{"id":195331,"date":"2022-11-13T12:57:18","date_gmt":"2022-11-13T05:57:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=195331"},"modified":"2022-11-13T12:57:18","modified_gmt":"2022-11-13T05:57:18","slug":"13-kosakata-bahasa-bali-yang-mirip-bahasa-di-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/13-kosakata-bahasa-bali-yang-mirip-bahasa-di-jawa\/","title":{"rendered":"13 Kosakata Bahasa Bali yang Mirip Bahasa di Jawa"},"content":{"rendered":"<p><em>Bahasa Bali punya kosakata yang mirip dengan bahasa di Jawa<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia dianugerahi keragaman budaya dan bahasa. Totalnya, ada 14 bahasa yang dituturkan lebih dari 1 juta orang di Indonesia. Itu yang punya penutur satu juga. Yang di bawah itu, buanyak banget. Satu daerah saja bisa punya 10 bahasa. Keragaman bahasa tersebut, biasanya melahirkan keragaman, tapi ada juga yang mirip. Bahasa satu daerah, bisa amat berbeda dengan daerah lainnya. Tapi, ada juga kosakata yang sama, tapi punya arti yang berbeda menurut daerah masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya antara Bali dan Jawa. Ada kosakata yang mirip dan memiliki arti yang sama. Ada juga kosakata yang mirip tetapi memiliki makna yang berbeda. Seperti kata lanang yang berarti laki-laki dan kuping yang memiliki arti telinga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, masih banyak bahasa yang punya kosakata mirip, tapi arti berbeda. Apa saja perbedaan kosakata Jawa dan Bali? Markicek!<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Kenyang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyang artinya kondisi ketika sudah puas makan atau perut sudah penuh dengan isi makanan. Eitsss, saat mengucapkan kata kenyang kepada masyarakat Bali, kamu perlu berhati-hati, Lur! Dalam bahasa Bali, kata Kenyang artinya alat kelamin pria yang mengalami ereksi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Cicing<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Sunda, kata Cicing berarti diam. Beda arti dalam bahasa Bali, nih. Cicing dalam bahasa Bali artinya anjing. Waduh, jangan sampai salah ucap ya, lur. Bahaya! Wkwk.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u00a0#3 Mbok<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbok atau embok dalam bahasa Bali dan bahasa Jawa berkaitan dengan umur. Kata mbok dalam bahasa Bali artinya panggilan untuk kakak perempuan. Sedangkan, dalam bahasa Jawa, Mbok artinya panggilan untuk seorang ibu.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Banyu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Jawa, Banyu berarti air. Sedangkan, dalam bahasa Bali, kata Banyu berarti air beras.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Budal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budal dalam bahasa Jawa memiliki arti berangkat. Sebaliknya, bagi orang Bali, budal berarti pulang. Meski sama, tapi dua kata ini memiliki arti yang berbeda. Kebalik ya!<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Wayah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wayah dalam bahasa Jawa artinya waktu. Sedangkan, wayah dalam bahasa Bali artinya tua\/paling tua\/dewasa.<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 Cokot<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski memiliki kosakata yang sama, namun kata cokot juga memiliki arti berbeda, lur! Cokot dalam bahasa Jawa artinya gigit atau menggigit. Sebaliknya, bagi orang Bali, Cokot artinya mengambil.<\/span><\/p>\n<h4><b>#8 Gedang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Jawa dan Bali, Gedang memang sama-sama nama buah. Tapi, ternyata buahnya berbeda, nih! Gedang dalam bahasa Jawa berarti pisang. Sementara, Gedang bagi orang Bali artinya pepaya. Bahaya juga nih, Lur, buat kamu orang Jawa yang tinggal di Bali dan punya teman warga lokal. Saat minta dibelikan gedang eh ternyata datang buah yang berbeda. Hehehe. Sekarang sudah tahu kan? Jadi, jangan salah ya!<\/span><\/p>\n<h4><b>#9 Rabi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rabi dalam bahasa Jawa artinya menikah. Sedangkan, Rabi bagi orang Bali artinya istri.<\/span><\/p>\n<h4><b>#10 Prabu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Jawa, Prabu berarti raja. Sementara, dalam bahasa Bali, Prabu berarti kepala.<\/span><\/p>\n<h4><b>#11 Ngajeng<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngajeng dalam bahasa Jawa berarti di depan. Sedangkan, ngajeng dalam bahasa Bali artinya memakan makanan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#12 Ngadek<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngadek dalam bahasa Jawa berarti berdiri. Sedangkan, dalam bahasa Bali Ngadek berarti mencium bau.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u00a0#13 Cokor<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tingkatan bahasa Jawa kasar, cokor berarti kaki. Akan tetapi, kata cokor masuk dalam tingkatan bahasa alus di Bali yang juga berarti kaki. Sedangkan, tingkatan bahasa kasar dari kaki adalah <a href=\"https:\/\/dictionary.basabali.org\/Batis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">batis.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia 13 kosakata yang mirip tapi memiliki arti beda dalam bahasa Jawa dan Bali. Semoga menambah wawasan kamu, ya! Ada kosakata lain nggak? Kalau ada, silahkan share di kolom komentar ya, Lur.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ni Putu Roshinta Dewi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-orang-jawa-yang-merantau-ke-bali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelajari, Lur!<\/p>\n","protected":false},"author":1615,"featured_media":195406,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17568,763],"class_list":["post-195331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahasa-bali","tag-bahasa-jawa"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195331\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}