{"id":195060,"date":"2022-11-09T11:48:52","date_gmt":"2022-11-09T04:48:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=195060"},"modified":"2022-11-09T11:48:52","modified_gmt":"2022-11-09T04:48:52","slug":"5-pertanyaan-yang-jangan-ditanyakan-saat-mengirim-artikel-ke-jurnal-ilmiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-pertanyaan-yang-jangan-ditanyakan-saat-mengirim-artikel-ke-jurnal-ilmiah\/","title":{"rendered":"5 Pertanyaan yang Jangan Ditanyakan Saat Mengirim Artikel ke Jurnal Ilmiah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mempublikasikan karya ilmiah, terutama dalam bentuk artikel, telah menjadi keharusan bagi sivitas akademika. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/guru-dan-dosen-bukan-dewa-yang-selalu-benar-dan-murid-bukan-kerbau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dosen<\/a> harus melakukan publikasi di jurnal agar bisa naik pangkat menjadi Asisten Ahli (AA), Lektor (L), Lektor Kepala (LK), dan Guru Besar.\u00a0 Sertifikasi dosen juga mensyaratkan publikasi di jurnal Sinta 2 untuk kepangkatan tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat bersamaan, di ranah mahasiswa, juga ada kebijakan serupa. Kampus mewajibkan mahasiswa melakukan publikasi di jurnal ilmiah. Mulai dari tingkat sarjana, magister, apalagi doktor. Bukan sekadar asal publikasi, prasyarat jurnal harus terindeks Sinta juga menempel.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kompetisi menembus jurnal pun semakin ketat. Untuk memenangkan kompetitifnya menembus publikasi di jurnal ilmiah, mari kita awali dengan tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini ke para pengurus jurnal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Kapan jurnalnya terbit?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini pertanyaan yang teramat wagu. Ke-wagu-an ini karena menunjukan calon penulis tidak mengunjungi situs jurnal ilmiah. Ibaratnya kita mau berjodoh, tidak paham calon jodoh tentu adalah teramat wagu. Pesan buat para calon penulis, periksa dengan benar jurnal yang Anda tuju. Lihat menu frekuensi publikasi yang ada di halaman pertama situs jurnal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih wagu lagi jika calon penulis meminta kepada pengelola jurnal untuk menerbitkan artikelnya pada waktu tertentu dengan beragam alasan. Alasannya bisa karena agar segera lulus studi, kenaikan pangkat, luaran hibah dan sejenisnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Jurnalnya Sinta berapa?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menyoal mengapa pertanyaan ini tidak perlu diajukan oleh calon penulis kepada pengelola jurnal, mari kita pahami dulu apa itu Sinta. Sinta adalah singkatan dari <a href=\"https:\/\/lldikti13.kemdikbud.go.id\/2018\/04\/03\/sinta-scopus-ala-indonesia-dari-kemenristekdikti\/#:~:text=Berdasarkan%20pengertian%20yang%20ada%20di,jurnal%20dan%20kinerja%20institusi%20Iptek.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Science and Technology Index<\/a>. Sinta merupakan database untuk Jurnal Nasional yang sudah terakreditasi oleh sistem Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional) yang terbagi dalam enam tingkatan, mulai dari Sinta 1 sampai Sinta 6. Semakin kecil angka Sinta-nya, poin akreditasinya semakin baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi jurnal ilmiah yang sudah terindeks Sinta tentu memiliki kebanggaan tersendiri. Makanya, mereka akan menampilkan peringkat Sinta-nya di halaman pertama situs. Jadi tidak perlu bertanya ke pengelola tentang peringkat jurnal. Bisa juga dengan mengeceknya di laman Sinta Kemendikbud. Pelajaran moralnya, menulis di jurnal itu adalah publikasi riset (dan juga pengabdian masyarakat), jadi jangan bosan untuk meriset jurnal yang hendak dituju.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Nomor WhatsApp dan email pengiriman apa?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini pertanyaan yang sungguh secara hakiki tidak perlu. Jurnal kini dikelola secara Open Journal Systems (OJS). OJS adalah suatu platform pengelola jurnal ilmiah secara online berbasis situs daring yang meliputi aspek penerbitan jurnal daring, dari pembuatan laman jurnal hingga tugas operasional seperti proses submisi penulis, peer review, pengeditan, publikasi, archives dan indeks jurnal.