{"id":194620,"date":"2022-11-08T10:44:45","date_gmt":"2022-11-08T03:44:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=194620"},"modified":"2022-11-08T10:44:45","modified_gmt":"2022-11-08T03:44:45","slug":"4-pertanyaan-bodoh-ketika-diterima-kuliah-di-kudus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-pertanyaan-bodoh-ketika-diterima-kuliah-di-kudus\/","title":{"rendered":"4 Pertanyaan Bodoh ketika Diterima Kuliah di Kudus, Kabupaten Terkecil di Pulau Jawa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kudus memang kabupaten terkecil di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-stereotip-orang-jawa-ketika-merantau-ke-luar-pulau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pulau Jawa<\/a>. Namun, kuliah di sini nggak seharusnya bikin kita minder. Kualitas pendidikan dan daya topang kehidupannya sudah sangat oke.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, dulu, saya merasakan dilema yang mungkin dirasakan oleh semua lulusan SMA. Di satu sisi, kita siap untuk melompat ke jenjang yang lebih tinggi. Kamu sudah siap untuk ditempa di bangku kuliah. Namun, seperti kehidupan itu sendiri, kamu punya banyak pilihan. Untuk kasus ini, mau kuliah atau kerja saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsekuensinya tentu sudah pasti. Kalau memilih bekerja, saya harus mengorbankan pendidikan tinggi. Kalau memilih kuliah, saya harus menunda pilihan untuk bekerja. Bagaimana dengan pilihan kuliah sambil bekerja? Jangan salah, tidak semua orang mampu melakukannya. Namun, kalau itu pilihannya, kamu akan ketemu oleh dilema lainnya: memilih kampus.<\/span><\/p>\n<h4><b>Memang kenapa kalau kuliah di Kudus?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak kampus favorit ada di sana untuk dipilih. Ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-tempat-makan-murah-sekitar-ugm-dan-uny\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UGM<\/a>, Unnes, UNJ, UIN Jakarta, dan deretan kampus di kota besar lainnya. Namun, apa yang terjadi ketika kamu diterima di sebuah kampus di kota kecil? Misalnya di IAIN Kudus, kabupaten terkecil di Pulau Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliah di IAIN Kudus itu tidak lantas kualitas kamu terdegradasi. Meski berada di kabupaten terkecil di Jawa Tengah, kualitas pendidikannya tidak sembarangan. Namun, tetap saja, banyak pertanyaan yang mengganggu mulai bermunculan. Beberapa di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<h4><b>Ada kampus di sana?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa milih kuliah di sana? Memangnya ada kampus di sana? Kok aku baru dengar ya? Seriusan, ada kampus di sana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas adalah contoh pertanyaan yang, mungkin, tidak memuat intensi buruk. Mungkin, si penanya memang tidak tahu. Namun, pertanyaan seperti itu bikin telinga jadi geli. Masak sih nggak pernah Kudus? Bagi saya ini aneh banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kudus memang kabupaten besar. Namun, nama Kudus sendiri itu besar banget lho. Tempat ini punya sejarah panjang bagi persebaran agama Islam di Indonesia. Agak aneh sih kalau sampai nggak tahu. Iya, meskipun jarak Kudus dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Semarang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Semarang<\/a> itu 60 kilometer, terasa jauh, tapi kamu bisa kuliah kok di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, jumlah kampusnya tidak sebanyak kota besar. Namun, bukan berarti nggak ada kampus sama sekali kan. Apalagi fasilitas dan penunjang kehidupan di sana itu bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Bisa bahasa sana, kan?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan bodoh kedua adalah, \u201cBisa bahasa sana, kan?\u201d Serius, ini aneh banget buat saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mempelajari bahasa setempat itu memang sebuah keharusan. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Tapi, Kudus itu kan masih di Indonesia, dong. Aktivitas perkuliahannya ya pakai Bahasa Indonesia. Mana mungkin pakai bahasa Burkina Faso. Ribet banget mikirnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, pasti butuh waktu untuk beradaptasi dan belajar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-istilah-sakit-dalam-bahasa-jawa-yang-biasa-dijumpai-sehari-hari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Jawa<\/a> ala Kudus. Yah, paling satu tahun sudah bisa karena terbiasa. Setidaknya percakapan sehari-hari itu mudah dipelajari seiring waktu.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kalau udah lulus, mau kerja di sana juga?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekhawatiran kuliah di kota kecil itu, sejauh pengalaman saya, diiringi oleh rasa insecure kalau lulus terus mau kerja di mana. Seakan-akan kalau kuliah di kota kecil itu tingkat persaingan alumni pasti berkurang. Mungkin ada anggapan kalau kerja di kota kecil kayak Kudus itu nggak bakal sejahtera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal mau kerja di mana sih itu urusan belakangan buat saya. Sekarang, yang penting ya kuliah dan lulus dulu. Nanti, menjelang kelulusan, baru dipikirkan mau kerja di mana. Ingat, rezeki sudah ada yang mengatur, yang penting cukup untuk menghidupi berbagai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Nikah sama orang sana juga?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan bodoh keempat ini sering banget mengiringi pertanyaan pertama. Seakan-akan kalau kuliah itu pasti nanti ketemu jodoh juga. Ya gimana, ya. Soal jodoh saya nggak mau spekulasi, deh. Saya juga nggak tahu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa teman saya memang ada yang dapat pasangan dari Kudus. Namanya sayang dan cinta kan agak sulit diprediksi, ya. Kalau dapat jodoh di Kudus ya syukur, kalau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-kebiasaan-hidup-bertetangga-yang-dianggap-wajar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dapat jodoh tetangga sendiri<\/a> di tempat asal ya boleh juga, kalau jodohnya dari luar negeri ya boleh juga. Saya luwes saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang pasti, kuliah di kota kecil seperti Kudus itu nggak lantas membatasi banyak hal. Ya soal pekerjaan di masa depan, kenyamanan hidup, sampai jodoh. Satu hal yang pasti, jangan pakai pertanyaan bodoh di atas kalau ada temanmu kuliah di kota kecil. Nasib nggak ada yang bisa menebak, bestie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Riza Afthoni<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-jawa-khas-orang-kudus-yang-perlu-dipelajari-kalau-hendak-merantau-ke-kota-kretek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Jawa Khas Orang Kudus yang Perlu Dipelajari Kalau Hendak Merantau ke Kota Kretek<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kudus memang kecil, tapi potensinya besar.<\/p>\n","protected":false},"author":1012,"featured_media":194962,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[10004,2249,436,17506,4652],"class_list":["post-194620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-jawa-tengah","tag-kudus","tag-kuliah","tag-kuliah-di-kudus","tag-semarang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1012"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194620\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}