{"id":194905,"date":"2022-11-08T11:30:59","date_gmt":"2022-11-08T04:30:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=194905"},"modified":"2022-11-08T11:31:30","modified_gmt":"2022-11-08T04:31:30","slug":"pemulangan-prasasti-pucangan-batu-kok-dipulangin-pentingnya-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pemulangan-prasasti-pucangan-batu-kok-dipulangin-pentingnya-apa\/","title":{"rendered":"Pemulangan Prasasti Pucangan: Batu kok Dipulangin, Pentingnya Apa?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah akun twitter dengan jumlah pengikut lebih dari 14 ribu akun, yaitu @motherlander, baru-baru ini membuat ulasan tentang proses pemulangan sebuah prasasti penting yang sudah lebih dari dua ratus tahun berada di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meski-dipandang-rendah-ini-5-alasan-india-menarik-untuk-dikunjungi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">India.<\/a> Berdasarkan cuitan tersebut, diketahui bahwa proses pemulangan prasasti itu kini sudah mulai menemui titik terang. Benda bersejarah itu adalah Prasasti Pucangan yang merupakan peninggalan dari Maharaja Airlangga, yang dibuat pada 981 tahun yang lalu atau tepatnya pada tanggal 6 November 1041.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Pemerintah akan membawa pulang prasasti penting peninggalan Mah\u0101r\u0101ja Airlangga yang dibuat 981 tahun lalu (6 November 1041). Upaya pemulangan Prasasti Pucangan -berada di India sejak Juli 1813- yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir mulai memperlihatkan titik terang <a href=\"https:\/\/t.co\/wIaDYLtnYh\">pic.twitter.com\/wIaDYLtnYh<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Odyssey to the Far East (@motherlander) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/motherlander\/status\/1589106175748247553?ref_src=twsrc%5Etfw\">November 6, 2022<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prasasti Pucangan menjadi penting karena isi dari prasasti tersebut merupakan sejarah singkat Airlangga yang merupakan bagian dari sejarah bangsa yang kaya akan nilai-nilai budaya. Menurut informasi yang beredar, prasasti ini bisa sampai ke India karena dibawa sebagai rampasan perang, dan ada juga yang menyebutkan bahwa prasasti ini dibawa oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ketika-raffles-merampas-harta-pusaka-keraton-yogyakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Thomas Stamford Raffles<\/a>. Namun, alasan sebenarnya mengapa prasasti tersebut bisa berada di India masih akan diteliti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, cuitan dari @motherlander ini kemudian mendapatkan berbagai komentar dari warganet. Dari banyaknya komentar yang ada, setidaknya ada beberapa warganet pesimis yang berkomentar tentang keresahan mereka akan kondisi prasasti tersebut setelah kembali ke Indonesia. Ada warganet yang berkomentar, \u201cApakah akan terawat?\u201d, bahkan sampai ada yang ngotot minta jangan dipulangkan karena biaya pemulangan yang mahal dan lebih baik anggarannya dialokasikan untuk hal lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warganet seperti ini tentu saja sasaran empuk bagi mereka yang sering berkunjung ke museum. Akun @bdarma0808 berkomentar, \u201cYang bilang di Indo ntar prasastinya blangsak ga dipelihara, coba sesekali main ke <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Museum_Nasional_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Museum Nasional<\/a> di Jakarta cmiiw&#8221;. Cuitan tersebut langsung ditanggapi oleh si pemilik utasan, \u201cAnggap saja survei netizen +62 yang functionally illiterate\u201d. Waduh, tamparan keras!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, ada banyak warganet yang justru cinta damai antiribut sambil berimajinasi bahwa prasasti tersebut mirip dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-misteri-one-piece-yang-paling-bikin-penasaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">poneglyph<\/a> yang merupakan sebuah prasasti dalam serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Duh, warganet memang kreatif!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan reaksi-reaksi warganet di utasan @motherlander tentang wacana pemulangan Prasasti Pucangan tersebut, setidaknya kita tahu bahwa ternyata masih ada beberapa masyarakat Indonesia yang masih kurang percaya terhadap instansi pemerintahan, dalam menjaga kelestarian benda cagar budaya seperti prasasti ini. Suka tidak suka, kurangnya rasa percaya tersebut bisa jadi memang karena kekurangan dari instansi pemerintah itu sendiri. Tetapi, bisa juga karena mereka-mereka ini belum melihat wajah baru museum yang tampaknya kini sudah sangat berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diketahui bahwa kini banyak museum yang sudah mulai rebranding untuk menghilangkan kesan angkernya. Hal ini pun sejalan dengan tren berkencan di museum atau museum dating yang kian menjamur. Tentu saja, belum semua museum memiliki kualitas yang sama baiknya, tetapi harapannya satu persatu nantinya akan menanggalkan kesan angkernya sehingga minat kunjungan ke museum pun semakin meningkat, dan warganet pun akhirnya tahu bahwa benda cagar budaya di Indonesia juga dirawat dengan sebaik-baiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, sudah seharusnya pemulangan Prasasti Pucangan ini tidak menjadi perdebatan. Bagaimana pun, prasasti ini memiliki nilai penting bagi sejarah bangsa, sehingga sudah seharusnya benda ini berada di negara asalnya dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Lagi pula, sebelumnya Indonesia juga sudah sering melakukan repatriasi atau pengembalian benda cagar budaya dari negara lain seperti Belanda. Hal ini berarti bahwa wacana pemulangan Prasasti Pucangan ini merupakan sebuah komitmen yang serius, di mana nantinya prasasti ini memang akan benar-benar dijaga kelestariannya, bukan hanya sekadar lapar mata belaka.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nadia Ayu Setiyaningbudi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/5-alasan-anak-sejarah-itu-pacar-ideal-ngerawat-prasasti-saja-telaten-apalagi-hatimu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Alasan Anak Sejarah Itu Pacar Ideal: Ngerawat Prasasti Saja Telaten, Apalagi Hatimu<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n<h5><span id=\"Anda_penulis_Terminal_Mojok_Silakan_bergabung_dengan_Forum_Mojokdi_sini\"><strong><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\">di sini<\/a>.<\/em><\/strong><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buat apa?<\/p>\n","protected":false},"author":1979,"featured_media":194970,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[17509,1944],"class_list":["post-194905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-prasasti-pucangan","tag-sejarah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1979"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194905"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194905\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}