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Kapan LoA terbit?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, para pengelola jurnal mendapat pesan singkat dari calon penulis. Isinya berupa pertanyaan: \u201cKapan LoA terbit?\u201d. Pertanyaannya itu dikirimkan hanya satu hari setelah calon penulis melakukan pengiriman artikel melalui OJS. LoA itu Letter of Acceptance yang berarti artikelnya telah di-review dan siap terbit. Jadi tidak mungkin juga jika baru kirim langsung minta LoA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini prosesnya. Setelah artikel masuk, editor in chief akan membagikan kepada editor dan reviewer. Prosesnya penelaahannya juga tidak sebentar. Apalagi jurnal dengan Sinta 1 dan 2 yang sangat menjaga kualitas artikel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hari ini kirim lalu besok LoA datang, hampir bisa dipastikan jurnalnya adalah jurnal predator. Jurnal predator dijamin tidak melakukan proses proses telaah maupun proses penyuntingan secara baik dan benar. Acap terjadi jurnal predator langsung memangsa para penulis dengan cara membebankan biaya publikasi dengan janji manuskrip akan diterbitkan dengan segera. Jika ingat film \u201cPredator\u201d, selalu ingatlah jurnal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/predator-seksual-sekali-lagi-muncul-dari-skena-musik-kita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">predator<\/a>.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Jurnalnya kok berbayar?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari ada calon penulis yang protes mengapa harus membayar untuk melakukan publikasi. Jadi begini, setiap jurnal ilmiah punya kebijakan editorial (editorial policies). Salah satunya adalah Article Processing Charges (APC). Ada yang mengenakan angka nol rupiah, ada yang ratusan ribu, dan ada yang di atas satu juta. APC ini ini dipakai pengelola jurnal untuk menghidupi jurnalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, bacalah dengan baik kebijakan editorial sebelum mengirimkan. Berbagai kampus memberikan apresiasi yang berlipat bagi dosen dan mahasiswa yang berhasil publikasi di jurnal. Semakin tinggi Sinta-nya, semakin tinggi apresiasinya. Apalagi jika terindeks Scopus.<\/span><\/p>\n<h4><b>Tips lain<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada pertanyaan lain yang seharusnya dihindari, maka tunggu bagian selanjutnya. Atau jika rekan-rekan penulis <a href=\"http:\/\/mojok.co\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mojok<\/a> yang bersedia berbagi pengalaman, tentu semakin mengasyikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain lima pertanyaan di atas, pastikan pula artikel yang dikirim sudah sesuai ruang lingkup dan template. Jangan pernah mengirimkan artikel yang masih berupa laporan penelitian atau pengabdian. Apalagi masih ada cover kampus, tanda tangan pejabat, dan sejenisnya. Percayalah, pasti akan langsung ditolak!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana dalam artikel jurnal ilmiah yang ada bagian persantunan. Sebagai persantunan saya mengucapkan terima kasih kepada para pejuang jurnal: Dani Fadilah, Filosa Gita Sukmono, Qholiva Yuni Fadilla, dan Erwin Rasyid yang telah sering berbincang dan berbagi pengalaman tentang jurnal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Fajar Junaedi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/17-istilah-dalam-jurnal-ilmiah-yang-wajib-diketahui-calon-peneliti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">17 Istilah dalam Jurnal Ilmiah yang Wajib Diketahui Calon Peneliti<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain lima pertanyaan ini, pastikan pula artikel yang dikirim sesuai ruang lingkup dan template.<\/p>\n","protected":false},"author":1981,"featured_media":195062,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[17523,17522,5223],"class_list":["post-195060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-artikel-ilmiah","tag-indeks-scopus","tag-jurnal-ilmiah"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1981"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195060"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195060\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}