada posting, apalagi mengenai hal seperti ini. Ketersinggungan, meski benar memang pilihan, kadang jadi mekanisme menjaga kewarasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memang kalian berani berpendapat di media sosial , ya kalian juga harus siap juga apapun itu konsekuensinya. Kebebasan berpendapat tak berarti bebas dari konsekuensi, ada hal-hal yang sebaiknya tak dilanggar agar pendapat yang disampaikan bisa diterima. Apa gunanya pendapat edgy kalau esensinya nggak nyampe?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus foto Bu Iriana dan Ibu Negara Korsel ini bisa jadi contoh, bahwa kadang sarkas dan kebodohan itu garisnya tipis. Dan lagi-lagi, jangan berlindung di balik kata sarkas kalau opini kalian blunder.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Riza Afthoni<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/komen\/versus\/sarkasme-dan-satire\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sarkasme dan Satire: Duo Majas Sindiran yang Beda Level<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sarkas dan kebodohan itu garisnya tipis. Masalahnya, orang yang blunder sering berlindung di balik sarkas biar nggak malu-malu amat Kadang kala media sosial digunakan itu awalnya memang diciptakan untuk terhubungnya antara pengguna dengan pengguna yang lain, ataupun orang-orang yang telah lama kita tidak jumpa, dari media sosial kita bisa temukan mereka. Namun seiring waktu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1012,"featured_media":196680,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[2053,17644,17643],"class_list":["post-195906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-humor","tag-opini-sampah","tag-sarkas"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1012"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}